# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 9325

Untuk keperluan sebuah acara yang telah dirancang akan memberi hadiah kepada para partisipannya, saya diminta bantuan oleh panitia untuk membeli beberapa barang yang akan dijadikan sebagai hadiah. Salah satu di antaranya adalah telpon genggam CDMA, yang setelah saya cermati, akhirnya pilihan jatuh pada ZTE C-321. Alasan utamanya adalah karena harganya yang murah, bentuknya bagus, pegangannya mantap, dan yang paling penting adalah, bisa ok dipakai untuk melakukan hal mendasar dari sebuah HP, yaitu menelpon dan SMS.
Saya lega bahwa pilihan saya tidak salah. Soalnya sebelumnya saya cari review di Internet dan tidak menemukan yang memberikan bahasan yang rada in-depth. Paling hanya mengurai spek-nya saja. Masalahnya adalah, apakah HP ini layak guna dan layak beli tidak?
Well, sekarang ini operator telpon banyak yang sudah mem-bundle penjualan HP dengan nomer telponnya sekalian. Tapi jeleknya adalah HP itu hampir semuanya sudah di kunci supaya hanya bisa digunakan operator itu. Nah, ZTE C-321 ini ternyata ada yang versi yang locked dan unlocked. Yang saya temukan adalah ZTE C-321 ini di-locked untuk hanya bisa digunakan pada Fleksi. Rivalnya, dengan harga yang persis sama, adalah dari merek Nexian tipe FP-303. Sementara ada yang juga di-bundle dengan nomor Fleksi, tapi dinyatakan oleh penjualnya sebagai tidak di-locked. Hal inilah yang membuat perbedaan harga. Untuk yang di locked dengan Fleksi, harganya Rp 225K. Sedangkan yang unlocked adalah Rp 245K. (dengan catatan ini dibeli di BEC Bandung tanggal 11 Desember 2008). Saya beli yang versi unlocked.
Dalam paket penjualannya kita akan temukan :

  1. HP ZTE C-321
  2. Charger
  3. Manual ringkas dalam bahasa Indonesia
  4. Kartu Garansi
  5. Service Centers & Collection Points List (isinya semua wilayah di Indonesia)
  6. Nomer Fleksi

Harga sudah ok. Gimana dengan bentuknya? Menurut Saya bentuknya cukup bagus. Terutama karena di pinggirnya ada lis warna chrome dan kontur tutup batterai di belakangnya berdesain seperti layaknya HP mahal. Sekilas tidak berkesan plasticky. Tentang pegangannya, rasanya cukup bagus. Poinnya bagi saya adalah HP ini punya berat yang cukup membuatnya bisa ada di genggaman kita dengan mantap. Keypad-nya sekilas nampak agak kaku, tapi kalau sudah dicoba lumayan juga, meski tidak bisa dibandingkan dengan keypad-nya Nokia. Untuk SMS, keypad HP ini lumayan OK, dan saya kira jauh lebih nyaman dari rivalnya, yaitu Nexian FP-303, yang wujudnya flat, rata. Saya tidak mau menghabiskan waktu di BEC dengan terlalu banyak mencoba. Jadi saya hanya melihat penampilan luar, dan feel-nya ketika ada digenggaman. C-321 dalam hal ini lebih OK.
S
aya yang sudah biasa dengan merek Nokia merasa agak sedikit kecewa dengan tampilan display dan menunya. Memang sudah berwarna, tapi pilihan warnanya cenderung kaku, bukan warna-warna tegas yang ceria. Saya coba atasi ini dengan menurunkan brightness dan contrast sampai ke level terendah, yang ternyata lumayan mengatasi keadaan, sekaligus juga bisa mengirit baterai-nya. Memang lebih redup, tapi masih readable.
Gerakan menunya berdasarkan ikon, dan ini tidak bisa diubah ke mode lainnya. Font-nya juga fixed, lumayan kecil, tapi masih bisa dibaca jelas, meski tidak disarankan untuk orang yang penglihatannya bermasalah. Gerakan menu-nya lambat, meski tidak sluggish. Ini cukup berpengaruh pada saat kita menulis SMS, tapi menurut saya, tinggal masalah pembiasaan kita saja.
Tentang kualitas suara, buat saya HP ini agak tajam ke telinga. Bass-nya kurang. OK, barangkali memang tidak bisa kita mengadili audio CDMA dengan yang di GSM atau Hifi System. Tapi sekurang-kurangnya tidak lebih lembut dari Nokia 6225 yang biasa saya pakai sehari-hari. Saya coba kecilkan volume-nya, dan cukup mengatasi masalah ini. Tentang audio, baik si penjual maupun beberapa review di Internet mengatakan bahwa HP ini tidak punya speakerphone, tapi ternyata ada. Caranya adalah, tinggal pencet tombol OK. Pada setelan volume penuh, suara speakerphone-nya agak pecah, diturunkan satu level masih pecah, turun satu lagi lumayan, tapi agak kurang terdengar. Lucunya, si penjual memposisikan HP ini sebagai HP yang tidak punya speakerphone, tapi punya voice recorder, sedangkan si Nexian FP-303 dikatakan sebagai punya speakerphone, tapi tidak punya voice recorder.
Setelah Googling, saya temukan beberapa secret codes untuk HP ini, yaitu :

