Tentang ENELOOP – ( Rechargeable Battery )
Semua orang yang sudah terbiasa menggunakan baterai rechargeable mungkin sudah tahu ini. Saya menuliskan ini sekedar menambahkan testimonial saja. Kalau mungkin ada yang belum tahu, semoga tulisan ini bisa bermanfaat.
Ketika tiba saatnya tugas luar kota dengan membawa cukup banyak peralatan elektronik, maka yang pertama terlintas di pikiran saya adalah soal baterai. Tugas luar kota saya terakhir misalnya, membuat saya harus membawa 2 kamera digital, 1 GPS, 7 buah handy transceiver, dan beberapa yang kecil lainnya seperti senter atau shaver. Semua relatif aman dengan baterai biasa yang sekali pakai lalu dibuang. Tapi kalau saya memakai baterai biasa itu, maka bencanalah yang terjadi! Ini bukan hanya soal bencana buat dompet, tapi yang terpenting adalah soal kesiapan perangkat ketika dibutuhkan. Masalahnya adalah, saya pergi dengan kendaraan yang diperlengkapi AC. Pengalaman menunjukkan, bahkan bila semua peralatan itu tidak dipakai selama perjalanan, ketika sampai tujuan, semuanya benar-benar tidak bisa dipakai karena daya baterai-nya habis total!
Solusi untuk ini tentu saja adalah baterai yang bisa diisi ulang alias rechargeable battery. Sejak awal tahun 2000an saya sudah menggunakannya dengan berbagai merek, tapi yang paling sering saya beli adalah dari Sanyo. Setiap ada baterai Sanyo dengan ampere yang
lebih besar, saya pasti beli. Ini sudah dari mulai yang 1100mAH, hingga yang terakhir, yaitu 2700mAH. Tentang baterai Sanyo ini, saya punya pengalaman buruk dengan yang ampere-nya 2500. Ketika itu saya sedang butuh banyak, lalu saya pun beli banyak. Saya heran, kenapa si 2500 ini ada yang cepat habis, ada yang biasa-biasa saja. Juga saya alami, kalau selesai di recharge, dan tidak segera digunakan, maka dayanya akan hilang entah kenapa. Belakangan saya tahu dari beberapa pengguna lain, ternyata Sanyo 2500mAH adalah produk gagal. Ternyata yang saya alami mendapatkan konfirmasi dari pengguna lain, terutama bila baterai-nya di recharge dan tidak segera digunakan. Lebih parah lagi tentu kalau baterai itu mesti terekspos AC di kendaraan. Saya pernah coba tanyakan ini ke penjual baterai langganan, dia bilang memang betul, bahkan ditambahkan, hal ini berlaku tidak hanya untuk merek Sanyo, tapi untuk merek lainnya yang ampere-nya 2500. Sekarang, katanya lagi, Sanyo 2500 itu sudah diperbaiki dan yang lama sudah ditarik dari peredaran. Wah, saya coba lihat Sanyo 2500mAH yang katanya baru itu, ternyata bentuk dan tulisannya sama persis. Bagaimana kita bisa tahu bahwa itu adalah Sanyo yang baru atau yang lama? Ketika itu saya bertahan menggunakan Sanyo 2100mAH. Lalu ketika keluar yang 2700mAH, saya coba, dan yang kejadian di 2500mAH itu tidak saya alami.
