# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 6987

Banyak media di Internet menyebutkan bahwa tanggal rilis resmi Windows 8 adalah 26 Oktober 2012. Namun bagi ‘teknisi komputer’ yang memiliki akses ke situs MSDN dan Technet ternyata sistem operasi itu sudah dapat diunduh tanggal 15 Agustus lalu, dan bagi yang memiliki skema lisensi software Microsoft melalui Volume Licensing dapat memperolehnya sehari sesudah itu, yaitu 16 Agustus. Kebetulan saya representasi tempat kerja untuk yang terakhir itu. Jadi, termasuk yang beruntung bisa mencobanya untuk pertama kali. Sebelumnya saya pernah menulis versi Consumer Preview dari Windows 8 di sini. Apa bedanya itu dengan versi final yang sekarang ?openingw8Secara terperinci saya yakin pasti bedanya sangat banyak. Saya sendiri hingga sekarang belum menjelajahi semuanya. Yang jelas, di versi Consumer Preview orang masih bisa berharap akan ada perubahan pada versi finalnya, baik dalam hal kestabilan, kompatibilitas, GUI, dan sebagainya, tapi di versi final kita tentu mendapat penegasan bahwa memang inilah yang akan ditampilkan oleh Microsoft secara utuh untuk sistem operasi yang paling banyak digunakan di dunia ini.

Sekarang ini pasti sudah banyak yang menampilkan review tentang Windows 8. Daripada saya melakukannya secara terperinci dan bertele-tele, lebih baik saya ringkaskan saja berkenaan dengan hal-hal yang saya temukan :

