# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 2632

Pada sebuah milis, nyaris terjadi flame war gara-gara saya salah ketik. Maksud saya, yang saya ketik itu tidak mencerminkan apa yang mau saya katakan. Ya memang begitu lah kalau terlalu banyak ikut milis, tapi terlalu sedikit waktu untuk benar-benar teliti menjawab. Ceritanya, seseorang mengirimkan email yang Out of Topic (OOT). Emailnya berisi attachment dan message-nya dalam format HTML. Lalu seseorang dengan Blackberry (BB) mengeluhkan soal OOT itu. Saya menjawab, dengan mengatakan bahwa sebaiknya pengguna BB tidak ikut milis yang ramai karena sifat email client di BB yang always on … alias push email. Inilah yang memicu salah paham.
bold Seseorang ternyata mengira saya melarang pengguna BB untuk ikut milis. Ini sungguh menggelikan. Tapi dia menulis seperti dengan semangat flaming … yang kalau saja saya ini pemula dalam hal email, barangkali akan ada ribut-ribut tekstual, he, he. Yang jelas, di mana pun tidak ada larangan bagi pengguna BB untuk ikut milis. Saya sebenarnya hanya menyarankan saja. Ya oke-oke saja kalau orangnya memang mau diganggu dengan notifikasi datangnya email, termasuk juga dengan email yang OOT dan mengandung attachment besar, sementara koneksinya menggunakan GPRS yang bill-charging-nya adalah berdasarkan ukuran kilobyte data yang digunakan.
Saya bukan pengguna BB. Mungkin notifikasi datangnya email itu bisa dimatikan, atau ada setting lebih lanjut sehingga emailnya tidak selalu push. Misalnya di set untuk jangka waktu tertentu saja download-nya. Tapi tetap saja, email yang mengandung attachment besar akan membuat si pengguna BB harus membayar sejumlah uang untuk ukuran file yang dia ambil, apalagi kalau koneksinya menggunakan GPRS. Oke, barangkali koneksi GPRS itu adalah yang sistem paket dari provider-nya, yang somehow adalah volume based; ya tetap saja akan merugikan karena kuota akan habis hanya untuk informasi yang sebenarnya tidak diperlukan. Barangkali kondisi akan berbeda kalau BB digunakan untuk mengecek email dengan menggunakan Wifi.
Saya tidak anti-BB. Saya malah berempati pada pengguna perangkat itu. Dulu, saya pernah rada sinis pada orang-orang yang footer-ID-nya bertuliskan Sent from My Blackberry. Tentu, kesannya adalah si pengirim seperti mau pamer bahwa dia punya atau menggunakan perangkat itu. Ada bahkan orang yang memplesetkan BB sebagai Crapberry. Tapi kini saya tahu, bahwa orang dengan perangkat portabel memang seharusnya melakukan itu. Saya bahkan sekali waktu akan mengirimkan email decurvengan footer: Sent from Nokia 6225, atau Sent from LG KU-250 (Untuk urusan penting, saya kadang terpaksa menggunakan HP untuk menjawab email). Bila kita berkomunikasi dengan seseorang yang menggunakan footer itu, seharusnya kita empati pada si pengirim. Kenapa? Karena yang bersangkutan lebih baik tidak kita kirimi attachment atau email HTML. Lebih baik plain text saja.
Sebabnya adalah, perangkat penerima yang portabel itu barangkali tidak support attachment dan HTML. Selain itu, koneksi yang ada barangkali terbatas dan memiliki kendala kuota atau tarif yang mungkin akan menyusahkan penggunanya. Yang lebih baik dipentingkan dalam konteks ini adalah konten tekstualnya. Oleh karena itu sebaiknya mengirim email kepada orang-orang yang menggunakan perangkat portabel adalah dalam format plain text, teks saja, yang berhuruf dan ukuran default itu.
Entri blog ini juga saya maksudkan sebagai permintaan maaf dan menjelaskan cara pandang saya terhadap masalah ini.

Bagikan pada media sosial :