# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 15931

LogoOperaSetiap saya ditanya browser Internet apa yang paling bagus, saya jawab semuanya bagus. Tapi setiap browser punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang jelas, semuanya pada tiap versi selalu mencoba untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Oleh karena itu jawaban saya adalah browser apapun ok. Hanya pastikan bahwa itu adalah versi resmi (bukan beta) yang terbaru / mutakhir. Lalu saya juga tambahkan, karena setiap browser ada kelebihan dan kekurangannya, maka ada baiknya kita memasang lebih dari satu browser pada komputer kita.

Di antara yang wajib pasang, saya selalu bilang, adalah Opera. Ada beberapa teman atau mahasiswa yang bahkan mendengarnya saja belum pernah. Opera memang agak aneh. Browser ini boleh jadi kurang populer di PC. Padahal cukup banyak digunakan di ponsel melalui versi Opera Mini-nya. Bahkan, Indonesia pernah (atau mungkin sekarang masih) dinyatakan sebagai negara pengguna Opera Mini terbesar di dunia. Popularitasnya tertimbun Internet Explorer / IE (karena selalu default ada pada Windows), Google Chrome (karena menumpang ketenaran search engine itu), atau Mozilla (karena update-nya yang sangat sering). Sementara yang lainnya, seperti Safari, lebih dikenal pada platform lain, yaitu sistem operasi dari Apple. Demikian pula Sea Monkey, misalnya, yang dikenal pada Linux. Masih ada beberapa lagi sebenarnya, tapi mengapa Opera kurang populer ? Apakah karena kurang bagus ?

Tentang IE, kita akui selalu ada perbaikan pada tiap versinya. Tapi riwayat browser satu ini di Internet membuat reputasinya untuk sebagian kalangan jadi kurang bagus. Bagaimana bisa Pemerintah Jerman secara resmi pernah menghimbau warganya untuk tidak menggunakan IE ? Memang itu dulu untuk kasus versi 8, tapi karena kejadian itu dan bugs yang ada sebelumnya, sudah menurunkan citranya. Tentang Google Chrome, browser ini tampilannnya minimalis, dan karena dia besutan si raja mesin pencari itu, maka bisa terintegrasi dengan fitur SSO (Single Sign-On) Google. Tapi saya pribadi melihat sisi lain dari Chrome, yaitu karena terlalu minimalis maka navigasi kita dengan mouse jadi menuntut terlalu banyak klik. Loading cepatnya memang ok, tapi kekurangan itu bikin saya tidak cenderung memilihnya kalau membuka banyak tab dan akan melakukan banyak hal pada tab yang sedang aktif. Sementara tentang Mozilla, semula saya berpikir karena frekuensi update-nya luar biasa cepat, maka saya pikir dia responsif pada bugs dan celah-celah keamanan. Maka saya pernah selalu gunakan versi beta yang terakhir, terutama untuk keperluan e-banking. Sampai akhirnya belum lama ini ada update yang hanya berselisih beberapa hari saja, yang disebabkan versi sebelumnya mengandung kelemahan serius. Salah saya memang pake versi beta :) Tapi dari sisi lain pun saya menemukan bahwa loading awal Mozilla cenderung lambat dan tampilan default-nya kurang nyaman untuk navigasi yang singkat. Anyway, saya tahu, para die-hard tiap browser pasti akan protes kalau saya bicara soal kenyamanan navigasi, karena itu mungkin subyektif juga dan bergantung pada kebiasaan dan pembiasaan yang kita lakukan. Tapi masalahnya adalah, persepsi banyak orang cenderung pada apa yang tampil pertama, right after install. Itu saja. Dan bagi saya (subyektif lagi!!), Opera langsung menawarkan kemudahan yang langsung terasa ketika selesai instal :)

logo operaSaya tidak akan cerita tentang browser lain-lainnya lagi, tapi bagaimana dengan Opera ? Versinya yang terakhir ketika saya tulis ini adalah 12 build 1467. Ya kalau dicari-cari tetap saja pasti akan ada juga kekurangannya, (seperti saya bilang, tiap browser ada kelebihan dan kekurangannya), tapi apa kelebihan browser ini ? Untuk itu saya mau bilang dulu bahwa saya tidak akan membuat perbandingan langsung dengan browser lain karena itu menuntut penelitian yang seksama. Saya mau kemukakan apa yang saya alami saja. Yang saya anggap selama ini OK.

