# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 3477

webslicesFitur baru lainnya pada IE 8 adalah yang dinamakan Webslices. Tentang ini, ketika pertama saya mendengarnya langsung jadi teringat pada RSS. Apa bedanya? WebSlices ternyata suatu cara untuk mengetahui hanya sebagian kecil saja dari sebuah halaman web yang di-update secara reguler, seperti informasi kurs, temperatur, perubahan info lelang, dan sebagainya. Pada saat saya menuliskan ini, saya tertarik untuk mengetahui apa yang dituliskan review lain tentang IE 8 berkaitan dengan fitur ini. Lucunya, banyak yang hanya menyebutkan eBay sebagai sebuah halaman web yang sudah mendukung Webslices (termasuk juga majalah CHIP). Apa artinya ini? Artinya adalah, masih sangat sedikit website yang mendukung fitur Webslices (meski CHIP juga menyebutkan situs Kaskus sebagai salah satu website pertama di Indonesia yang mendukungnya). Saya sendiri mencoba Webslices pada salah satu bagian di  situs stumbleupon.

ws-icon Bila Webslice ada di sebuah halaman web, maka ada tanda tertentu pada command bar yang menjadi tebal (kotak dengan warna hijau). Selain itu, bila mouse kita arahkan ke bagian di halaman web yang mengandung slices, tanda itu juga akan muncul di sekitar kontennya. Bila kita tertarik, kita bisa meng-klik salah satunya, dan memilih Add to Favorites Bar. Setelah kita tambahkan, maka Webslice itu akan muncul di Favorites Bar. Berikutnya, kalau ada update baru, Webslice yang kita pilih tadi akan berubah menjadi tulisan dengan huruf tebal yang bisa kita klik untuk melihat isinya.

Hal yang kritis di sini adalah pertama, fitur ini bersifat eksklusif bagi IE 8 (pada saat ini belum ada browser lain yang mengimplementasikan fitur ini). Entah apakah ini secara konseptual dikembangkan dari sisi browser ( dalam hal ini IE 8 ) atau dari evolusi perkembangan teknologi penyajian informasi di web? Kalau dari sisi browser, saya khawatir ini akan terkait dengan hak cipta / kekayaan intelektual. Artinya, kita akan sulit berharap suatu ketika akan ada browser lain yang juga menampilkan fitur serupa pada versi terbarunya. Kalau sudah begini, apakah nantinya kita akan harus membayangkan seorang web developer, misalnya, merancang sebuah halaman web dengan Webslices yang nantinya akan hanya bisa dilihat oleh mereka yang menggunakan IE saja? Akan tetapi, kalau ternyata Webslices adalah sebuah teknologi yang dikembangkan dari sisi web development, kelak kita tentu akan melihat fitur ini ada pada browser lain, dan boleh jadi dengan nama yang lain pula.rss

Hal kritis berikutnya adalah menyangkut content provider. Meskipun mirip dengan RSS, tapi karena kuantitas informasinya lebih sedikit, maka informasi itu tidaklah mungkin bersifat naratif. Alih-alih, barangkali lebih berupa data, deskripsi singkat situasi, perubahan status sesuatu, kondisi cuaca, tingkat kepadatan lalu lintas, dan sebagainya. Meskipun akan tergantung pada apa yang disajikan, tapi ini tentu saja akan membawa makna baru pada apa yang disebut up to date. Kalau sebelumnya sebuah informasi / berita dikatakan up to date karena penyajiannya tidak jauh terpaut dari waktu kejadiannya, maka kini terbuka kemungkinan ketika sesuatu tengah terjadi atau sesuatu dalam proses dapat diketahui dan memiliki potensi untuk relevan dengan pengaksesnya. Saya membayangkan mekanisme input data seperti apa yang bisa mengakomodasi situasi seperti ini? Iya kalau perubahannya berjangka cukup panjang, tapi bagaimana dengan data yang sifatnya fluktuatif? Bagi saya bagaimana Webslices akan berkembang di masa depan akan turut menentukan bagaimana content provider profesional menyajikan informasi yang memiliki tingkat relevansi tinggi bagi para pengaksesnya (pada poin ini saya juga membayangkan bahwa sekarang internet pun sudah dapat diakses pada perangkat yang portabel – apakah Webslices nantinya bisa kompatibel dengan browser pada perangkat-perangkat itu ?).

