# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1846

Semua sudah tahu bahwa penyelenggaraan Miss World di Indonesia tahun 2013 ini ditentang oleh kalangan tertentu yang beragama Islam. Yang paling vokal tentu saja FPI, dengan aksi-aksinya di jalan itu. Dalam rangka ini bahkan mereka sempat berencana untuk melakukan demo di Bali, tapi untung tidak sempat menyeberang ke pulau Dewata itu. Lalu MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga mengeluarkan fatwa bahwa konteks itu sebaiknya tidak diselenggarakan di Indonesia. Yang bikin saya terkejut, ternyata acara itu tetap berjalan. Artinya, pemerintah menganggap sepi MUI, alias mendelegitimasi keberadaannya. Menteri agama, Suryadharma Ali, katanya tetap berpegang pada fatwa MUI itu. Kalau SA dalam posisinya sebagai mentri berpandangan sama dengan MUI, sementara dari pihak pemerintah tidak ada usaha-usaha efektif untuk menghentikan acara itu, jelas sekali apa artinya ini semua.

Salah satu twit @gm_gm dalam rangka itu bunyinya begini :

nomui

Benar sekali! Yang saya rasakan, meskipun suka dikatakan bahwa di Indonesia ini tidak ada tirani mayoritas pada minoritas, pada kenyataannya mereka yang masuk pada golongan mayoritas memaksakan cara pandangnya pada kelompok lain.

Tak lama dari itu ada sebuah posting foto di Twitter dari akunnya Teguh Ostenrik di @TeguhOstenrik. Foto itu :

1208895_10202046823355313_1555073550_n

Saya terkesan sekali dengan foto itu. Sementara di tempat lain ada sekelompok orang yang ingin memaksakan kehendaknya dalam hal apa yang boleh dan tidak boleh dalam aras religi yang sepihak, ternyata pada acara Miss World itu ada gambaran para pesertanya bisa berdoa, bermeditasi, berheningcipta bersama yang meski mungkin yang tampak adalah idiom agama Hindu, tapi itu dilakukan dengan melibatkan orang-orang yang tentu bervariasi dalam hal penghayatan keagamaan dan hubungannya dengan Tuhan. Mengapa ini bisa tampak begitu damai dalam perbedaan ?

Apakah sebenarnya Tuhan lewat agama itu pernah meminta untuk dibela dengan kekerasan dan pemaksaan kehendak ?

Bagikan pada media sosial :