Kalau anda belum menginstalnya, download dulu di sini dan instal. Intinya adalah, kalau menggunakan Opera jangan hanya tulis alamat / URL yang akan dibuka lalu enter. Ada tips dan trik tertentu agar kegiatan browsing kita menjadi lebih optimal. Saya tulis dan uraikan di sini yang paling berguna buat saya dan selalu saya lakukan dengan Opera. Beberapa di antaranya bisa dikatakan best-practice penggunaan Opera (khususnya versi 12) ala saya :

  1. Opera Turbo
    Barangkali ini adalah fitur yang paling dikedepankan dari Opera bila dibandingkan dengan browser lain. Fitur ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecepatan munculnya halaman web, tapi dengan kompensasi kualitas tampilannya yang dikurangi. Yang sebenarnya terjadi adalah Opera memasukkan halaman yang akan kita kunjungi ke dalam sebuah mekanisme kompresi sebelum sampai ke komputer kita, sehingga kualitas rendering tampilan jadi berkurang, tapi akibatnya waktu loading halaman web jadi lebih cepat.
    operaturboCara mengaktifkannya mudah sekali. Di sebelah pojok kiri bawah ada tiga simbol yang berjajar. Yang paling kanan adalah Opera Turbo. Tinggal klik simbol itu maka yang tadinya berstatus Off akan jadi On. Lalu kita tinggal browsing seperti biasa. Ini akan efektif bila kita punya koneksi yang lambat, tapi kalau koneksi cepat, lebih baik dimatikan karena yang segera tampak adalah, misalnya, kualitas tampilan gambar menjadi kurang bagus / tajam.
    Menurut saya biarkan fitur ini dalam keadaan mati by default. Kalau koneksi lambat, maka Opera akan memberitahu kita dengan memunculkan tulisan di pojok kanan bawah: You seem to be on a slow network. On slow Network, Opera Turbo speeds up browsing significantly.
  2. Mengatur Toolbars
    Kalau kita punya monitor yang besar barangkali tidak masalah bila semua toolbar dimunculkan, tapi kalau kita hanya menggunakan nettop yang layarnya 10 inchi itu, tentu kita harus mengusahakan agar tampilan layar ‘sebersih’ mungkin dari tools yang tidak begitu sering dipergunakan. Ini karena kita ingin ada ruang yang seluas-luasnya untuk tampilnya halaman web yang kita kunjungi.
    toolbarKlik menu yang ada di sebelah kiri paling atas, lalu pilih toolbars. Akan keluar Panels, Main Bar, Bookmarks Bar, Tab bar, Status Bar, Address Bar, dan Navigation Bar. Ini sebenarnya masalah preferensi pribadi. Barangkali ada yang senang semuanya ditampilkan meskipun layar nettop yang kecil itu akan jadi semakin sempit untuk browsing. Untuk saya pribadi, saya lebih suka yang di munculkan adalah Tab Bar dan Address Bar saja. Kalau butuh untuk cepat mengaktifkan Opera Turbo, Status Bar dapat diaktifkan juga.
    Perlu diketahui, kalau kita tidak memunculkan Tab Bar, maka kita akan kehilangan menu di pojok kiri atas semula. Mungkin anda panik ? Tenang :) Caranya memunculkan lagi adalah dengan mengklik kanan mouse pada baris kedua dari atas, pilih Customize lalu pilih Appearance. Yang muncul adalah sebuah windows yang menyediakan pilihan untuk di-checklist, termasuk untuk memunculkan lagi Tab Bar. Mengatur Toolbars ini penting untuk kenyamanan browsing kita seterusnya.
