# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 4802

Laptop yang saya gunakan sehari-hari saya reinstal OS-nya, juga beberapa software wajib yang harus ada seperti office, utiliti, antivirus, dan lainnya. Kali ini saya masukkan juga Microsoft Student Encarta 2009. Beda dengan Encarta yang biasa, pada versi student ada fitur research dan panduan membuat laporan berdasarkan template yang disediakan dan isinya bisa dari ensiklopedi ini atau link yang disarankan di Internet. Saya belum gunakan betul fitur itu, tapi ketika saya klik sana sini, jadi teringat dengan apa yang saya lakukan terakhir dengan software ensiklopedi ini, yaitu sumber behavior disorder yang sifatnya non-human, eksternal.
moonKelihatannya ini mungkin sesuatu yang lumrah, tapi minat saya jadi terbangkitkan kala masih kuliah dulu, ketika dosen psikologi saya bilang bahwa kalau bulan sedang purnama, maka rumah sakit jiwa harus mengadakan penjagaan khusus. Orang-orang yang dirawat harus tetap berada di kamarnya masing-masing. Ini karena sering terjadi pada saat bulan purnama, para pasien RSJ jadi kumat.
Apa hubungannya bulan purnama dengan kumatnya mereka? Salah satu penjelasan mengatakan bahwa bulan itu punya gaya tarik terhadap air. Pasang surut air laut konon disebabkan gaya tarik bulan ini. Dalam kaitan ini, sebagian besar komposisi tubuh manusia terdiri dari zat cair, yang juga akan terpengaruhi oleh gaya tarik bulan itu. Maka dari itu ketika bulan purnama terjadi, posisi bulan menjadi sedemikian rupa sehingga memberikan pengaruhnya yang terbesar. Akibatnya kegilaan di RSJ bisa muncul.
Tapi saya punya tafsiran yang tidak linier seperti itu. Mungkin memang benar bahwa gaya tarik bulan punya pengaruh pada kondisi psikologis manusia, tapi itu tidak berarti secara lurus bahwa kalo ada bulan purnama maka kegilaan akan kambuh. Mungkin lebih berarti bahwa gaya tarik bulan itu punya pengaruh pada emotional state manusia. Ketika gaya tarik bulan sedang besar, emosi manusia (baik yang ‘normal’ atau pun yang menjadi pasien RSJ) akan menjadi peka. Kadar fluktuasinya meningkat. Pada para pasien RSJ manifestasinya adalah pada munculnya kegilaan, karena memang mereka adalah orang-orang yang mengalami gangguan. Tapi saya yakin bahwa manusia yang ‘normal’ pun emosinya terpengaruh, tapi barangkali tidak dalam bentuk ‘kegilaan’.
Ya ini semua baru hipotesis saya, tapi ketika pertama kali mendengar ini ingatan saya jadi tertuju pada sebuah kata dalam bahasa Inggris, yaitu ‘lunatic’. Awalnya saya tahu kata ini adalah ketika saya menggemari (dan sekarang pun masih) musiknya Gazebo. Salah satu lagu hit-nya punya judul ‘Lunatic’, dan sebagai abg yang penasaran (apalagi saya juga kuliah di jurusan bahasa Inggris), saya cari tahu arti kata itu. Ternyata artinya ya kurang lebih “kegilaan” itu. Menurut software Bookshelf 2000, entri kata lunatic punya penjelasan seperti ini :
1.    Suffering from lunacy; insane.
2.    Of or for the insane.
3.    Wildly or giddily foolish: a lunatic decision.
4.    Characterized by lunacy or eccentricity.
[Middle English lunatik, from Old French lunatique, from Latin lūnāticus, from lūna, moon.]
Waktu itu terkejut juga, ternyata ‘lunatic’ punya akar kata ‘luna’, yang berarti bulan. Sudah barang tentu kita dapat menduga pasti ada apa-apanya antara bulan dan kegilaan. Dalam khasanah bahasa Indonesia sama sekali tidak ada referensi tentang hal ini, tapi dalam bahasa Inggris ternyata itu diabadikan secara leksikal, yang menunjukkan pengalaman para penuturnya telah memberi afirmasi mengenai hal ini. Di sini ingatan jadi melayang, … pada lirik lagu Lunatic-nya Gazebo, lunatic itu digambarkan sebagai sifat orang eksentrik, tapi pada filem klasik tentang Werewolf, si manusia-nya baru berubah menjadi serigala ketika bulan jadi purnama.
Jadi, apakah benar tentang pengaruh gravitasi bulan itu? Memang ada referensi historis yang memberikan petunjuk, tapi saya yakin sulit untuk membuktikan ini secara ilmiah. Tapi kalau ini benar, maka ternyata memang ada sumber-sumber behaviour disorder yang eksternal, yang sifatnya ada di luar kendali manusia.
encrta2009Waktu itu, entah di Encarta versi yang mana sebelum yang 2009 ini, saya juga menemukan bahwa ternyata faktor cahaya menjadi pemicu onset-nya behavior disorder. Saya cari-cari referensi tentang ini di Encarta 2009, tapi hingga saya tuliskan ini saya tidak bisa menemukannya dengan kata kunci apapun yang saya punya.
BTW: onset adalah sebuah kata yang saya temukan ketika membaca bukunya Ronald Laing, “The Politics of Experience”, buku kecil yang saya kopi dari Fakultas Psikologi ketika saya rakus membaca segala hal yang berhubungan dengan Eksistensialisme. Arti kata itu menurut kamus Encarta adalah :
“start: the beginning of something, especially of something difficult or unpleasant”
Artinya jelas tidak sama dengan kumat atau kambuh, tapi dalam konteks behavior disorder ini sangat pas.
Intensitas cahaya, ternyata punya pengaruh pada emotional state manusia. Bukti tentang ini adalah pada negara-negara di mana waktu malam hari lebih panjang dari siang hari, jumlah orang-orang yang mengalami depresi meningkat. Demikian pula yang terjadi ketika musim salju tiba. Yang musim salju ini saya lupa lagi detilnya, tapi di sinilah saya ingin melanjutkan baca-baca saya yang terputus dulu.
Sementara ini terpikir begini: kalau musim salju punya pengaruh pada emotional state manusia, apakah ini karena salju-nya, karena dinginnya, karena susahnya akses jalan, karena rawannya bencana longsor salju, atau mungkin karena adanya di sekitar bulan Desember? Maksud saya, apakah somebody somewhere pernah ada yang berteori mirip teori bioritmik itu, bahwa emosi manusia itu bisa punya siklus tertentu, dan di sini yang saya pertanyakan adalah siklus yang terkait dengan kondisi lingkungan?
Apakah kita lebih punya blues feeling pada bulan-bulan di mana dingin lebih terasa?

Bagikan pada media sosial :