# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1674

Wai Meng Chan adalah seorang guru besar di sebuah universitas di Singapur. Presentasinya adalah tentang mobile technologies dalam rangka belajar bahasa asing. Ternyata bahasa yang diajarkannya adalah bahasa Jerman, dan untuk itu dia menggunakan apa yang disebut Podcasting. Saya belum tahu benar itu, tapi kedengarannya adalah just another free web service, di mana kita bisa menyimpan file audio, lalu bisa di-playback secara online (streaming) atau didownload ke device tertentu lalu di playback. Materi audionya ya jelas berhubungan dengan bahasa yang dipelajari. Dia melakukan itu ke anak-anak didiknya, lalu dia melakukan penelitian, dan hasilnya dipresentasikan. Berikutnya, saya masuk ke sebuah Sesi yang dibawakan oleh orang Indonesia. Namanya Ayu Kusumastuti. Presentasinya adalah, “E-Learning Exchanges – the Kang Guru Experience”. Ternyata ini adalah salah satu proyeknya IALF alias Indonesia-Australia Language Foundation, yang websitenya adalah kangguru.org. Mereka share pengalaman tentang menghubungkan pelajar-pelajar SMP di berbagai bagian di Indonesia melalui email, dan melalui email itu mereka saling interaksi menggunakan bahasa Inggris. Detil interaksi itu tidak jelas. Seberapa intens komunikasi itu dilakukan, tapi si Ayu membeberkan beberapa testimoni tentang kebermanfaatan programnya. Sangat mendasar, sangat sederhana, tapi cukup berguna. Hanya nampaknya mereka perlu lebih melebarkan sayapnya. Saya pikir bahasa Inggrisnya si Ayu ini bagus sekali. Dia nampaknya aware bahwa untuk bisa tampil bagus dia juga harus tampil dengan elemen non-verbal khas bule. You know, those inflections, those exaggerated mimical stuffs like that. Cool. I wish I could be like her.Berikutnya lagi adalah sebuah presentasi yang lebih pantas ada di sebuah seminar, bukan workshop, tapi mungkin karena yang membawakannya adalah yang punya gawe, maka yang semua orang mungkin maklum :) Ini adalah sesinya Pak Indra Charismiadji, boss-nya Higher Learning. Sementara saya sendiri agak skeptis dengan apa yang disampaikannya di hari pertama pada Plenary Session, kali ini saya cukup tercerahkan dengan presentasinya. Poin-nya sebenarnya sama dengan yang disampaikan oleh Phil Hubbard dari Stanford itu. Dia bilang bahwa yang pertama kali penting dalam belajar bahasa asing adalah Listening. Ketika itu saya belum ngeh, bahkan dalam hati saya membantah dia dengan mengatakan bahwa belajar bahasa asing tentu harus lebih dari sekedar mendengarkan. Tapi thanks berkat presentasinya Pak Indra ini, saya jadi lebih paham tentang pentingnya Listening. Analogi-analoginya bener-bener kena. Cilaka, selama ini proses belajar bahasa asing kalau tidak juga sambil mendengarkan penutur aslinya bicara gimana dong ? Gawat!Yang terakhir adalah orang Filipina, namanya Opina Arlene. Saya pikir tadinya dia orang Indonesia, tapi kok bahasa Inggrisnya bagus sekali, meski terdengar so Asian. Saya mau mendengarkan dia karena di Sesi lain dia janji akan menjelaskan nicenet.org, tempat di mana kita bisa membuat apa yang disebut Virtual Class. Tapi ternyata yang dijelaskannya adalah hasil penelitiannya. Judul presentasinya adalah, “Development and Validation of Online Instructional Modules in College English”. Bahasa Inggrisnya nyerocos, tapi jelas. Intinya adalah dia membuat buku modul belajar bahasa Inggris yang lalu pembelajarannya ditindaklanjuti dengan segala sesuatu yang web-based. Mulai dari penggunaan nicenet.org, sampai penggunaan game yang temanya adalah bahasa Inggris.Keluar dari sesi terakhir langsung masuk ke ruangan utama. Ternyata di sana sudah banyak orang. Mereka lagi mendengarkan kesan dan pesan dari beberapa peserta. Sesudah itu adalah sesi foto bersama. Saya langsung ke ruang panitia sesudah itu, ambil sertifikat, dan cabut ke Bandung.Acara ini lumayan telah berhasil memberikan tamparan gratis ke pipi saya, … bahwa saya seharusnya sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan, dan harus melakukannya dengan lebih baik lagi.

Bagikan pada media sosial :