# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 933

Ada harga, ada rupa. Ada reputasi, tentunya ada juga kualitas. Tidak selamanya kita beruntung dengan barang yang kita beli, bahkan ketika itu sudah diganti baru oleh tokonya. Kalau sebuah barang memang kualitasnya seperti itu dari pabriknya, ya mau gimana lagi ? Ini terkait dengan pengalaman saya dengan radio buatan Cina: QYT KT-7900D. Saya merasa apes karena ini tadinya saya beli untuk keperluan bersama yang sebelumnya selalu pakai radio pribadi saya. Ujung-ujungnya saya harus menggantinya dengan Alinco DR-435mkII. Sekarang radio ini saya simpan saja, tapi rasanya pengalamannya harus saya share sebagai gambaran bagi yang mungkin kepikiran akan membelinya.

qyt1

Terus terang saya rada gambling. Semangatnya adalah sekalian mencoba produk baru. Soalnya saya sudah mengalami memakai / mencoba cukup banyak Radio. Si QYT ini penampilannya menggiurkan: bisa stand by di 4 frekuensi, bentuknya kecil, desainnya lebih bagus dari rig cina yang beredar sebelum ini (dengan merek macam-macam itu), dan tentu saja harganya relatif murah, apalagi kalau dibandingkan dengan merek-merek yang sudah mapan macam Icom, Yaesu, Alinco, Kenwood, dan sebagainya.

The main point of this review is the fact that this radios is deaf, aka the receive sensitivity is way below your expectation for Ham Radio use. Saya harus tulis itu dalam bahasa Inggris soalnya sampai review ini ditulis belum ada di manapun ulasan tentang barang ini. Biar orang luar ngerti kalau berusaha baca teks ini. Ya memang begitu kenyataannya. Barangkali ada kekurangan radio ini yang lain, tapi yang paling menonjol dan yang paling jadi alasan saya tidak akan menggunakannya adalah karena jeleknya sensitifitas ketika receive. Bagaimana saya bisa tahu soal ini ? Ya saya membandingkannya dengan perangkat lain.

Rekaman video sederhana ini lumayan bisa menunjukkan hal itu : (maaf editor blog saya tidak bisa menampikan video secara langsung)

https://youtu.be/J8WyH9Lqhs8

Di situ jelas terlihat, pada frekuensi 144.800 Mhz saya sandingkan radio ini dengan radio saya yang lain Yaesu FT-1500m. Pada QYT saya pasang antena NR-7700 sedangkan pada Yaesu saya pasang antena SG-7500. Gain atau spek lainnya pada kedua antena ini tidak terlalu jauh, atau mungkin malah sama. Ketika sedang menerima sinyal yang kuat, keduanya bisa menerima, tapi ketika menerima sinyal lemah, QYT hanya membisu saja. Ini akan lebih jelas terlihat kalau keduanya saya sandingkan dan bersama-sama tune-in pada frekuensi yang sedang menjalankan kegiatan Net.

Sebagai catatan, saya sudah menukar radio ini dengan yang lain. Radio yang pertama saya terima lebih parah lagi. Saya kembalikan ke penjualnya dan saya dapat unit ini yang sebenarnya hanya sedikit lebih baik. Saya bilang sedikit lebih baik soalnya fitur Radio FM pada radio yang pertama tidak bisa menangkap sinyal sama sekali. Pada yang kedua, bisa, meskipun penerimaan tidak penuh (ada desis) dan masih sangat banyak stasiun yang tidak bisa diterima, .. bila dibandingkan dengan Radio FM biasa.

Pada beberapa situs, saya temukan ungkapan bahwa radio QYT-7900D (juga variannya QYT-8900D) adalah perbaikan dari versi sebelumnya yang beredar dengan banyak merek itu. Radio sebelumnya yang saya maksud itu seperti ini :

qyt old

Kebetulan saja itu mereknya QYT. Pada kenyataannya di pasaran online radio itu di mereki ulang dengan macam-macam nama. Apakah radio versi pendahulu ini kualitasnya lebih bagus ? Ternyata tidak juga. Saya tidak mencobanya sendiri, tapi berdasarkan pengalaman seorang teman. Receive sama budeg-nya, tapi ternyata kebudegan itu (katanya) berkurang setelah dua hal ini :

  1. Menggunakan antena yang dua ujung konektornya tidak saling korslet. Alias, menggunakan antena, tapi hanya bagian tengah-nya saja yang dicolokkan.
  2. Bagian tengah antenna dikorsletkan dengan body radio. Kita harus membuka casing radio untuk melakukan ini. Tapi ini hanya untuk receive saja. Ketika transmit, kita tidak bisa membiarkan bagian antenna tetap menyambung dengan body radio.

Pada posisi receive, konon sebuah sinyal yang tadinya lemah, jadi lebih kuat ketika dilakukan salah satu dari dua langkah itu. Lalu saya coba praktikkan sendiri keduanya pada QYT-KT7900D. Eh, ternyata tidak membuat perbedaan pada penerimaan sinyal, baik pada VHF maupun UHF, termasuk Radio FM.

Apakah si 7900D ini pada dasarnya memang jelek di bagian receive, atau memang ini radio hanya sesuai dengan setting di negara Cina sana ? (atau apakah saya sudah berlebihan membandingkan radio buatan Cina dengan yang sekelas Yaesu ?). Saya bandingkan receive-nya dengan Baofeng UV-5RE saja kalah. Si Baofeng itu relatif bisa menangkap semua yang ditangkap FT-1500m. Saya berpendapat, QYT KT 7900 ini belum layak beli. Semoga saja suatu ketika ada firmware update (sesuatu yang kurang bisa diharapkan pada produk radio Cina), atau mungkin nanti ada versi yang lebih baru lagi. Yang jelas, hasil search saya ke mana-mana, semua orang di seluruh dunia mengeluhkan hal yang sama: budeg.

Bagikan pada media sosial :