# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 8400

Ketika sedang mendampingi anak Saya yang sedang belajar menghadapi ulangan umum, saya teringat sesuatu ketika menjelaskan kenapa matahari adalah bintang yang paling cosm dekat dengan bumi. Apakah matahari itu sama dengan bintang ? Saya bilang iya. Sebenarnya, bintang-bintang di langit yang bertebaran itu, banyak di antaranya (kalau tidak semua) adalah pusat dari sebuah tata surya. Mereka adalah matahari, tapi letaknya sangat jauh. Begitu jauhnya sehingga terlihat sangat kecil. Bahkan ada beberapa matahari yang cahayanya belum sampai ke bumi, padahal kecepatan cahaya adalah 300 Km per detik. Saya jelaskan ini dengan memberikan ilustrasi senter yang ketika dinyalakan, nyaris seketika cahayanya ada di tembok. Secepat itulah 300 Km per detik!
Lalu saya jelaskan juga bahwa kalau matahari punya beberapa planet yang di antaranya adalah bumi, maka matahari-matahari yang lain itu tentu juga bisa kita bayangkan punya planet-planetnya sendiri, … dan di antaranya bisa juga kita duga sebagai planet yang berpenghuni. Kalau memang ada penghuninya, apakah wujudnya akan sama seperti kita ? Tidak ada seorang pun yang tahu! Demikian pula dengan cara hidupnya, teknologinya, sistem masyarakatnya, agamanya, dan segala sesuatunya yang lain.
ufo05 Tapi beberapa orang di bumi mengklaim pernah melihat apa yang disebut Unidentified Fying Objects (UFO), dan ini diduga kuat sebagai kunjungan dari makhluk-makhluk dari planet berpenghuni dari sistem tatasurya lain itu. Dugaan ini cukup beralasan mengingat bentuk pesawatnya yang aneh, tidak ada di bumi; kecepatannya yang sangat tinggi; dan manuver-manuvernya yang tidak mungkin dilakukan oleh pesawat apapun yang ada sekarang di bumi. Lalu di mana letak subversinya ?
Yang saya maksud dengan subversi di sini adalah sebuah perspektif pengetahuan baru yang secara radikal membongkar apa yang selama ini kita yakini sebagai paling benar. Kita sebagai manusia bicara soal humanisme. Lalu, apakah humanisme itu bisa kita jadikan acuan atau orientasi ketika kita dihadapkan dengan makhluk selain manusia ? Tentu saja tidak. Bahkan seharusnya kesadaran tentang kemungkinan adanya makhluk lain di sistem tatasurya lain, yang mungkin saja peradaban dan kecerdasannya melebihi manusia, sudah langsung membuat apa yang ada sekarang di bumi (geo) adalah relatif belaka. Klaim apapun tentang universalitas harus langsung kita nyatakan sebagai perspektif yang geosentris.
Sstaya sendiri heran, kenapa kontak dengan yang ekstra terestrial itu tidak langsung saja dilakukan secara terbuka ? Apakah sekarang ini sebenarnya sudah terjadi tapi dirahasiakan ? Apakah alasan dirahasiakannya itu agar tidak menimbulkan kekacauan ? Subversi ? Menurut filem Star Trek, kontak secara terbuka dan lebih intensif akan terjadi manakala manusia sudah bisa membuat pesawat antar galaksi yang kecepatannya mencapai orde warp. Entah kapan pastinya manusia bisa membuat pesawat yang kecepatannya seperti itu.
Namun, kesadaran tentang ini nampaknya masih jauh dari agenda praktis banyak orang. Bahkan sangat banyak yang mengatakan bahwa ini adalah semacam mimpi di siang bolong atau bahkan hoax belaka. Apakah mungkin itu sebenarnya sikap yang seharusnya kita ambil ? Beberapa tempat di bumi ini bahkan mencanangkan apa yang mereka sebut sebagai UFO Awareness Day: sebuah hari yang dirancang untuk mengingatkan banyak orang tentang adanya makhluk dari luar bumi. Apakah yang begini mungkin dilakukan di Indonesia ?
Nampaknya sangat kecil kemungkinannya. Bukan hanya karena akan menjadi bahan tertawaan, tapi mungkin untuk beberapa orang yang sadar, fenomena ini bahkan lebih berbahaya, lebih subversif dari komunisme sekalipun! Tapi ya kita tunggu saja sampai hari itu datang: hari di mana tak seorang pun bisa mengelak dari kenyataan bahwa benar-benar ada makhluk lain dari luar bumi. Makhluk yang kontak dan komunikasinya dengan mereka akan membuat perubahan bersejarah paling radikal!

Bagikan pada media sosial :