# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 4203

Sudah cukup lama saya tahu ini, tapi berhubung ada sebuah thread di milis MUGI (Microsoft User Group Indonesia), saya jadi ingat sesuatu yang ingin saya tuliskan di sini.
Kandaga adalah salah satu mall komputer di Bandung. Pusat jual beli barang-barang komputer yang letaknya di Jalan Ahmad Yani ini berbeda dengan mall komputer lainnya. Untuk sebagian besar, barang-barang yang dijual di sini adalah bekas / second hand atau juga refurbished. Di masa di mana harga rupiah anjlok ini banyak orang datang ke sini, termasuk saya, untuk belanja komponen komputer, yang meski bekas, tapi masih bisa digunakan.
Kebetulan sekali pengelola tempat ini (entah, mungkin juga sekalian pemiliknya) adalah kenalan saya di Orari (Organisasi Amatir Radio). Suatu ketika saya bertanya kepada dia, kenapa akhir-akhir ini kalau beli komputer di Kandaga, si empunya toko bilang nggak punya Windows, dan oleh karenanya nggak mau menjalankan komputer yang sudah selesai dirakit. Padahal pembeli kan ingin yakin kalau komputer yang dibelinya sudah benar-benar bisa berjalan dengan baik. Jawabannya, cukup mengagetkan.
Ceritanya adalah, suatu ketika datang seorang pembeli ke sebuah toko di mall ini. Dia pesan sebuah komputer dengan menentukan spek ini itu. Lalu dia memberi uang muka dan pergi. Orang ini ternyata tidak datang lagi, yang datang kemudian malah beberapa orang yang menanyakan keaslian software yang digunakan toko itu, yang ternyata memang tidak asli / licensed. Komputer tadi tidak jadi dibeli. Ujung-ujungnya, entah dengan negosiasi gimana, si toko malah dimintai 200 ribu agar bisa tetap menggunakan Windows, dan ini harus dibayar per bulan. Gilanya, akhirnya peraturan ini diberlakukan ke seluruh toko di mall itu. Kalau tidak menggunakan Windows, ya tidak harus membayar. Pantesan mereka jadi takut menggunakan software ini meski hanya untuk mengetes komputer.
Saya konfirmasi ke teman saya itu tentang ini sekitar dua bulan lalu, dan dia masih menjawab ‘ya’. Hari ini, entah apakah kondisi ini masih diberlakukan di Kandaga. Yang jelas, saya tahu persis ini adalah pemerasan, dan orang-orang itu jelas bukan dari Microsoft atau BSA.

Bagikan pada media sosial :