Sebenarnya ketika saya menggunakan 2500mAH, saya sudah melihat ada baterai merek lain, yaitu Eneloop. Saya bahkan tidak tanya harganya karena melihat merek-nya saja kok aneh, lagian ampere-nya hanya 2000 saja. Tapi dua minggu lalu, sebelum tugas luar kota, saya menyempatkan diri untuk mengamati Eneloop itu. Saya
kaget, ternyata baterai ini juga keluaran Sanyo! Lalu apa bedanya? Yang pertama saya tahu adalah harganya. Sangat mahal! Untuk empat buah dalam satu paket, harganya adalah Rp 123.600,- Berarti per satu buahnya adalah Rp 30.900,- Si penjual bilang bahwa baterai ini akan hanya berkurang sedikit saja kapasitasnya bila setelah di recharge didiamkan untuk waktu lama. Lalu saya lihat dibalik kemasannya. Di situ tertulis “performa tetap handal meski pada suhu rendah”. Voila! Apa benar ini? Kalau benar, inilah baterai yang saya cari selama ini. Dan kemarin saya sudah membuktikan itu.
Suhu kendaraan yang saya gunakan lumayan adem di siang hari, dan menjadi amat sangat dingin ketika malam. Selama di perjalanan kendaraan berhenti beberapa kali, dan di setiap pemberhentian itu saya memotret dengan kamera yang menggunakan Eneloop 2000mAH. Ternyata sampai di tujuan, si kamera tetap bisa digunakan. Bahkan sampai satu setengah hari ke depannya. Saya hitung, ketika hari kedua saja, saya sudah memotret sebanyak 408 kali (kamera saya Canon S2 IS). Untuk perbandingan dengan perangkat lain, saya juga gunakan baterai ini untuk sebuah handy transceiver merek Icom IC-V8 dan sebuah Icom IC-2G. Yang V8, baru habis setelah 2 hari digunakan intensif, sedangkan yang 2G, karena hanya dinyalakan kalau dibutuhkan, selama seminggu bahkan sampai hari ini masih jalan!
Orang bilang harga tidak bohong. Ya, itu kalau produsennya jujur dalam hal kualitas. Well, saya mau bilang bahwa baterai Eneloop ini memang sangat OK dan saya menganjurkan agar anda menggunakannya. Oh iya, sempat ada omongan dari penjual bahwa bila baterai ini digunakan pada kamera digital maka akan ada jeda sebelum kamera siap untuk jepretan berikutnya. Saya pikir itu wajar, dan saya juga mengalami hal itu pada Sanyo 2700mAH. Nah, yang belum saya coba adalah me-recharge baterai Eneloop ini sampai penuh lalu membiarkannya di tempat penyimpanan sampai satu tahun, sampai tugas luar kota berikutnya. Apakah betul selama setahun kapasitasnya dari 100% bisa hanya berkurang sampai 85%?
Tambahan: Ketika saya membeli Eneloop 2000mAH itu, saya melihat ada baterai Sanyo 5400mAH. Itu adalah baterai palsu. Yang paling tinggi dari Sanyo sekarang ini adalah 2700mAH.






May 9th, 2009 at 8:26 AM
Om tom.. Mantep niy review nya. Kebeneran gw lagi desparados. Sama batre recharge.. Mau coba eneloop tp lagi cari review dulu…
Thx ya..
June 14th, 2009 at 9:57 PM
review yang bagus om, kalo boleh tau beli battery eneloopnya dimana ? dan apakah bisa di tawar ? ada kah enloop palsu ?
bila ada bagimana cara membedakannya dengan eneloop yang asli ? thx b4….
June 15th, 2009 at 8:54 AM
Saya beli di Borobudur dan Istana Battery di Bandung. Soal yang palsu, saya belum pernah menemukan Eneloop yang palsu.
July 27th, 2009 at 4:59 PM
ini cuma beli batrenya aja ya mas..? gak beli sama chargerannya juga..? pengen beli yg 4 line.. berapa duitan yak kira2..? tapi ini ok ya mas..? kalo aku mau beli charger eneloop ples batrenya 4 biji itu 300 ribu kemahalan gak ya..?
Thx before,, :)
July 28th, 2009 at 8:36 AM
titiw: Iya batrenya aja. Kalo batre 4 dengan chargernya 300 ribu, ya berarti harga chargernya sekitar 150 ribuan lebih ? Hmmm, ok aja sih, tapi pastikan kalo bisa chargernya itu ada lampu indikatornya untuk setiap batre 1 lampu. Jangan yang untuk 4 batre indikatornya hanya 1 lampu.