  1. Waktu Boot-Up
    Terasa ada peningkatan dalam hal kecepatan waktu boot-up, apalagi ketika semua core processor kita aktifkan melalui MSCONFIG – BootAdvance OptionsNumber of Processors. Tapi anehnya, pada laptop Fujitsu LH-531 dan Asus A43E itu memang terjadi, sedangkan pada komputer desktop rakitan, saya malah merasa boot-up jadi lebih lama. Barangkali dipengaruhi komponennya juga. Desktop saya itu memang hanya dual core awal dengan VGA Card yang tidak terlalu kuat.
  2. Login dgn Akun Microsoft
    Kalau kita masuk ke Windows, sebelumnya hanya memasukkan password saja. Di Windows 8 versi final ini, yang dimasukkan adalah password dari email kita pada akun Microsoft. Ini artinya, kita sebaiknya punya akun pada layanan email dari microsoft, seperti live.com, windowslive.com, msn.com, atau yang terbaru outlook.com.
    Apakah bisa, tidak menggunakan akun email dari Microsoft ? Bisa. Tapi saya belum mencobanya. Itu berarti kita tidak akan bisa menggunakan integrasi akun dengan Windows-nya sendiri. Lalu apakah bisa login tanpa email / Internet sama sekali ? Waktu instalasi, saya lihat itu ada pada opsi paling bawah. Saya juga belum mencobanya. Tapi itu tentu akan tidak membawa kita pada konsep desain Microsoft di Windows 8 ini yaitu memberikan pengalaman update tentang berbagai layanan Internet yang kita gunakan dalam satu tempat.
  3. Interface GUI
    Sebuah review di ZDNET menyatakan ketidaksukaannya pada Interface GUI Windows 8 yang semula diberi nama Metro itu. Katanya kalau pada release preview Metro adalah plan A, maka Microsoft harus memberikan plan B pada versi final. Pada kenyataannya Microsoft mempertahankan interface GUI itu, meski kini namanya bukan Metro tapi Windows 8 Style UI.
    Tampilan awal setelah selesai boot adalah Windows 8 Style UI itu (seperti pada gambar di awal tulisan ini). Yang ditandai dengan kotak-kotak yang bertumpuk satu sama lain (masing-masing disebut tile). Pada beberapa tile ada yang disebut live tile yang menampilkan informasi yang berganti-ganti, seperti bila pada news tile maka judul berita satu muncul lalu disusul dengan judul berita berikutnya. Sayangnya, kita tidak bisa membuat / mendesain tile sendiri yang live. Misalnya Saya ingin live tile Twitter yang memunculkan twit terbaru silih berganti. Ternyata sebuah aplikasi bisa ditampilkan secara live pada tile-nya bergantung pada aplikasi itu sendiri; apakah memang didesain untuk itu atau tidak.
  4. System Recovery
    Ini yang sangat menarik buat saya, meskipun bukan tanpa masalah. Ini sebuah perkembangan penting sekali di Windows 8 dibanding versi-versi Windows sebelumnya. Kalau ada masalah pada sistem operasi dan kita tidak dapat memperbaikinya dengan cara biasa, maka cara yang paling ces pleng adalah dengan instal ulang. Windows 8 nampaknya membawa kita untuk tidak harus melakukan itu, karena ada opsi untuk mengembalikan Windows pada kondisi sesaat setelah selesai instalasi. Tentu saja aplikasi dan data yang sudah ditambahkan akan hilang (data harus kita pindahkan dulu). Tapi pilihan recovery tidak hanya itu :
    advoptPada saat boot, kita bisa masuk ke pilihan seperti di atas melalui Change Default or Choose Other Options dan kita masuk ke Advanced Options seperti gambar di atas. Ada pilihan System Restore yang akan mengembalikan kondisi Windows pada Restore Point yang telah kita buat sebelumnya (ini sama pada versi Windows sebelumnya). Lalu System Image Recovery. Saya belum coba, tapi nampaknya ini dari backup image yang kita buat keseluruhan ketika Windows dalam kondisi baik. Sedangkan Automatic Repair adalah yang saya jelaskan di awal, yaitu yang akan mengembalikan Windows ke kondisi sesaat setelah selesai instalasi. Dua menu lainnya adalah untuk troubleshooting.
  5. Organisasi / Mencari File
    Ada dua hal penting yang saya temukan, meskipun pengamatan saya belum tentu sepenuhnya benar juga :
    a. Mencari melalui desktop dilakukan dengan kombinasi tombol Windows dan huruf  W. Kita akan diberi pilihan mencari aplikasi, setting atau file. Bila kita mencari file, maka itu akan berlaku untuk drive di mana si Windows berada. Bila drive Windows adalah C, sedangkan yang kita cari ada di E, kita tidak bisa lakukan dengan mengetikkan, misalnya E:\makalah.docx.
    b. Bila kita akan mencari file pada drive lain, itu bisa kita lakukan melalui fasilitas search di Explorer.
    Selama saya coba Windows 8 hingga kini, tidak terasa adanya proses indexing, yang dulu selalu ditanyakan, pada Vista atau 7. Sepertinya (?) semua file sudah otomatis terindeks diawal instalasi dengan cepat.
  6. Soal Aktivasi Windows
    Microsoft katanya akan memperbaiki sistem otentifikasi Windows sehingga bisa mengurangi pembajakan. Persisnya saya belum tahu, tapi yang aneh pada Windows 8 ini adalah ternyata kita tidak bisa melakukan aktivasi seperti biasa pada System Properties. Bila kita pencet kombinasi tombol Windows dan pause, kita akan masuk ke System Properties. Di bagian paling bawah ada tempat untuk mengaktifkan Windows.
    Pada Windows 8 versi final ini ternyata aktivasi tidak bisa dilakukan di sana. Alih-alih, kita mesti masuk ke menu Run dan mengetikkan SLUI 3 lalu enter. Ada jendela yang muncul dan di situlah kita baru bisa melakukan aktivasi. Soal ini saya yakin pasti akan ada patch yang nanti dikeluarkan Microsoft untuk memperbaikinya.
  7. Antivirus Terintegrasi
    Sebelum Windows 8, kalau kita menggunakan Windows yang berlisensi maka kita dapat menggunakan antivirus buatan Microsoft yang disebut MSE (Microsoft Security Essential). Di Windows 8 MSE ditiadakan. Persisnya adalah langsung diintegrasikan ke dalamnya, tapi dengan nama Defender. Soal apakah kita bisa menggunakan antivirus lain, saya belum tahu karena belum coba. Tapi sebelumnya saya puas dengan MSE, dan nampaknya saya tidak akan punya alasan untuk menggunakan antivirus lain. Dulu soal virus sudah kita lupakan berkat MSE. Sekarang dengan Defender, kita bahkan bisa tidak perlu tahu apakah ada antivirus atau tidak di Windows kita :)
    Yang saya amati hingga kini, ternyata autoupdate definition-nya tidak bisa benar-benar auto. Setiap hari berganti, atau beberapa jam berlalu, saya masuk ke Windows Update dan klik search for update, ternyata ada saja update untuk Defender, dan itu tidak terinstal secara otomatis. Ini juga mungkin kekurangan yang harus diperbaiki melalui patch.
  8. Help File masih Versi Release Preview
    Gara-gara ini saya berpikir mungkin Microsoft agak terburu-buru merilis versi yang diklaim sebagai final, dan bagian Quality Control-nya jelas kurang teliti. Bila kita pencet F1 lalu klik Get Started, kita akan melihat bahwa help file-nya ternyata masih menggunakan versi Windows 8 Release Preview.
    helppreSaya kira kalau tanggal 26 Oktober nanti jadi dilakukan public release, maka Windows 8 ini harus di repackage dengan semua kekurangan yang ada pada Versi Final Awal (!)ini :)
  9. NetFramework Tidak Bisa Diinstal Secara Offline ?
    Apakah kita bisa merasa tercukupi dengan aplikasi-aplikasi default bawaan Windows 8 ini ? Kalau saya tidak. Saya merasa belum nyaman dengan Twitter yang disajikan melalui tile / live tile / atau yang interface-nya seperti kalau kita klik tile itu. Maka saya pasang Tweetdeck. Tapi Tweetdeck butuh Netframework. Saya sudah punya berbagai versi file NetFramework, tapi anehnya semua itu tidak bisa dipasang secara offline. Windows 8 ini menuntut kita untk memasangnya secara live update alias butuh koneksi Internet untuk mengunduh langsung dari situs Microsoft. Jelas ini akan lebih memakan waktu. Ini juga saya kira harus diperbaiki.
  10. Menginstal di komputer rakitan cenderung bermasalah
    Ini juga kesan yang saya peroleh ketika menginstal versi Consumer Preview Windows 8 sebelum ini, meskipun barangkali sampel saya tidak representatif karena lagi-lagi hanya saya instal pada 2 laptop dan satu desktop. Ketika itu pada laptop instalasi berhasil, tapi pada desktop malah tidak bisa sama sekali. Sekarang dengan versi final ini baik pada laptop maupun desktop bisa berhasil, tapi pada desktop cenderung ada masalah mulai dari driver yang tidak ketemu, respon yang lambat, hingga efek software yang masih ada ketika sudah di-uninstal. Untuk yang terakhir ini kasusnya adalah pada Free Download Manager. Sudah saya cabut, tapi ketika download via browser, masih dialihkan ke FDM. Saya restart dan bersihkan registry, tapi tidak ada pengaruhnya. Saya cabut semua browser dan instal ulang, baru teratasi. Hal yang sama saya lakukan pada laptop, tapi masalah itu tidak terjadi. Semoga ini hanya masalah di saya saja.
  11. Deteksi Driver Tidak Selalu Sukses
    Ya ini adalah harga yang harus dibayar untuk fragmentasi yang dihadapi OS seperti Windows. Tidak mungkin bisa mengejar perkembangan semua hardware. Untuk driver-driver yang tidak terdeteksi otomatis, solusi saya adalah menggunakan software Driver Easy (membutuhkan NetFramework), tapi dari dua laptop dan satu dekstop, baru pada Fujitsu LH-531 yang sukses terinstal semua driver-nya. Masih ada peripheral yang belum terpasang driver-nya pada 2 sisanya.

