# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 46089

1279774_885uSebelumnya saya pernah menulis tentang modem ini ketika pertama kali menggunakannya dengan kartu IM2, tapi karena saya mendapatkan kartu versi yang time-based dan mahal, maka saya memutuskan untuk berhenti menggunakannya. Untuk beberapa saat modem ini saya simpan. Sementara saya menggunakan Flexi lalu disusul Smart. Ketika Smart mulai melambat, saya terpikir untuk balik lagi ke modem GSM ini. Kali ini saya menggunakan Telkomsel Flash. Barangkali untuk sementara soal Telkomsel Flash tidak perlu diuraikan di sini. Saya akan memfokuskan diri pada modemnya saja.

Ketika menggunakan IM2, saya tidak punya masalah dengan koneksi modem ke komputer maupun koneksi ke Internet. Ketika itu saya masih menggunakan Windows XP. Tapi ketika saya ganti kartunya dengan Flash dan OS-nya adalah Windows 7, masalah muncul, dan penyelesaiannya memakan waktu yang cukup lama. Berbagai kemungkinan saya coba sampai akhirnya saya kenal betul dengan karakter barang satu ini. Saya merasa harus menuliskan ini karena yang saya alami ternyata tidak sama persis dengan beberapa orang yang sudah menulis tentang modem ini di Internet. Antara lain di :

Masalah nyata yang saya hadapi adalah :

  1. Di Windows XP modem terinstal dengan mudah, koneksi pun lancar. Ketika itu saya menginstal AT&T Communication Manager (ada di dalam modem) dan Sierra Wireless Watcher (ada pada CD bawaan). Tapi ketika saya ganti OS ke Windows 7, modem bahkan tidak terdetek sama sekali.
  2. Saya kehilangan CD bawaan, sehingga saya tidak bisa memasang Sierra Wireless Watcher. Saya cari dan temukan di Internet, tapi versinya berbeda dengan yang pernah saya pasang.

Dari sekurangnya empat blog / situs di atas, saya mendapat info bahwa agar modem ini bisa dideteksi oleh Windows 7, firmware-nya harus di-update dulu. Nah, urusan update firmware ini benar-benar menuntut kesabaran yang luar biasa. Saya ringkaskan begini :

  1. Untuk bisa update firmware, maka OS yang terpasang harus terlebih dahulu bisa mengenali modem. Oleh karena itu, saya meng-update firmware modem ini di Windows XP.
  2. Di situs nomer 4 di atas dikatakan bahwa the latest firmware adalah C885_J1_0_1_26AP.exe Version 1.0.1.26 (10.01 MB), ternyata ada yang lebih baru lagi, yaitu yang bisa ditemukan di sini : J1_0_1_31bt_J1_0_1_33ap.exe.
  3. Upgrade firmware ternyata tidak bisa meloncat langsung ke versi terakhir, harus ke versi 1.0.1.26 dulu, baru ke J1_0_1_33ap. Terus terang awalnya saya tidak mau percaya ini, tapi saya mengalami kegagalan terus ketika upgrade langsung ke versi terakhir.
  4. Update firmware ternyata makan waktu lama. Tidak 10 menit seperti yang dituliskan pada pop-up windows, atau cepat seperti dikatakan situs nomer 2 di atas. Pengalaman saya sungguh tidak mengenakkan soal ini. Saya sempat tidak percaya update sedang berjalan, sehingga saya mematikan komputer dan memulainya lagi. Bahkan sempat pula mencabutnya. Saya tahu persis bahwa mencabut hardware ketika proses update firmware sedang berjalan akan merusak hardware, … tapi untungnya itu tidak terjadi! Akhirnya saya biarkan proses itu berjalan dengan cara meninggalkannya dan menengoknya lagi keesokan paginya (saya tidak tahu persis berapa jam proses persisnya).
  5. Last but not least, update firmware modem ini tidak memerlukan koneksi Internet, seperti yang dikesankan oleh situs nomer 2 di atas. Kalau kita sudah punya file untuk update-nya (kita unduh terlebih dahulu), selanjutnya proses update tidak memerlukan koneksi Internet.

Setelah update firmware, saya langsung colokkan modem ke Windows 7. Ternyata masih tidak terdeteksi! Saya search lagi, dan akhirnya menemukan informasi di halaman support page-nya Sierra Wireless, yang mengatakan bahwa bila modem tidak terdeteksi di Windows 7, itu karena modem berada dalam software-installation mode, bukan modem-mode. Kalau ini terjadi di Windows XP, kita bisa langsung ke Control Panel, dan mengesetnya menjadi modem-mode di TRU-Install. Tapi karena ini di lingkungan Windows 7, yang seperti itu tidak ada. Untungnya Sierra menyediakan solusi berupa sebuah file kecil untuk memodifikasi registri untuk keperluan ini. Setelah dijalankan, tentu komputer harus restart, dan ketika saya tancapkan lagi modem, ternyata masih tidak terdetek juga. Gila! Tapi bedanya kali ini adalah lampu oranye menyala dulu sebelum lampu biru. Entah apa artinya itu.

