# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 6587

Ini adalah perangkat komunikasi radio yang saya miliki pertama ketika masuk Orari. Alasan membeli perangkat ini adalah karena waktu itu harganya paling murah (saya beli hanya 1 juta pas sekitar tahun 2005). Fitur-fiturnya standard. Akan tetapi saya punya masalah dengan mikroponnya. Sudah saya tukar dengan yang baru di toko, tapi tetap saja bermasalah. Masalahnya adalah lawan bicara saya menilai kualitas suara saya sebagai “tenge” alias terlalu treble.
Akhirnya saya bongkar mikroponnya. Aneh sekali ternyata lubang yang kecil di permukaan mic itu tidak pas mengarah ke komponen mikropon di dalamnya. Saya ambil langkah ekstrem, yaitu membor permukaan mic sehingga kalau kita bicara, suara kita bisa langsung masuk ke micropon di dalamnya. Dengan cara begitu, ternyata bisa memperbaiki transmit audionya. Respon bassnya jadi lebih terdengar, meski jelas mikroponnya jadi tidak indah lagi, he, he.
Wide band receive yang ada di perangkat ini boleh dibilang percuma aja. Memang bisa receive mulai 118, tapi scanning dari situ sampe 136 tidak menghasilkan apa-apa dengan beberapa antena yang saya coba.
Lainnya, pengalaman seorang teman menyebutkan, kalau kita transmit tapi kita tidak ngomong, kadang di audionya akan terdengar suara gemerutuk. Anehnya itu bisa diatasi dengan melepas lapisan karet hitam yang ada pada casingnya.
Sebagai perangkat yang tetap termurah di kelasnya saat ini, Alinco DR-135 masih tetap pilihan terbaik yang mur mer. Ini terutama disarankan buat kepentingan mobile. Soalnya sekarang ini di toko-toko, hanya perangkat inilah yang punya sambungan mike dengan ulir. Yang lainnya pada pake sambungan tipe RJ yang menyebalkan itu!
Di toko-toko ada sempat beredar 3 versi yang saya tahu. Yang pertama adalah yang berwarna silver, lalu berwarna hitam, dan terakhir adalah dengan akhiran mkII (Alinco DR-135 mkII). Yang terakhir ini lebih baik. Di beberapa tempat di Internet dibilang bahwa yang mkII ini dilengkapi voice scrambler. Pada kenyataannya enggak ada sama sekali. Atau mungkin itu adalah unit add-on. Oh ya, di Internet ini beredar manual, service manual, dan dealer manual untuk perangkat ini.
Perangkat saya ini sudah saya jual dan saya belikan yang lain.
(Update) Terakhir, Saya lihat di Cikapundung sekarang sudah ada DR-135mkIII. Tujuan pembuatannya nampaknya lebih untuk memenuhi standard bahan yang diterapkan oleh Masyarakat Ekonomi Eropa yang sensitif pada bahan-bahan dari logam, ketimbang peningkatan fitur atau kualitas lainnya. Mengenai kualitasnya, saya sudah coba, dan 100 % sama dengan yang sebelumnya.

Bagikan pada media sosial :