# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 6567

Salah satu acara yang selalu ditonton bersama-sama oleh di keluarga Saya adaltranstvah Termehek-Mehek di TransTV. Sudah banyak di Internet ini yang  bicara soal kontroversi acara itu, real atau tidak real-nya (meski acara ini digolongkan sebagai reality show), apakah ada casting atau tidak, dsb. Tapi yang selalu terpikir oleh saya adalah: betapa mengerikannya Jakarta sekarang! Well, tidak 100% begitu, tapi gambaran yang buruk tentang Ibukota kita itu jadi mendominasi persepsi. Apakah betul seperti itu potret Jakarta sekarang?
Dari beberapa episode, saya punya gambaran begini :

  1. Anak-anak muda / paruh baya punya kebiasaan nongkrong di kafe tertentu.
  2. Anak-anak muda / laki-laki yang necis / dengan pakaian yang gaya, lalu dengan tatanan rambut yang kontemporer, kulit cenderung terang / putih, …. kita dapat membayangkan orang-orang seperti itu punya kemungkinan sebagai gay!
  3. Di daerah-daerah kumuh, terjadi premanisme, pemalakan pada orang-orang miskin.
  4. Anak-anak pengamen, tukang pulung, kaki lima, … semuanya diorganisir oleh preman lokal tertentu dan mereka semua wajib untuk membayar setoran tertentu.
  5. Seks mudah kita dapatkan menjadi latar belakang dari apa yang kita lihat sebagai kemapanan elit kosmopolitan. Bisa jadi apa yang dilansir Si Moammar Emka itu memang bener!
  6. Dinamika sosial, dalam konteks social ladder, bisa amat sangat kontras dan bisa jadi ada dalam sebuah konteks
  7. …..

Sekali lagi, ini hanya gambaran saya. Acara Termehek-mehek tetap sangat menarik, tapi saya ragu kalau acara ini bisa menyumbang citra positif bagi Ibukota negara ini.

Bagikan pada media sosial :