# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 8934

1801462620X310Sudah lama tidak nge-blog, dan ini sekalian untuk pertama kalinya saya mencoba Windows Live Writer versi 2011, yang interface-nya mirip sekali dengan Office 2010. OK, seharusnya review sudah saya lakukan sejak hari-hari pertama mencobanya, tapi karena macam-macam hal, baru sekarang saya lakukan. Pada saat saya menuliskan ini, modem AHA dan koneksi Internet dari ESIA yang menyertainya adalah tawaran koneksi Internet nirkabel terkini yang ada di pasaran. Apakah modem ini layak kita beli ?

iklanahaMau langsung saya jawab pertanyaan krusial itu: LAYAK! Meski itu adalah sebuah jawaban yang tentu relatif, terutama karena saya mendasarkannya pada konteks saya. Sekurangnya ada dua alasan: murah dan cepat. Murah, karena tawaran modem CDMA sebelum ini adalah dari SMART yang harganya Rp 888 ribu plus pajak 10%. Sedangkan modem AHA dan koneksi Internetnya ini hanya 499 ribu saja. Cepat, karena saya sudah bandingkan dengan SMART pada posisi yang sama di beberapa tempat, ternyata memang AHA lebih cepat. Bahkan saya mengalami begini; pada tempat di mana terdapat banyak penghalang tembok, SMART tidak bisa browse apa-apa, sedangkan AHA masih bisa. Sekali lagi ini relatif karena berkaitan dengan keberadaan BTS dan kekuatan penetrasi sinyal dari BTS di sekitar kita. Lalu, relatif juga berarti sekarang ini bisa jadi pengguna AHA masih lebih sedikit daripada SMART yang sudah ditawarkan lebih dulu ke publik. Namun demikian perlu dicatat, bahwa modem AHA ini menggunakan koneksi CDMA, yang seperti sudah saya tuliskan pada entri tulisan sebelumnya, rawan terkena gangguan cuaca, terutama hujan. Yang saya alami, baik SMART, maupun AHA, sama-sama tidak bisa digunakan berinternet manakala sedang hujan.

Pada paket penjualannya, ada beberapa varian. Ada yang menawarkan 499 ribu polos, ada yang dengan hadiah tas dan pulpen, sempat juga saya menemukan yang menawarkan harga di bawah itu meski lalu cepat menghilang. Yang jelas, standard-nya kita akan mendapatkan modem merek Haier tipe Olive V-ME 110 buatan Cina serta kartu RUIM CDMA khusus Internet dari ESIA. Keduanya terkemas dalam bungkus berbentuk kubus. Soal tarif, sama seperti SMART, ketika menggunakan pertama kali, kita akan diberi gratis koneksi selama 3 bulan. Selama itu yang kita lakukan cukup hanya dengan menjaga agar kartunya tidak berada dalam masa tenggang saja. Soal gimana nanti kalau sudah lebih dari 3 bulan, nampaknya harus mengikuti plan tarif dari AHA (yang saya sendiri belum coba).

Soal plug and play, sejauh ini yang saya alami tidak ada masalah. Software untuk modem ini sudah built-in. Begitu dicolokkan pada sebuah komputer untuk pertama kalinya, langsung akan ada proses instalasi. Sejauh ini saya coba di XP, Vista, dan 7 tidak ada masalah. Hanya yang perlu dicatat adalah, dibandingkan dengan AC2627 dari SMART itu, kalau kita menggunakan modem ini harus sedikit lebih sabar. Saya mengalami, respon modem ini lebih lambat daripada AC2627. Ketika ditancapkan, memang cukup cepat untuk memunculkan interface-nya, tapi kita harus menunggu beberapa saat sampai modem ini siap digunakan (tulisan ‘koneksi’ berubah dari grey-out ke yang-bisa-diklik). Hal lainnya, ketika sudah konek, software bawaan si AHA ini akan menjalankan update.exe, yang fungsinya adalah memunculkan iklan di interface software-nya (sesuatu yang tidak terlalu memakan bandwidth, tapi cukup mengganggu juga). Soal respon lambat itu tidak saya alami di AC2627, demikian pula soal iklan.

up p22_1.img_assist_custom-400x267Dari segi desain modem, ada hal yang patut dicatat sehubungan dengan bentuknya yang swivel itu (swivel maksudnya bisa diputar). Saya pikir itu tadinya hanya untuk gaya-gayaan, tapi saya sendiri akhirnya menemukan kegunaannya juga, terutama karena saya cukup sering menggunakan modem ini pada komputer-komputer baru yang harus melakukan Windows Update untuk menemukan driver ethernet-nya, yang setelah ketemu, saya langsung cabut modem, dan hubungkan si komputer dengan koneksi kabel, dan seterusnya update windows via koneksi kabel itu. Dalam konteks ini, tidak jarang modem harus ditancapkan dibagian belakang CPU yang berdesakan dengan colokan dan kabel lain. Ada beberapa situasi di mana modem yang colokannya lurus seperti SMART itu tidak bisa dicolokkan, tapi berkat colokan yang swivel di modem AHA ini, hal seperti itu tidak menjadi masalah. Dalam konteks penggunaan di laptop, swivel-nya modem AHA ini juga punya nilai tersendiri. Si modem jadi bisa kita bengkokkan ke atas sehingga kalau laptop kita pindah-pindahkan, modem tidak mengalami risiko kena benturan yang akan memungkinkannya copot / bergeser dari port USB.

Lainnya saya kira tidak begitu ada yang penting lagi dikatakan. Modem ini juga punya slot SD Card, tapi siapa yang menggunakan ini manakala rata-rata orang sudah punya flash disk terpisah ? Lalu, modem ini di lock hanya untuk koneksi dari ESIA saja, yang berarti tidak bisa digunakan dengan kartu CDMA lain. Jenis koneksinya terbaiknya sama dengan SMART, yaitu EVDO REv A. Soal ada tulisan Google Chrome pada modem ini, maksudnya adalah pada interface software modem ini ada link untuk mengaktifkan browser itu, dan baris kosong di mana kita bisa langsung mengetikkan kata kunci untuk search di Google. Ini jelas bukan berarti modem ini hanya bisa untuk Google Chrome saja.

Terakhir, mari kita sama-sama berdoa semoga kualitas koneksi dari ESIA tetap bagus meski penggunanya semakin banyak. Sementara saya berpikir juga, apa efeknya nanti kalau Flexi dan Esia jadi merger ? Kita sama-sama lihat nanti. Yang jelas saya lumayan puas menggunakan modem ini (sorry, saya tidak memasukkan hasil speed test).

Bagikan pada media sosial :