  3. Show, Cached, & No Images
    Bila kita memberi checklist pada Toolbars untuk Tab Bar, maka pada sebelah kanan atas ada Author Mode, Show Images, dan Fit to Width :
    show imagesAuthor mode bila diklik akan memunculkan Windows dengan Author Mode dan User Mode dan ada sederet lagi pilihan di bawahnya. Maksud fitur ini adalah memberikan pilihan pada kita apakah akan melihat halaman web seperti yang dikehendaki oleh pembuatnya (Author) atau seperti dikehendaki oleh kita (dengan beberapa alternatif cara menampilkannya). Sedangkan Fit to Width, bila di klik akan mencoba menyerasikan unsur-unsur halaman web agar  sesuai dengan ukuran layar yang ada. Fitur yang juga bisa diaktifkan melalui Ctrl-F11 ini cukup berguna bila kita menggunakan laptop yang layarnya kecil.
    Namun yang menurut saya menarik adalah Show Images. Bila itu di klik maka akan berganti menjadi No Images, dan bila itu di klik lagi akan memunculkan Cached Images. Maksudnya adalah, dengan Show Images halaman web akan ditampilkan lengkap berserta gambar-gambar yang ada di dalamnya, yang tentu akan memakan waktu loading lebih lama. Sedangkan No Images, untuk tanpa gambar apapun, dan Cached Images adalah halaman web ditampilkan dengan gambar-gambar yang sebelumnya sudah ada di bagian cache computer kita.
    Fitur ini dapat dikombinasikan dengan Opera Turbo sehingga menghasilkan waktu loading halaman web yang lebih cepat lagi. Bila di on-kan, Opera Turbo akan mengurangi kualitas render tampilan, sementara dengan mengaktifkan No Images, maka halaman tersebut akan hanya menampilkan tulisannya saja.
  4. Huruf Kunci untuk Search
    searchengineGoogle memang search engine yang paling populer. Tapi apakah kita akan hanya menggunakan satu search engine saja ? Tentu tidak. Dalam kaitan ini, bila kita pencet Ctrl-F12 dan mengklik tab search kita akan melihat bahwa untuk beberapa search engine dan beberapa situs tertentu telah ada keyword-nya. Dengan keyword tersebut kita dapat melakukan search pada baris alamat /URL di Opera dengan cara, misalnya : “w marconi” (tanpa tanda kutip) lalu enter, maka itu akan berarti kita mencari kata marconi pada situs Wikipedia. Kita bisa mengganti huruf pertama itu sesuai dengan yang sudah terdaftar. Kita bahkan bisa menambahkannya, dengan syarat kita tahu format search string-nya. Sangat praktis!
  5. Mengkopi Teks ke Note
    Adakalanya ketika kita sedang berselancar di dunia maya kita menemukan kata-kata yang menarik, alamat web yang ingin kita catat, atau tulisan apapun yang ingin kita simpan atau kutip. Biasanya kita lakukan marking / block, Ctrl-C, lalu kita jalankan Notepad, dan Ctrl-V di situ. Cara ini menempuh jalan yang terlalu panjang. Opera memberi solusi untuk hal ini dengan mengintegrasikan fasilitas catatan pada browser-nya, yang disebut Note.
    notesUntuk mengaktifkannya, pencet F4. Nanti pada sisi sebelah kiri akan muncul lima icon. Di bawah icon bintang adalah icon untuk Notes. Klik icon itu dan di bagian bawahnya ada ruang kosong di mana kita dapat melakukan Ctrl-V di sana atau yang lebih praktis lagi, setelah kita melakukan marking, kita klik kanan pada mouse dan nanti akan keluar pilihan Copy to Note.
    Bagusnya lagi adalah, kalau kita gunakan Copy to Note, kita akan diingatkan dari mana teks itu kita ambil melalui icon situs di depan teks tersebut. Semua teks akan disusun beruntun ke bawah, dan yang menyenangkan: ada fasilitas search untuk semua teks yang pernah kita simpan :) Saya benar-benar merasakan kegunakaan ini !