September 9th, 2009 at 7:04 AM
Pak saya hobby tamiya
bagus ga ya eneloop di tamiya saya
n boleh gak pake cas an nya vanson
Thnks
September 14th, 2009 at 8:18 AM
Fariz: setahu saya untuk Tamiya diperlukan battery yang cepat recharge-nya. Oleh karena itu yang dibutuhkan adalah tipe NiCD, bukan NiMH.
October 3rd, 2009 at 11:00 AM
tanya mas, apa ada cara2nya biar ga ketipu sm yg palsu?
belinya sekalian sm chargernya ya? eneloop itu Ni-MH apa NiCD? thx..
October 3rd, 2009 at 11:58 AM
mdap: Yang palsu sejauh ini adalah yang mencantumkan daya yang tidak realistis. Yang 5400mAh itu jelas palsu, karena belum ada battery yang sebesar itu kemampuannya. Waktu itu saya belinya tidak dengan chargernya. Eneloop itu adalah NiMH.
November 3rd, 2009 at 3:22 PM
Artikelnya bagus, Tom …. ada pengalaman dengan yang merk Energizer?
November 24th, 2009 at 11:18 AM
baru punya digicam nih.. bingung.. batere ku sanyo 2500.. tp cgargernya merek energizer… udah dicas seharian. tapi pas dipake kamera gak mau nyala,, malah ada tulisan: gunakan batere berkapasitas lebih tinggi..
gimana ya??
June 30th, 2010 at 9:07 PM
Apa boleh ya charger ni-mh dipake utk ni-cd ??? Soalnya saya beli eneloop + charger yg 4 jam, trs prnh sekali saya pake buat charge batere GP 800 yg ni-cd…
July 3rd, 2010 at 11:46 AM
Handy: saya kita lebih baik jangan pake charger yang bukan peruntukannya. Soalnya voltase intakenya takut beda, dan di NiMH kan suka ada yang disebut tricke charging, itu saya kira malah akan merusak NiCD. Saya punya charger Sanyo yang ada switch-nya, bisa ke NiMH atau NiCD. Saya kira lebih baik anda beli charger yang ada dua pilihan itu. Adanya dua pilihan itu menandakan bahwa dua jenis batre itu memang harus diperlakukan berbeda.
July 3rd, 2010 at 6:28 PM
Terima kasih atas infonya…
July 23rd, 2010 at 2:18 PM
tanya nie………… kl eneloop 2000mAh di charge pk charge bawaannya MAXTOR bs gak ya? coz selama ini pas blm pny eneloop alias msh pk sanyo yg biasa daku nge-chargenya pk charger ini n gak masalah. Dan 1 lg boz, apa camera digital bs pk baterai Ni-cd? coz setahuku Ni-cd tu bagus kl buat tamiya…..
Thx b4……….
July 27th, 2010 at 9:55 AM
terima kasih info nya, saya baru saja beli baterai eneloop dan langsung pakai di kamera digital saya, dan bisa langsung pakai.
kalau charger nya bagaimana baiknya ya, tunggu habis dulu baterai atau kapan saja bisa ?
Hr.
August 5th, 2010 at 3:20 PM
Hermawan: Sebaiknya tunggu habis, tapi kalau langsung juga sekali waktu ok saja. Itu kan NiMH, memory effect-nya tidak separah NiCD.
August 6th, 2010 at 8:07 AM
Mas tom, kalo dilihat di situsnya sanyo, udah ada eneloop model baru tuh, yang charge cycle-nya 1500 kali dan daya tahan penyimpanannya 3 tahun 75%. Udah ada belum ya di indonesia?
