# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 2685

Majalah Chip edisi 04/2008 menurunkan tulisan tentang domain ID yang menurut saya agak sinis. Entah benar atau tidak secara keseluruhan, tapi kesan yang ditampilkan adalah bahwa membuat domain ID itu berbelit-belit dan respon dari Pandi dalam proses pengurusannya tidak tanggap. Tulisan itu malah jadi mengingatkan saya pada niat yang sudah lama saya simpan, yaitu ingin membuat dan mengurus domain sendiri. Soalnya kalo terus-terusan dibuatkan orang lain, kita tidak akan pernah belajar dan mengetahui seluk beluknya. Domain yang saya buat adalah tomita.web.id. Saya ingin domain itu nantinya jadi semacam portal bagi tulisan-tulisan saya yang tersebar di blog sana sini.
Langkah pertama adalah masuk ke situsnya Pandi, alias Pengelola Domain Indonesia. Kita cek dulu apakah domain yang mau kita daftarkan sudah ada yang punya. Untuk domain pribadi, pilihannya mana lagi kalau bukan web.id ? Ketika saya buat tulisan ini, situs Pandi sedang down, tapi saya ingat ada alternatifnya yaitu www.register.net.id. Kita bisa lakukan yang sama di sana. Setelah terkonfirmasi bahwa nama domain yang akan kita daftarkan belum ada yang punya, berikutnya adalah kita harus mendaftarkan diri; seperti kalau kita daftar mau bikin email saja. Ujung-ujungnya nanti kita punya username dan password untuk login di situs tersebut.
Setelah kita sukses login, selanjutnya apa lagi kalo bukan isi formulir. Tapi sebelum isi formulir, kita ditanya lagi soal apakah domainnya sudah ada yang punya atau belum. Mungkin sekedar konfirmasi saja. Pada entri formulir ini ada bagian yang namanya “Name Server Data”, yang keberadaannya mengasumsikan bahwa kita harus sudah punya tempat hosting sebelumnya. Untung saja saya sudah punya tempat hosting, tapi kalau belum, primary dan secondary server-nya bisa diisi dengan pandi.net.id, sedangkan net address-nya dikosongkan saja. Kalau kita sudah punya tempat hosting, kita tinggal tanya ke mereka, apa primary dan secondary server juga net address-nya.
Setelah itu diselesaikan, kita harus menunggu notifikasi via email. Emailnya yang datang akan ber-subject : “Selamat, Anda Telah Terdaftar Pada Sistem Pengelolaan Domain .ID”. Lalu kita akan diminta untuk mengaktifkan account kita dengan cara meng-klik sebuah URL yang ada di email tersebut, atau memasukkan activation code ke sebuah URL yang ditentukan. Mending tinggal klik URL saja, lebih mudah. Setelah kita dinyatakan sukses mengaktifkan account, selanjutnya adalah upload dokumen.
Yang saya lakukan adalah masuk ke bagian “document management”, lalu klik “create”. Kita masukkan nama domain, tentukan jenis dokumennya, lalu yang membingungkan adalah “document name”. Untuk saya, saya tulis saja lagi jenis dokumen di situ (KTP). Berikutnya adalah kita upload hasil scan dari dokumen yang kita akan kirim. Kita harus perhatikan pula ukuran dan jenis filenya, seperti yang tertera di bagian bawah halaman ini. Setelah terkirim, kita akan mendapatkan notifikasi via email.
Saya duga notifikasinya akan lama. Seperti yang dikatakan CHIP, mungkin akan lebih dari sehari atau seminggu. Eh, pengalaman saya menunjukkan, ternyata respon dari Pandi hanya beberapa menit saja! Apakah ini karena yang saya urus adalah web.id yang syaratnya hanya KTP ? Saya duga pengurusan mungkin bisa lama untuk domain lainnya karena dokumennya lebih banyak lagi. Tidak lama berselang saya segera mendapatkan email : “Selamat, Permohonan Pendaftaran Domain tomita.web.id Disetujui”, dan pada email tersebut terdapat informasi ke mana saya harus membayarkan biayanya (25 ribu), lalu nanti bukti pembayarannya di scan dan dikirimkan ke pembayaran@pandi.or.id.
Setelah saya kirimkan bukti pembayarannya, tidak lama berselang saya menerima email yang subject-nya: “Selamat, nama domain (tomita.web.id) Anda telah aktif”. Saya kurang periksa, berapa lama setelah pengiriman bukti pembayaran lalu email itu datang. Soalnya ketika itu sudah sore, dan saya langsung pulang ke rumah. Baru besoknya saya cek email dan email dari Pandi itu sudah ada di Inbox. Setelah beres begini, ya tinggal mengontak tempat hosting saja untuk mengintegrasikan domain baru ini ke account saya di sana.
Ternyata bikin ID tidak repot. Tapi tulisan saya ini hanya berkenaan dengan web.id. Entah dengan domain ID yang lain. Yang jelas, Pandi cukup responsif kok.

Bagikan pada media sosial :