inprivate Selain Webslices, fitur lain yang menurut saya bagus adalah InPrivate Browsing. Secara konseptual sebenarnya fitur ini sudah hadir di browser lain, seperti Clear Private Data di Firefox, Delete Private Data di Opera, dan Incognito di Chrome. Pada Firefox dan Opera, jejak-jejak browsing dapat kita hapus secara manual (setelah kegiatan browsing selesai). Tapi pada Chrome, implementasinya sama dengan InPrivate Browsing, yaitu disediakannya sebuah jendela baru yang khusus untuk keperluan browsing tanpa jejak. Pada bagian Help dinyatakan bahwa: InPrivate Browsing helps prevent Internet Explorer from storing data about your browsing session. This includes cookies, temporary Internet files, history, and other data. Meskipun ada fitur ini, IE 8 tetap menyediakan cara untuk menghapus jejak browsing secara manual, yaitu melalui delete browsing history. Yang langsung terbayangkan oleh saya adalah sebuah eksperimen, yaitu dengan menonaktifkan fitur SmartScreen Filter (fitur yang menandai website yang berbahaya bagi komputer kita), lalu kita browsing secara InPrivate ke website yang memang sudah dikenal akan memasukkan trojan, rootkit, atau segala hal yang dikatakan malicious itu ke komputer kita. Saya belum mencobanya, tapi apakah kita akan bisa safe?

caret Kalau dipikir-pikir, sebuah software yang punya fungsi sama tapi nama dan produsennya beda, tentu akan punya kesamaan dalam beberapa fiturnya. Sejauh ini, yang saya lihat, browser yang berbeda selalu mengusahakan penamaan yang berbeda untuk sebuah fitur yang fungsinya kurang lebih sama. Dalam hal ini kita bisa saja berpikir bahwa pengembangan browser mungkin dilakukan dengan tidak menutup mata pada fitur yang ada pada browser lain. Apakah hal ini selalu demikian? Menurut saya tidak, sekurangnya untuk sebuah fitur di IE 8 yang disebut dengan Caret Browsing, yaitu browsing yang navigasinya bisa dilakukan tidak saja dengan mouse tapi juga dengan keyboard. Pada Chrome dan Opera, fitur ini sama sekali tidak ada, tapi pada Firefox, hal ini bisa dilakukan dengan memberikan tanda check di bagian accessibility, yaitu always use the cursor keys to navigate within pages. Pada Firefox, opsi untuk ini lokasinya sedemikian tersembunyi, yang langsung memberikan kesan bahwa fitur ini diasumsikan tidak akan terlalu digunakan oleh user. Ini berbeda dengan IE 8 yang malah mendedikasikan sebuah shortcut untuk ini, yaitu F7. Artinya, Microsoft punya konsep tersendiri untuk implementasi fitur ini, yang tidak sama dengan apa yang ada pada Firefox.

Saya kira fitur ini cukup menarik, bukan saja bila mouse kita sedang rusak. Adakalanya kita ingin meng-copypaste sebuah teks, tapi karena posisi dan desain halaman web yang ada, kita sulit untuk menyeleksinya menggunakan mouse. Berkat fitur ini, kita bisa melakukannya dengan keyboard. Nampaknya, suatu saat user akan merasakan kegunaan ini bila ia cukup intensif menggunakan accelerator untuk teks yang sulit diseleksi; meski untuk mengklik menu accelerator tetap harus menggunakan mouse. Tapi justru karena alasan itulah saya menyayangkannya. Sementara dalam konteks ini tidak ada shortcut untuk masuk ke menu accelerator, ketika kita akan melakukan Caret Browsing tetap saja kita akan berhadapan dengan kebutuhan menggunakan mouse, sekurangnya ketika kita pertama akan menentukan di mana kursor seharusnya berada. Diletakkannya fitur Caret Browsing di menu derajat pertama dan didedikasikannya F7 sebagai shortcut, bagi saya sudah merupakan indikasi bahwa Microsoft ingin memfasilitasi user yang melakukan browsing tanpa mouse, tapi kenapa melakukan ini setengah-setengah? Di sini jelas-jelas masih ada yang tidak bisa dilakukan hanya dengan keyboard saja.

