# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 2389

mailing_list_picSaya mengamati dari waktu ke waktu ternyata sulit sekali untuk membuat orang cepat tanggap untuk berkomunikasi menggunakan email, terutama pada mailing list. Tidak perlu saya tekankan lagi betapa pentingnya mailing list. Dalam beberapa konteks dinamika kelompok tertentu, mailing list bisa jadi bersifat kritis pada pekerjaan yang sedang dihadapi, meski bervariasi terutama pada seberapa gentingnya sebuah pekerjaan harus selesai atau dieksekusi. Saya suka frustasi sendiri, ketika informasi melalui email begitu menentukan, kenapa orang tidak memberi prioritas pada cara berkomunikasi ini ? Dalam konteks lainnya, yang tingkat kepentingannya barangkali tidak terlalu mendesak, komitmen orang untuk menjadi komunikatif dengan email / mailing list sering lebih parah lagi.

bbmUntuk waktu yang cukup lama email hanya dapat secara efektif dikirim dan diterima melalui komputer; sebuah perangkat yang jelas-jelas sangat tidak portabel. Ok, lalu ada laptop yang portabilitasnya jelas lebih baik, tapi untuk terhubung dengan Internet orang harus menemukan hotspot, memasang modem, atau menancapkan kabel LAN dulu – sebuah karakteristik yang benar-benar menjadi hambatan bagi siapapun untuk menjadi komunikatif dengan Internet. Akan tetapi kemudian ada Blackberry dan perangkat komunikasi genggam lain yang tidak saja bisa mengakses email, tapi juga selalu terhubungkan dengan Internet. Saya melihat dan mengalami hal yang sungguh berbeda, yang mengarahkan saya pada sebuah duga-duga tertentu.

Saya mengikuti beberapa grup BBM (Blackberry Messenger). Pada beberapa grup, saya tahu orang-orangnya juga memiliki akses Internet dan email. Yang membuat saya takjub adalah, beberapa orang itu saya tahu sebelumnya sangat tidak komunikatif dengan email, alias tidak begitu aktif menggunakannya, tapi pada BBM mereka hampir setiap hari mengirimkan pesan dan berbalas-balasan dengan anggota lain. Duga-duga saya itu tadi adalah, apakah portabilitas medium ternyata menjadi variabel yang menentukan bagi komunikatif atau tidaknya seseorang pada Computer-Mediated Communication ? Dengan kata lain, apakah karena mediumnya mudah dibawa dan selalu terhubung Internet lantas orang lalu jadi rajin melakukan komunikasi dengan orang lain ? Jawaban mudahnya adalah ‘Ya’ … tapi apakah ini sebuah keniscayaan ?

marshall_mcluhanKalau dilihat dengan cara lain, saya mau mengatakan bahwa kalau begitu picu (drive) komunikasi melalui Internet ternyata lebih ada pada portabilitas medium yang digunakan dan bukan pada kepentingan yang ada untuk melakukan komunikasi. Ini jadi seperti memberi makna baru pada ungkapannya McLuhan “Medium is the Message”. Dulu McLuhan mengatakan bahwa penggunaan medium tertentu ‘melebihi’ pesan yang disampaikan melaluinya. Sekarang, dengan apa yang saya deskripsikan tadi, apakah portabilitas medium yang digunakan bisa ‘melampaui’ kemungkinan komunikasi yang akan terjadi ? “Medium’s Portability transcends the Message” ?

Barangkali ini sebuah inspirasi penelitian. Terutama karena ada orang yang aktif ber-BBM, lalu pada saat yang sama juga menjadi aktif menggunakan emailnya melalui Blackberry. Akan tetapi ada juga orang yang aktif ber-BBM, tapi tetap saja tidak komunikatif melalui emailnya. Ya bisa juga ini bukan sebuah inspirasi penelitian, tapi sekedar common sense belaka, yaitu kebutuhan / kepentingan komunikasi tidak selalu menjadi penentu terjadinya aksi komunikasi yang riil. Ketika orang punya akses pada kemudahan komunikasi tertentu, baru kebutuhan / kepentingan untuk melakukan komunikasi muncul kemudian.

Apakah kita semua memang pragmatis seperti itu ?

Bagikan pada media sosial :