# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 3559

Minggu 25 Mei kemarin saya mengikuti ujian kenaikan tingkat Orari. Sekarang ini tingkat saya adalah siaga (Yankee Delta), dan saya ujian ini adalah untuk naik ke tingkat penggalang (Yankee Charlie). Ketika masuk pertama dulu, di benak saya ada semacam idealisme untuk ujian ini; seperti tekun belajar ini itu dan tentu saja berlatih morse. Tapi dengan apa yang saya alami dulu, maka ketika mengikuti ujian kenaikan tingkat kemarin itu, saya santai saja. Bahkan santai sekali. Pertama, saya punya berkas ujian tahun lalu, saya menurut pengalaman, soal-soalnya sering keluar lagi persis. Kedua, katanya sekarang ini adalah untuk terakhir kalinya ujian Orari ditangani oleh Dinas Perhubungan (Dishub) sebelum nantinya akan ditangani Depkominfo, maka ada isu bahwa sekarang ini adalah “Cuci Gudang”.
Cuci gudang atau bukan, yang jelas Saya ikut ujian ini memang karena ada kebutuhan khusus. Dengan tingkat siaga, saya hanya bisa komunikasi secara phone di 2m (VHF), UHF, dan 80m, dan itu terasa cukup membatasi. Masalahnya adalah, saya ingin berkomunikasi dengan orang yang jauh, dan selama ini saya ingin sekali bisa berkomunikasi di 40m. Perangkat sudah ada, yang belum adalah izinnya.
Ujian yang saya ikuti kemarin baru tahap pertama. yaitu ujian tertulis, dan diselenggarakan di gedung SMP Negeri 5 Bandung. Ujiannya meliputi Pancasila & UUD 1945, Teknik Radio, Peraturan Amatir Radio, dan Bahasa Inggris. Tahap kedua adalah nanti tanggal 31 Mei ini di Dishub Bandung, Jalan Sukabumi nomor 1. Yang diujikan adalah praktik mengirim dan menerima kode Morse. Hmm, ini barangkali lebih demanding daripada sebelumnya, dan entah apakah bisa sesantai ujian tulis kemarin. Tapi kalo saya lihat teman-teman yang sudah jadi Penggalang, saya lihat ada di antaranya yang kemampuan Morse-nya ada di bawah saya, tapi bisa lulus. Masa Saya tidak bisa ?
Entahlah, tapi yang jelas sekarang saya sedang melatih lagi kemampuan Morse saya.

Bagikan pada media sosial :