Demikian yang bisa saya ceritakan tentang Windows 8 versi final ini. Atau barangkali harus saya sebut Versi Final Awal, mengingat masih adanya beberapa masalah. Orang barangkali akan merasa tidak nyaman dengan GUI barunya, tapi saya kira itu hanya masalah waktu sebelum kita terbiasa. Tapi bukan tanpa pertimbangan mengapa GUI seperti ini ditampilkan. Salah satu yang saya perkirakan adalah karena Windows 8 ini dibuat juga untuk versi mobile-nya baik pada ponsel maupun tablet. Apakah dengan demikian GUI itu akan memfasilitasi proses atau hasil sinkronisasi antara PC ke HP dan Tablet yang ber-OS Windows 8 ? Saya tidak bisa menjawabnya karena saya belum menggunakan ponsel maupun tablet Windows 8.

Hal terakhir adalah kita mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengakses fungsi-fungsi atau aplikasi yang biasa kita gunakan. Yang terpikir oleh saya adalah mempelajari pintasan keyboard dan menghapalkannya. Memang, pertama agak membuat frustasi. Misalnya, kalau kita ada di mode desktop, dengan menggeser kursor mouse ke pojok sebelah kanan akan muncul semacam sidebar, untuk akses kita ke Search, Share, Start, Devices, dan Setting - tapi kadang itu sama sekali tidak bisa membuatnya muncul. Ternyata, untuk menjamin itu muncul adalah dengan kombinasi tombol Windows dan huruf C. Masih banyak lagi tentang ini. Kita pelajari sendiri saja dengan memencet tombol Windows, Control, Alt dan dikombinasikan dengan semua tombol lain. Kita coba saja satu persatu dan lihat hasilnya. Dengan adanya beberapa mapping eksekusi yang baru atau berbeda ini, Saya kira suatu saat harus ada keyboard khusus yang memang desainnya dioptimalkan untuk Windows 8, dengan pintasan-pintasan ke fungsi/aplikasi tertentu.

Sekian semoga berguna. Mari kita diskusikan.

Bagikan pada media sosial :