# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 2141

Ketika dulu komputer saya masih XT dan 386, ada kejadian yang membuat saya harus tahu pemrograman itu apa. Saya tidak belajar menjadi programmer, tapi tahu sedikit apa itu source code, compiler, dan bahasa pemrograman. Penyebabnya adalah ketika itu nyaris semua file-file tertular virus Mystic atau Magic. Antivirusnya untuk waktu yang cukup lama belum ada, dan ketika itu koneksi Internet belum ada di Indonesia. Tapi lalu saya baca iklan di koran Kompas tentang sebuah majalah, yang namanya Mikrodata. Katanya di edisi bulan itu ada source code antivirus Mystic dalam Turbo Pascal. Saya langsung beli majalah itu dan mengetikkan source code-nya. Compile, dan jadilah antivirus untuk virus Mystic sialan itu.
Kerepotan itu tidak terjadi hari ini karena sekarang ada Internet dan banyak program antivirus gratis. Tapi ternyata keduanya tidak menjamin kita terbebas dari masalah. Baru-baru ini saya direpotkan oleh datangnya empat sampai enam komputer yang dikeluhkan tidak bisa jalan Windows-nya. Terutama adalah berkenaan dengan tombol start di kiri bawah Windows yang tidak mau di klik. Saya sudah coba cukup banyak antivirus yang ada, tapi semuanya tidak bisa mengatasi masalah ini. Yang tipikal dari virus ini adalah, adanya file system.exe yang dieksekusi di batch pada saat start-up, lalu adanya folder recycler.bin (bukan recyled-bin), yang di dalamnya ada file info.exe dan beberapa file lain. Si recyler.bin ini dibuat hidden, sehingga normalnya tidak bisa dilihat secara normal oleh explorer. Saya mencoba menghapusnya dengan menggunakan live CD Linux Puppy. Tapi setelah terhapus, file-file itu semua muncul lagi.
Akhirnya saya mencoba antivirus gratisan AVG, buatan Republik Chezch. Instal dan update definition file-nya. Ternyata anti virus ini ampuh juga. Malah sekalian juga mengidentifikasi virus dan trojan lain yang saya tidak tahu ada di komputer-komputer itu. Setelah full scan, lalu restart, eh, ternyata system.exe masih ngendon di start-up. Lalu saya boot lagi komputer dan masuk ke safe mode, dan full scan lagi di sana. Ternyata dengan mode ini AVG masih bisa menemukan cukup banyak virus dan trojan. Setelah selesai, saya boot lagi, dan syukurlah. Kali ini system.exe sudah hilang. Ternyata si AVG ini mampu juga menghapus entri di registri yang memicu terbentuknya system.exe itu lagi.
Keenam komputer itu akhirnya jalan lagi seperti biasa. Dan saya menuliskan catatan singkat ini setelah sekitar dua mingguan mencoba berbagai program antivirus :(

Bagikan pada media sosial :