# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 22919

s7200.12 Seharusnya ini sudah saya tuliskan minggu lalu. Seperti yang sudah pernah saya sampaikan sebelumnya, saya membeli harddisk Seagate tipe 7200.11 dengan kapasitas 500 Giga. Suatu ketika, harddisk itu tanpa sebab yang jelas rusak, membuat semua data yang ada di dalamnya hilang, bahkan tidak bisa dideteksi sama sekali oleh BIOS. Saya langsung klaim ke tokonya, lalu saya mendapatkan gantinya berupa harddisk yang sama persis, baik merek, tipe, maupun kapasitasnya. Belakangan saya tahu lewat sebuah situs, bahwa ternyata harddisk Seagate tipe itu (dan beberapa tipe yang lain) memang sudah diramal akan rusak sebelum waktunya, karena adanya kesalahan  / cacat, entah dalam proses fabrikasi, interface, atau firmware-nya. Tentu saja saya tidak mau mengalami kehilangan data yang kedua kalinya. Kalau saya mau balikkan lagi ke tokonya; agak aneh juga kalau saya mengembalikan barang yang masih baik-baik saja kondisinya. Akhirnya saya putuskan untuk menukarkan harddisk itu ke distributornya. Saya melakukan ini baru untuk pertama kalinya.

images Setelah tanya ke sebuah milis, saya mendapatkan informasi bahwa distributor harddisk Seagate di Indonesia adalah PT. Atikom dan PT. Terra Computer System. Itu bisa dilihat di ID stiker yang ditempelkan di salah satu bagian harddisk-nya. Saya belum tahu bagaimana membedakan kedua stiker itu, bahkan belum tahu harddisk saya itu dari mana, tapi saya langsung cari-cari info kontak keduanya. Ketika cari-cari info inilah saya mendapatkan beberapa omongan; ada yang akhirnya saya buktikan sendiri bahwa itu tidak sesuai dengan kenyataannya, tapi ada juga berupa informasi yang baru saya ketahui.

Pertama, ada toko yang mengatakan bahwa distributor tidak akan menerima penukaran langsung dari user. Ini dikatakan oleh seorang pegawai sebuah toko di kompleks pertokoan komputer Kandaga. Sudah saya buktikan sendiri bahwa itu salah, karena seperti yang akan saya tuliskan nanti, saya justru bisa melakukannya. Kedua, this is stupid; katanya kebanyakan harddisk Seagate di Bandung di supply oleh PT. Atikom. Kalau dari Terra maka kita harus ke Jakarta. Kenapa stupid? Karena ketika saya search, saya temukan situsnya Terra Komputer, dan distributor ini ternyata punya service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Saya pikir Terra ini hanya toko kecil. Dilihat dari banyaknya service center itu, saya jadi berpikir lain. Yang ada di Bandung memang tidak menggunakan nama "Terra Computer System", alih-alih IT-Klinik, lokasinya ada di BE-Mall. Lalu, ternyata harddisk di kantor saya banyak yang berasal dari Terra, dan ketika itu belinya di Bandung. Ketiga, seorang teman mengingatkan kalau menukar barang, agar tidak lupa membawa bon pembeliannya. Saya sebenarnya sudah langsung bisa membantah, tapi saya sendiri pernah mengalami ada toko yang tetap meminta bon, meski di barangnya sudah ada stiker. Soal ini, ternyata duduk perkaranya begini. Toko akan memberikan omongan berupa "garansi toko" yang dijanjikan untuk beberapa waktu tertentu (entah seminggu, dua, atau tiga minggu). Nah, dalam periode itu, toko membutuhkan bon pembeliannya. Di luar itu, toko hanya akan membantu menyalurkannya ke distributor. Saya konfirmasi lagi soal ini ke toko lain. Ternyata ada jawaban yang berbeda. Bon bisa tidak perlu ada, yang penting adalah stiker dari toko tidak rusak. Tidak semua toko memberikan perlakuan yang sama. Yang jelas, untuk kasus apapun, kita sendiri sebagai pembeli lebih baik memastikan dengan bertanya langsung kepada penjualnya. Keempat, ternyata sama seperti kebanyakan barang elektronik lain, ada versi black market (BM), ada juga versi resminya. Untuk harddisk Seagate (ternyata sama pula kasusnya untuk merek Western Digital) ada yang garansinya 1 tahun dan 3 tahun. Keduanya dijual dengan harga yang berbeda, selisihnya mungkin sekitar 75 – 100 ribuan. Ini saya baru tahu. Katanya, yang satu tahun itu hanya garansi toko. Kalau rusak di atas satu tahun, maka tidak akan ada garansi dari distributor.

terra Akhirnya setelah saya kunjungi situs Atikom dan Terra Computer System, saya bisa menentukan sendiri, harddisk Seagate yang saya miliki itu saya pastikan berasal dari Terra Komputer. Di situs mereka ada logo yang sama persis dengan yang ada pada stiker di harddisk. Sebelumnya saya sempat mengetes ke Atikom dengan menelpon. Saya ingin tahu respon mereka pada kasus yang saya alami. Seorang teknisi bernama Sunoto menegaskan bahwa boleh saja saya membawa harddisk-nya untuk ditukar dengan yang baru. Terbukti sudah, yang dikatakan pegawai di toko Kandaga itu terbukti salah.

Ketika saya datangi service center Terra Komputer (yang menggunakan nama IT Klinik) ternyata tempat itu memang khusus servis, dan barang yang diterima bukan hanya periferal komputer, tapi termasuk laptop, dan beberapa barang elektronik lain. Ketika Seagate 7200.11 saya diperiksa, si petugas mengatakan bahwa barang itu sudah lebih dari satu tahun. Kalau mau ditukar, saya harus membayar biaya RMA (entah apa kepanjangan singkatan ini). Dengan membayar biaya itu, saya akan mendapatkan sebuah harddisk baru, dengan garansi yang mulai lagi dari awal. Biaya itu adalah sebesar Rp 160.000,- Katanya, harddisk saya itu dihargai 75% dari harga aslinya. Sisanya itu merupakan penurunan harga akibat telah terpakai selama 1 tahun. Penurunannya itulah yang harus saya bayar untuk mendapatkan sebuah harddisk baru. It’s a deal, kata saya dalam hati. Lagian ini barang punya kantor.

Yang saya dapatkan adalah sebuah harddisk Seagate tipe 7200.12 dengan kapasitas yang sama, tapi bentuk fisiknya lebih tipis dari yang 11. Harddisk baru ini sudah saya pasangi Windows 7 Final Edition, saya buat 3 partisi, dan sejauh ini baik-baik saja.

BTW, selain menukar harddisk 500 Giga tadi, saya juga membawa sebuah harddisk lain dengan kapasitas 80 Giga. Entah dulu belinya di mana, tapi yang jelas harddisk ini rusak dan ada stiker Terra. Ketika dilihat oleh resepsionis, dia bilang bahwa harddisk itu sudah lewat dari satu tahun, berarti lewat dari masa penggantian. Akan tetapi karena masih di bawah 3 tahun, berarti masih bisa diservis. Servis-nya tidak perlu biaya apa-apa, alias gratis. Hingga saya tuliskan ini harddisk 80 Giga tadi belum jadi. Katanya perlu waktu sekitar 3 mingguan.

Bagikan pada media sosial :