  1. *#06#
    : kalau di GSM ini adalah IMEI, maka di C-321 adalah ESN. SN pasti singkatan Serial Number, nggak tahu E singkatan apa.
  2. *983*7#
    : yang dimunculkan adalah ‘manufactory’; di yang saya coba munculnya adalah 10010000.
  3. *983*86#
    : yang dimunculkan adalah ‘always vibrate test’; HP jadi vibrate terus menerus dengan jeda.
  4. *983*84#
    : yang dimunculkan adalah ‘always ringer test’; HP jadi berbunyi ringtone terus menerus dengan jeda.
  5. *983*4648337#
    : yang dimunculkan adalah ‘flash type’; yang menarik, di situ muncul tulisan SAMSUNG K5L6331CA; berarti di dalamnya ada komponen buatan Samsung? atau hanya firmware-nya? Sayang tidak ada nomor yang bisa dikenali, sehingga kalau kita beli lagi kita bisa memastikan mendapatkan HP dengan firmware lebih tinggi.
  6. *983*22837#
    : yang dimunculkan adalah ‘empty all use records’; nampaknya ini untuk clear out semua memory; di bawahnya ada pilihan OK dan Cancel.

Ada yang menarik, di bagian atas HP, agak ke belakang ada tulisan ‘CDMA by Qualcomm’. Qualcomm setahu saya adalah perusahaan Amerika. Sedangkan dari salah satu secret codes saya dapatkan bahwa ada komponen dari Samsung di HP ini (yang adalah perusahaan Korea). Tapi HP ini dinyatakan sebagai HP buatan Cina.
Saya coba cari detil lebih lanjut tentang HP ini di websitenya ZTE, yaitu zte.com.cn. Ternyata di sana tidak ada informasi apapun tentang C-321. Yang ada malah C-335, yaitu tipe yang ketika saya beli diposisikan sebagai lebih mahal dari C-321, yaitu Rp 280K, dengan alasan lebih tipis. Ada juga di sana presentasi flash untuk C-335, yang ternyata dinyatakan sebagai ‘Smart Speakerphone’. Mungkin memang lebih bagus, spek lebih tinggi dari C-321, tapi saya kurang suka dengan fisiknya. Kesannya plasticky, terlalu ringan, ringkih, sehingga tidak mantap di genggaman.
Saya tidak terlalu menjagokan C-321. Tapi meski tidak ada built-in modem, saya kira HP ini layak guna dan layak beli untuk harga yang semurah itu.

Bagikan pada media sosial :