# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 27

aHR0cDovL3d3dy50b3B0ZW5yZXZpZXdzLmNvbS9pL3Jldi9zY3JuL2xhcmdlLzY4NjI3LWxpYnJlb2ZmaWNlMS5qcGc=Ini terutama sebagai catatan pribadi saya, yang sebagian besar waktu kerja pakai Windows dan hanya sesekali pakai Linux. Ya, Libre Office perlu up-to-date soalnya kalau sudah di Linux kerja office pasti ke situ. Saya cari-cari sendiri nggak ada yang to the point. Akhirnya dengan comot sana sini, jadi lah catatan ini.

Sepertinya catatan saya ini juga berlaku untuk distro Linux lainnya yang non-debian-based. Untuk yang debian-based saya masih bermasalah dengan bagaimana mengintegrasikan perintah apt-get di command line. Misalnya, saya coba di LXLE, ada respon bahwa perintah itu belum ada. Akhirnya saya bertahan dengan LibreOffice versi lama di LXLE.

OK. Inilah catatan saya itu :

# cd /tmp
   –> supaya semua proses instalasi dsb ada di folder tmp

# wget (lalu diisi dengan URL paket installer Libre Office terbaru yang kita mau. Ini
    mengunduh LibreOffice)
   –> Misalnya ini 

# yum remove libreoffice*  
   –> uninstall LibreOffice yang sekarang terpasang

# tar -xvf LibreOffice_5.2.0_Linux_x86-64_rpm.tar.gz
  –> meng-ekstrak LibreOffice yang sudah diunduh
         
# cd /tmp/LibreOffice_5.2.0.4_Linux_x86-64_rpm/RPMS/
   –> masuk ke folder untuk menginstal LibreOffice

# yum localinstall *.rpm
   –> mulai menginstal LibreOffice sampai selesai.

OK. Hanya begitu saja.

Bagikan pada media sosial :