visualsearch Fitur baru yang lain lagi pada IE 8 adalah Visual Search. Search box di kanan atas mulai ada sejak IE 7, dan kini di IE 8 kapabilitas search box itu ditambahi fitur ini. Namun demikian yang segera terasa aneh buat saya adalah, di bagian help IE 8 sama sekali tidak menyebutkan frase “Visual Search”. Kalau kita cari, akan muncul beberapa entri, namun di dalamnya sama sekali tidak ada frase itu. Maksud dari Visual Search adalah, kita bisa mendapatkan deskripsi dari apa yang ingin kita temukan ketika search, berupa gambar / ikon yang boleh jadi relevan. Caranya adalah dengan terlebih dahulu menambahkan search provider ke dalam IE 8, yang bisa dilakukan dengan mengklik panah ke bawah yang terletak di sebelah ikon kaca pembesar. Kita pilih Find More Providers, lalu kita akan dibawa ke halaman Ieaddons, kita tambahkan beberapa search providers. Berikutnya, bila kita ingin melakukan search, cukup kita ketikkan kata / kata-kata kunci, tapi tidak perlu menekan enter untuk melihat Visual Search. Alih-alih, kita klik kolom search itu, dan akan muncul beberapa pilihan untuk menemukan hasilnya berupa beberapa ikon search provider yang kita masukkan tadi. Kita klik salah satunya, dan hasilnya akan berderet ke bawah, dan (kadang-kadang) disertai gambar di sampingnya. Apakah munculnya gambar ini adalah yang dimaksudkan sebagai visual itu ?

Berdasarkan pengalaman saya, ternyata tidak selalu hasil search bisa disertai gambar. Misalnya kita ketikkan kata Bandung dan pilih Google sebagai search provider, yang muncul hanya berupa kata-kata. Sama sekali tidak ada unsur visualnya. Demikian pula halnya bila kita pilih Wikipedia. Tapi bila kita pilih Freebase, beberapa hasil keluar dengan unsur visual. Nampaknya ini memang fitur yang baru berhasil kalau ada kerja sama dengan search engine. Tambahan lagi, kita barangkali tidak bisa memperlakukan semua search provider secara sama, sebab kalau tidak, kita bisa tidak menemukan apapun. Sebagai contoh, Yahoo pada sebuah halaman tentang Visual Search menegaskan bahwa dengan IE 8, ia akan lebih optimal untuk menemukan informasi tentang cuaca, ie8y ulasan filem, dan kutipan saham. Informasi yang sama tentu tidak mungkin kita harapkan keluar dari Wikipedia. Karena hal ini, nampaknya di halaman Ieaddons perlu memberikan keterangan tentang apa yang akan optimal ditemukan dengan search provider tertentu. Yang jadi masalah di sini adalah Visual Search sebagai sebuah konsep  memang ok, tapi implementasinya ternyata masih perlu waktu agar sempurna. Apa yang mau dikatakan kalau nama fiturnya Visual Search, tapi hasilnya sama sekali tidak visual? Apanya yang unik di fitur ini kalau akhirnya kita harus membuka halaman / tab baru untuk melihat hasilnya secara keseluruhan? Sebagai tambahan, Yahoo merilis versi IE 8 yang katanya akan lebih optimal untuk kepentingan Visual Search. Aneh juga, bagaimana Yahoo bisa melakukan ini? Apakah source code IE 8 bisa diperoleh dan dimodifikasi ? atau hanya Yahoo saja yang bisa melakukannya?

Memang tidak ada browser yang sempurna, dan yang lebih penting, tidak ada browser yang akan bisa menyenangkan semua orang. Demikian pula dengan saya yang masih belum bisa seratus persen senang karena pada IE versi ini tetap belum ada download manager. Apakah tidak aneh, sebuah aktifitas yang pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari aktifitas browsing, tapi sama sekali tidak difasilitasi oleh IE? Dari kecenderungan perkembangan desain software yang saya cermati, nampaknya memang Microsoft semakin mengasumsikan bahwa komputer user kini dalam keadaan selalu online ke Internet. Di sisi lain memang kini koneksi Internet semakin menjadi latar depan (lawan dari latar belakang) dalam kesadaran banyak orang yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan komputer. Akan tetapi apakah benar bila diandaikan bahwa kualitas koneksi Internet yang ada akan selalu memperlancar pekerjaan? Sebenarnya, yang ingin saya pertanyakan adalah, tidak adanya download manager ini karena alienasi dari para pengembang IE pada kenyataan koneksi Internet yang lambat dan sering membuat frustasi (terutama di negara-negara sedang berkembang), …. atau memang terkait dengan hal-hal seperti hak cipta / kekayaan intelektual? Apakah download manager merupakan sebuah fitur yang secara legal tidak boleh diintegrasikan ke dalam browser?

