# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 7500

Apa yang bisa dilakukan dengan 2 juta rupiah untuk membeli empat buah telpon seluler CDMA? Sebuah teman yang punya perusahaan kurir dalam kota meminta tolong saya untuk membelikan hp seperti itu. Tidak ada syarat yang spesifik; paling-paling cuma: 1. harganya murah; 2. Baterai tahan lama; 3. Suaranya bagus. Ketiga syarat itupun saya sendiri yang mengucapkannya. Pikiran logis saya langsung mengarah: kalau begitu per hp-nya adalah 500 ribuan.
b179-1 Sebelumnya saya sudah pernah diminta membelikan barang begini dalam konteks lain. Waktu itu pilihan saya jatuh ke ZTE-C321 yang review-nya sudah saya tuliskan di blog saya ini sebelumnya. Rasanya sudah ada rentang waktu yang cukup lama sejak itu. Saya pikir apa mungkin sudah ada hp CDMA tipe baru yang harganya sekitar itu? Ternyata ada: dan itu adalah Samsung SCH-B179.
Sialnya, masih belum ada in-depth review di manapun ketika saya mau membelinya seminggu lalu. Pihak toko sendiri bilang bahwa ini adalah hp baru. Saya tidak langsung ambil keputusan. Saya keliling dulu ke beberapa counter lain di BEC. Ternyata memang kelas low end (antara 200 hingga 300 ribu) ya masih ZTE-C321 dan Nexian FP-303. ZTE adalah produk Cina, sedangkan (katanya) Nexian adalah produk dalam negeri. Karena batasan budget yang ada pada saya adalah 500 ribuan, jelas saya pikir masih ada kemungkinan untuk membeli hp yang lebih mahal sedikit dari itu, … yang setelah saya timbang-timbang dan mondar-mandir di BEC akhirnya memang pilihan harus jatuh ke Samsung SCH-B179 itu. Saya dapatkan dengan harga Rp 435.000,- 
Saya senang karena tidak harus membeli hp yang sama. Ini karena saya jadi punya kesempatan untuk menuliskan review ini. Tag line di bungkusnya bilang bahwa ini adalah ‘Cute CDMA’. Ya soal itu tentu relatif, tapi hp ini berbalut warna hitam piano dan hitam dof, sedangkan tombol navigasinya di tengah itu berwarna chrome. Spesifikasi yang dinyatakan dalam bungkusnya adalah :

  1. 65K LCD Color Screen
  2. 32 Polyphonic
  3. Loud Speaker
  4. CDMA 1 x 800 Mhz
  5. Brew 2.1
  6. Large Internal Memory
  7. Up to 100 SMS Group Sending
  8. World Time
  9. Alarm
  10. Calculator
  11. 500 Phonebook

Sedangkan paket kelengkapannya terdiri dari :

  1. HP Samsung SCH-B179
  2. Wall charger
  3. User Guide dalam bahasa Inggris
  4. Brosur Petunjuk Singkat Pemakaian (dalam bahasa Indonesia / berwarna)

Hanya itu saja. Memang sangat sederhana. 
b179-2 Saya memang hanya bermain di harga, tapi tidak pada kenyamanan menunya. Ketika saya akan membayar dan mencoba-coba sebentar, saya merasakan keanehan di menunya. Sejenak, saya yang sudah amat terbiasa dengan Nokia ini menjadi agak menyesal. Tapi transaksi sedang dalam proses, dan tentu saya tidak bisa mengurungkan membelinya.
Ya memang betul, pada apapun yang baru kita harus membiasakan diri dulu. Tapi kesan pertama pada menu hp ini sungguh membuat saya down. Saya rasakan handling dan kualitas suaranya, keduanya ok. Sangat OK. Tapi balik lagi ke menu, … selama sehari saya hampir merasa bersalah telah membelinya. Navigasinya lambat, meski tidak sluggish. Dengan tombol navigasi yang besar ke kiri dan kanan, jelas hanya efektif untuk scroll kiri dan kanan. Ke atas bawah juga bisa, tapi kita harus memencetnya dengan hati-hati atau kita akan memencet tombol C yang tepat berada di bawahnya.
samsung cdma Saya belum, atau mungkin tidak akan mengetes daya tahan baterainya. Soal talk time, setelah saya charge penuh, saya pake ngobrol sekitar tiga menit, lalu mempelajari menunya, dimatikan dan dinyalakan lagi, lalu setelah itu didiamkan sampai 3 hari baterainya masih belum menunjukkan adanya pengurangan pada indikatornya. Mungkin akan saya diamkan saja sampai habis, sampai yang punya hp ini menagih saya. 
Hal yang saya cermati adalah; pertama, colokan charger dalam bentuk USB mini. Saya pikir, apakah bisa di-charge dengan mencolokkan langsung ke port USB komputer. Ternyata bisa! Ketika dicolokkan, tanda charging itu berjalan. Selain itu, salah satu hasil search saya menemukan bahwa ada orang menyarankan untuk menggunakan software yang disebut PC Studio 3, yang bisa di download di sini. Saya sudah mencobanya di Vista Ultimate, tapi anehnya tidak ada menu program baru yang muncul. Ketika saya jalankan Explorer, saya juga tidak bisa melihat SCH B-179 ini sebagai sebuah drive. Kedua, surprise! ternyata di dalam HP ini ada modemnya! Saya tetap colokkan kabel mini USB ke komputer dan ternyata Windows Vista saya mencari driver untuk modem Samsung.  Pada device manager akhirnya muncul “SAMSUNG CDMA Modem”. Keberadaan modem ini sama sekali tidak dinyatakan di manual atau dibungkusnya. Kalau begitu, apa ini tidak aneh? Mengapa ada modemnya tapi tidak ada fasilitas akses Internet ?
anycall Soal yang terakhir itu nyambung dengan salah satu hasil search saya yang lain. Halaman yang saya temukan adalah ini. Di sana dinyatakan bahwa HP ini (tapi tidak tertera mereknya Samsung) memiliki GPRS Class 10. Tapi karena saya tidak bisa membaca bahasa yang ada di situ, saya tidak tahu kalau HP itu (namanya Anycall) juga punya fasilitas akses internet yang built-in. Kalau memang tidak ada, apakah hanya sekedar ada saja dan tidak digunakan pada handset-nya? Kalau memang begitu, ini benar-benar aneh. Mayoritas pengguna bisa jadi tidak akan tahu keberadaan modem ini, apalagi khalayak umum barangkali hanya main telpon dan SMS saja dengan HP ini. Bukankah harga sebenarnya bisa dibuat murah kalau modem (yang mungkin sekali banyak orang tidak akan menggunakannya) itu dihilangkan saja?
Hal lain adalah, sama dengan ZTE-C321, pada bagian belakang HP ini terdapat sebuah stiker kecil yang bertuliskan Digital by Qualcomm. Entah apa maksudnya.
Sekarang kita fokuskan pada Screen atau Graphical User Interface-nya. Ketika pertama kali dinyalakan, saya mendapat kesan bahwa tampilannya terlalu terang. Setting seperti ini jelas akan memboroskan baterainya. Tapi ketika saya masuk ke bagian setting, dan memilih display, di dalamnya sama sekali tidak ada pilihan untuk mengurangi brightness layar.

Bagikan pada media sosial :