# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1263

Hari ketiga adalah hari terakhir. Polanya hampir sama seperti sebelumnya. Didahului dengan plenary session, lalu peserta dibebaskan untuk masuk ke sesi-sesi workshop yang ada. Kali ini saya mau jujur dengan diri sendiri. Kalau tidak suka dengan sebuah sesi, maka saya akan keluar. Maka masuklah saya ke sebuah sesi yang digawangi oleh seorang Malaysia, yang umurnya sama dengan saya, tapi nampak jauh lebih tua. Dia membawakan hasil penelitiannya di Sabah tentang Interactive Writing. Entah apa yang dimaksudkan dengan frase itu, tapi bicaranya nggak jelas, terlalu banyak ngomong “you know” dan dia mempresentasikan makalahnya seperti kalau dia berhadapan dengan komunitas ilmiah. Nampaknya tidak akan ada manfaat praktis yang bisa didapat dari sesi ini. Saya langsung keluar, meski sebelumnya sudah menyalakan perekam dan motret beberapa shot.Saya masuk ke sebuah sesi yang dibawakan oleh seorang perempuan Taiwan. Judul makalahnya adalah “A blog reading and writing project in Taiwan”. Lagi-lagi ini jelas hanya masalah yang sepele. Soal menulis blog, dan yang ditulis adalah menggunakan bahasa yang dipelajari. Apa yang aneh dari ini ? Tapi dia membawakannya dengan semacam game kecil ke para peserta. Game-nya melibatkan dua orang yang harus duduk saling membelakangi. Satu orang bicara, lalu yang dibelakangnya menulis atau menggambarkan apa yang didengarkan. Ini dilakukan secara bergantian. Entah poin-nya apa, tapi yang jelas dia hanya mau mengatakan bahwa sebaiknya apa yang diblogkan itu sebaiknya adalah sesuatu yang secara visual kaya (visually rich) karena hanya dengan cara itu maka imajinasi bisa mengalir lebih banyak, yang pada gilirannya akan mempengaruhi proses kreatif menulis.Ketika saya ikut game itu saya berpasangan dengan seorang perempuan muda Taiwan. Eh, ternyata dia adalah presenter berikutnya di ruangan yang sama dan seorang profesor. Saya nggak bisa memutuskan dengan cepat sesi mana yang berikutnya harus saya ikuti, tapi ketika saya baca abstraknya, ternyata yang dibawakan profesor Taiwan ini lebih menarik dari yang lain. Dan ternyata Saya tidak salah. Dia mempresentasikan makalah hasil penelitiannya, tapi dengan cara dan gaya yang jauh lebih menarik dari orang Malaysia tadi. Namanya Chen, Chi-Fen. Makalahnya, “Interraction Patterns and use of discourse strategies in asynchronous discussion for peer learning”. Apa yang dibawakannya adalah tentang pengayaan cara belajar di kelas dengan komunikasi asinkron via Internet melalui medium web-based di nicenet.org. Apa yang disampaikannya membuat Saya amat sangat terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Bukan untuk kepentingan penelitian, tapi untuk kepentingan mengajar langsung. Tadinya saya kira dia melakukannya melalui mailing list, tapi ternyata itu melalui sebuah medium web-based. Saya sendiri baru tahu kalau ada tempat seperti nicenet itu.Berikutnya, saya sudah menandai sebuah sesi yang dibawakan oleh Joni Alfino. Sounds like he’s an Indonesian. Tapi ketika saya mau keluar ruangan, banyak orang masuk dan berebutan mencari tempat duduk. Saya pikir emangnya sesi berikutnya tentang apa, …. ternyata itu adalah yang dibawakan Debra Hoven, orang Kanada yang kemarin bicara di Plenary Session. Presentasinya adalah, “Digital Storytelling and e-portofolios for language teaching and learning”. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya apa yang dibawakannya hanya menggunakan istilah berbeda untuk hal yang sama. Ketika ada yang tanya layanan apa yang sebaiknya dipakai untuk kepentingan itu, dia menjawab bisa apa aja. Mulai dari blog, wiki, de el, el, de, es, be. Lalu apanya yang baru di sini ? Saya nggak tahu kenapa banyak orang datang ke sini kalau presentasinya hanya tentang hal yang sudah familiar. Maka saya memutuskan untuk keluar dan mengecek sesi lainnya. Tidak lupa saya menitipkan dulu alat rekam saya sudah saya simpan di depan ke seseorang yang duduk di sebelah saya. Saya cek sesi yang judulnya adalah “Free to run and play: Cellular Phone Application for Modern Foreign Language Teaching”. Aduh, ternyata sesi ini ditiadakan. Kok aneh, kenapa dari kemarin yang berhubungan dengan Cell Phone gagal? Kemarin pembicaranya tidak datang, dan sekarang malah dicancel. Ya akhirnya saya balik lagi ke sesinya si Debra Haven.Berikutnya adalah apa yang disebut dengan Poster Session. Ini hanya sebuah sesi di mana orang-orang yang berkepentingan memasang poster tentang CALL macam apa yang mereka lakukan dan orang-orang boleh mendekat dan bertanya langsung kepada yang memasangnya.Sekarang saya harus masuk ke Plenary Session berikutnya oleh Wai Meng Chan. Dia bicara soal mobile technologies.

Bagikan pada media sosial :