Oh iya, sekedar berbagi pengalaman nih, batere eneloop bagus bgt buat dipake di mouse wireless kita, atau keyboard dan peripheral lainnya yang pake batere. Jadinya lebih ekonomis dibanding pake alkaline.
August 10th, 2010 at 10:53 AM
Angga RF: Saya belum beli eneloop lagi. Tapi kalau saya ke toko babtu saya akan ingat info dari anda itu. Thanks!
September 20th, 2010 at 3:46 PM
pak..mau tanya,,sanyo yang 2500 itu yg warnanya oranye yah?
October 3rd, 2010 at 6:31 AM
Semula saya ragu karena eneloop kok cuma 2000 mAh (NiMH) aja,lagian kok harganya lebih tinggi… Trus ada temen photografer yang kasih saran baterai itu, dan bener itu…emang top banget, bahan ama cara kerjanya beda kali ya…. Salam buat produser, kembangin terus yaaa, trim’s buat semua.
March 3rd, 2011 at 10:42 AM
makasih atas info-nya, saya pernah pake battery Sanyo & Alkaline (jarang saya pake), pas mau pake (setelah di charge), baru dua kali foto udah LOW BATTERY. Saya mau coba ENELOOP.
April 28th, 2011 at 6:33 PM
pak mau tanya nih, kalau eneloop itu buat tamiya bagus gak ya? lebih bagus mana sama sanyo nacd (pelangi)?
May 17th, 2011 at 4:40 PM
Mohon pencerahan Gan, kalau saya mempunyai baterai SANYO 1000 mAh, berapa lama saya harus mengecash baterai tersebut? Baterai tersebut dipakai untuk Walkie Talkie ( satu Walkie Takie = 3 Baterai ). Dan charger yang saya punya yaitu VANSEN, kapasitas 8 baterai, dengan 4 indikator lampu ( 1 lampu untuk 2 baterai).
May 18th, 2011 at 8:50 PM
artikel yang bagus pak..kebetulan saya lagi nyari2 batere plus chargernya yg bagus..terimakasih infonya..
May 19th, 2011 at 11:42 AM
mantaph nie pak…. reviewnya…. kalau untuk chargernya lebih baik yang mana pak? makasie…
May 29th, 2011 at 8:21 PM
az : chargernya pake yang untuk batre charger biasa saja.
May 29th, 2011 at 8:23 PM
Mario : berapa lama men-charge ? Kan ada di indikatornya ? Barangkali charger anda tidak punya fitur lampu yang langsung mati kalau chargingnya sudah penuh ya ? Kalau charger yang saya pake, lampu indikator akan mati kalau charging sudah penuh.
May 29th, 2011 at 8:52 PM
haha : orang-orang yang pake tamiya kebanyakan pake batre dengan jenis NiCD dengan alasan: waktu chargingnya lebih cepat. Kalau anda mau pake eneloop untukl Tamiya silahkan aja, tapi waktu charging nya itu lebih lama dari tipe NiCD.
June 19th, 2011 at 6:53 AM
Kalau baterai eneloop pake “Sanyo quick charger max2500″ kompatibel ngak yah? charger ini belinya tahun 2007/2008 sebelum ada baterai eneloop… thx
August 9th, 2011 at 6:00 AM
beliin dong juragan, battre eneloop nya, yg isi 4 2000mah, saya buat tamiya nih, di subang nyari2 susah, kalo bisa nanti saya transfer uangnya,,, haturnuhun
February 18th, 2012 at 4:55 PM
Pak Admin, Kalo dengan baterai merk Philips bagaimana.
Saya sering liat Baterai Recharge merk Sanyo dan Philips selalu dijual berdampingan. Kira2 mana yang lebih bagus kualitasnya ?
February 21st, 2012 at 7:24 PM
[...] tulisan yang pernah saya buat sebelumnya tentang baterai di blog ini. Kalau sebelumnya tentang rechargeable battery, kali ini tentang charger baterai alkalin; baterai yang normalnya setelah kita pakai kita buang [...]