Meski dalam bentuk yang sangat sederhana Chrome, Opera, dan Firefox sudah melakukan itu. Sekurang-kurangnya ada pause dan resume, meski belum bisa resume ketika browser dimatikan dan dinyalakan lagi. Sementara pada IE ini tidak ada sama sekali. Yang lebih aneh lagi adalah, IE bahkan tidak mengizinkan kita untuk mengetahui URL dari apa yang kita sedang download (tidak bisa klik kanan dan copy download link). Mungkin saya akan ditanya, buat apa kita ingin tahu URL-nya. Bukankah yang penting file hasil download-nya? Masalahnya adalah kadang integrasi IE dengan download manager (yang kita tambahkan sendiri) tidak berjalan dengan mulus. Meski ada pilihan integrate with IE, misalnya, tetap saja ketika kita klik, download manager mungkin tidak mau menangkap URL-nya. Biasanya, yang saya lakukan adalah (menggunakan browser lain) dengan klik kanan dan copy download link, lalu secara manual saya paste ke download manager. Selain itu, bisa mengetahui URL dari file yang di download juga penting untuk kepentingan referensi. Mungkin kita akan membuat sebuah direct link di blog kita atau sekedar ingin memberitahu teman tentang lokasi sebuah file yang siap di download. Kapan IE akan punya download manager? Kapan pula ada opsi menu yang lebih fleksibel ketika download? Yang jelas, saya tahu Microsoft tidak anti download manager. Buktinya pada licensed download, Microsoft mempersilahkan kita menggunakan download manager (sifatnya site-embedded bukan terpisah) buatan Akamai.

Last but not least adalah perbandingan antara RC1 dan Final Release. Antara keduanya jelas terdapat perbedaan. Yang saya temukan adalah perbedaan dalam beberapa entri menu. Sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut :

  1. Di Tools, pada RC 1, menu diagnose connection problem diletakkan agak di bawah, sedangkan pada Final Release di atas.
  2. Masih di Tools, menu di bawah Developer Tools nampaknya akan spesifik untuk komputer tertentu. Pada komputer yang berbeda, saya menemukan menu yang berbeda. Ada Sun Java Console (karena komputernya diinstal Java, ada Blog This in Windows Live Writer (karena komputernya diinstal Windows Live Writer), ada pula yang memunculkan Gears Setting dari Google. Ini berlaku untuk RC1 maupun Final Version.
  3. Di Help, pada RC 1 ada Customer Feedback Option, sedangkan pada Final Release ini tidak ada.
  4. Di menu Internet Options ada juga perbedaan. Opsi security pada Final Version punya pilihan enable protected mode, tapi ini tidak ada pada RC1. Ini adalah untuk IE dengan OS Vista. Pada IE Final Release dengan OS XP, pilihan itu tidak ada.
  5. Masih di menu Internet Options, pada opsi Connection, baik di Final Release maupun RC 1 tidak ada pilihan Add VPN, tapi untuk Final Release ada pilihan itu. Saya sendiri tidak pasti apakah adanya pilihan ini spesifik untuk komputer tertentu.
  6. Yang sangat berbeda adalah pada opsi Programs. Pada IE RC 1, sub opsi yang ada adalah Internet Programs, Default Web Browser, dan Manage Add-Ons. Tapi pada Final Release itu berganti jadi Default Web Browser, Manage Add-Ons, HTML Editing, dan Internet Programs.
  7. Ini mungkin bukan perbedaan terakhir, tapi pada RCI di bagian About Internet Explorer yang saya pasang versinya tertulis 8.0.6001.18372, sedangkan pada Final Release versinya adalah 8.0.6001.18702. Saya lihat di Internet ternyata nomor versi ini bervariasi baik untuk RC1 maupun Final Release. Apakah ada rilis RC1 dan Final Release yang berbeda-beda ?

Sebagai kata akhir, meskipun terdapat kekurangan, namun secara garis besar saya merasakan adanya peningkatan fitur yang signifikan pada rilis terbaru browser ini. Dugaan saya, browser lain pasti tidak akan tinggal diam, tapi saya tidak sepakat kalau dikatakan bahwa kancah penyempurnaan browser ini disebut sebagai ‘perang’. Nyaris semua tabloid dan majalah komputer di Indonesia menyebutnya seperti itu. Apakah situasinya memang sesengit itu? Tambahan lagi, agaknya terlalu pagi kalau mengatakan bahwa IE 8 adalah browser keluaran Microsoft yang paling aman. Ini disebutkan oleh majalah CHIP edisi maret 2009 dengan mengutip Lukman Susetio, Windows Client Product Manager Microsoft Indonesia, juga beberapa review lain. Siapa tahu nanti ada patch yang dirilis karena ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk abuse? Anyway, selamat datang IE 8!

Catatan : berikut ini adalah direct link untuk download beberapa Versi Internet Explorer 8 Final Release :
Versi untuk Windows XP 32bit ; Versi untuk Windows XP 64 bit ; Versi untuk Windows Vista 32 bit ; Versi untuk Windows Vista 64 bit.

Bagikan pada media sosial :