Akhirnya tanpa sengaja saya temukan bahwa yang membuat modem bisa dikenali adalah dengan meng-uninstal dulu semua software yang ada kaitannya dengan modem ini. Lalu saya klik secara manual file DrvInst yang ada di folder /Win/TRU-Instal/Drivers/ Yang terjadi adalah lampu modem di yang ada panah bolak balik itu berkedip-kedip. Saya pikir ini berarti sudah terdetek, tapi ternyata belum. Saya restart komputer dalam keadaan modem masih tertancap, dan ketika masuk ke Windows, Windows 7 ternyata sekarang bisa menginstal driver untuk modem ini. Pfuih!

Saya barangkali melakukan langkah-langkah yang sama sekali untung-untungan. Yang terpikir oleh saya : “Jangan-jangan untuk Window 7, firmware tidak perlu di update, atau kalau di update pun tidak perlu sampai ke versi terakhir (sekedar supaya bisa jalan, meskipun para computer freak pasti selalu ingin ke versi terakhir).” OK, setelah terdetek, barangkali karena sebelumnya saya sudah cabut pasang AT&T Communication Manager dan Sierra Wireless Watcher, pada device manager sudah langsung terpasang driver-nya. Tapi pada halaman ini, dikatakan bahwa tidak terdeteksinya modem ini adalah karena software AT&T Communication Managernya harus versi 7.0.208 ke atas, Software AT&T Communication Manager versi 7.0.208 yang bisa diperoleh di sini. Lagi-lagi terpikir oleh saya, dari tadi sudah ini itu segala macam, jangan-jangan masalah sebenarnya hanya pada software AT&T ini ? Apakah pada firmware atau pada software itu, atau pada kedua-duanya ? Tapi siapa yang peduli kalau saya sudah sampai pada tahap ini? Saya tidak mungkin balik lagi untuk memeriksa bagaimana duduk perkara yang sebenarnya. Yang penting modem sudah bisa OK.

Akhirnya setelah modem terdetek, dan software AT&T yang versi 7.0.208 saya pasang, modem ini bisa berfungsi dengan sempurna. Lalu yang saya temukan kemudian adalah :

  1. Hardware detection modem ini cukup lama. Setelah semua proses di atas saya jalani, saya masih harus sabar untuk akhirnya bisa melihat bahwa modem dan komputer bisa kerja sama. Ketika modem ditancapkan dan software AT&T dijalankan, tunggu dengan sabar sampai akhirnya keluar pop-up windows, seperti ini :
    detek 
  2. Kalau komputer dalam keadaan hidup (Windows 7) dan modem ditancapkan, modem akan sulit terdetek. Tapi modem selalu bisa terdetek ketika dari sejak komputer mati, modem sudah ditancapkan, lalu komputer dinyalakan.
  3. Untuk bisa terhubung ke Internet, tidak diperlukan software Sierra Wireless Watcher. Cukup dengan AT&T Communication Manager saja. Saya sempat heran, kenapa paket pembeliannya mesti menyertakan sebuah CD kecil yang isinya Sierra Wireless Watcher itu ? Buktinya saya bisa konek ke Internet tanpa si Watcher ? Bahkan hampir semua situs di atas menyarankan mesti memasang si Sierra Wireless Watcher. Kenapa mesti dipasang kalau tanpa itu pun koneksi Internet sudah bisa jalan ?

Semoga pengalaman yang saya tuliskan ini bisa melengkapi tulisan-tulisan yang sudah ada di Internet tentang modem ini. Para pengguna baru barangkali bisa melakukan langkah-langkah yang lebih efisien dan tidak untung-untungan seperti saya.

Saya sempat kesal juga pada tidak friendly-nya modem ini, tapi akhirnya setelah mengalami trial and error dan segala kesulitan di atas, saya dapatkan bahwa modem ini kinerjanya cukup bagus. Dengan Telkomsel Flash cukup memuaskan (meski ini entah modemnya, entah layanan provider-nya), dan digunakan berjam-jam tidak menimbulkan panas yang berarti seperti pada modem-modem lain yang pernah saya gunakan.

Bagikan pada media sosial :