  6. Sinkronisasi dengan Opera Link
    Ada beberapa pengguna yang mengakses Internet tidak hanya dari satu komputer, tapi juga melalui komputernya di tempat lain, melalui laptop, telpon selular, bahkan tablet. Bila perangkat aksesnya berbeda-beda, tapi tetap menggunakan Opera sebagai browser-nya, maka kita dapat memanfaatkan Opera Link untuk men-sinkronisasi Bookmarks dan Speed Dial yang kita sudah buat di satu komputer. Dengan begini, semua perangkat akses ke Internet dengan browser Opera akan mempunyai Bookmarks dan Speed Dial yang sama.
    Tapi untuk itu ada syaratnya, yaitu sebelumnya kita sudah punya akun di my.opera.com. Tidak sulit. Tinggal masuk ke halaman itu lalu sign-up. Bila prosesnya sudah selesai, kita pastikan dulu melalui Toolbar kita sudah memberi checklist pada Status Bar. Sesudah itu pada sebelah kiri bawah, di sebelah kirinya Opera Turbo ada icon Opera Link. Klik itu, pilih Enable Synchronization, next, isikan akun kita, dan ikuti langkah-langkah selanjutnya.
  7. Shortcut & Kustomisasi
    Pada software komputer apapun, Saya kira segalanya akan lebih cepat bila kita menggunakan Shortcut (jalan pintas keyboard). Pada Opera 12, beberapa shortcut yang juga digunakan pada browser lain secara default sudah terpasang, seperti Ctrl-C (Copy), Ctrl-V (Paste), Ctrl-W (menutup tab yang sedang aktif), atau Ctrl-P (mencetak). Tapi ada lebih banyak lagi yang khusus pada Opera 12. Bahkan kita bisa membuat shortcut yang kita definisikan sendiri.
    Untuk melihat daftar shortcut yang sudah ada, pencet Ctrl-F12 lalu pilih Shortcuts. Di sana kita malah tidak hanya menemukan pengaturan Keyboard, tapi juga Mouse. Untuk keyboard, kita bisa pilih beberapa profil yang sudah ada, melihat yang sudah ada, mengedit atau membuat backup dari profil shorcut yang sudah ada, yang penting bila kita ingin memodifikasi dari contoh profil yang sudah disediakan.
    Ada sangat banyak di sana, tidak perlu dihapal semua. Kita tentukan sendiri saja dulu kita itu gaya penggunaan browser-nya menuntut aksi navigasi seperti apa, baru kita cari atau kita buat sendiri shortcut-nya.
  8. Menambah Fitur dengan Extension
    Ini adalah salah satu bagian dari Add-On. Saya pikir, apa mungkin Opera salah membuat menu ya ? Bukankah Add-On di Opera itu terdiri dari dua, yaitu Extension dan Theme. Kalau begitu, ketika kita klik tombol Opera di pojok kiri atas itu mestinya salah satu yang ada adalah Add-On, tapi ini malah ditulis Extension.
    OK, tidak apa-apa. Yang penting kalau kita masuk dari situ, lalu klik Get Extension, kita akan dibawa ke halaman Add-On. Klik Extension pada halaman tersebut dan kita akan masuk ke halaman yang menawarkan cukup banyak Extension. Maksud dari Extension adalah sebuah, katakanlah, program kecil yang diintegrasikan ke Opera yang akan membuat Opera bisa menjalankan fungsi-fungsi lain, yang biasanya mungkin harus dilakukan oleh program tersendiri.
    Saya belum coba semuanya. Saya hanya menggunakan yang saya butuhkan, yaitu Extension untuk meng-update status Facebook dan mengirim twit untuk Twitter saja. Dengan begitu saya tidak perlu membuka tab tersendiri untuk Facebook /Twitter atau menjalankan program tersendiri untuk keduanya.
  9. Mempercantik Tampilan dengan Theme
    Kalau kita bosan dengan kombinasi warna dan gambar latar belakang Opera, kita bisa mengubahnya supaya tampilan lebih segar. Bagi mereka yang sering berlama-lama browsing di depan komputer, saya kira ini harus dianggap penting untuk menghilangkan rasa jemu.
    Caranya mudah sekali, tinggal masuk ke tempat seperti tadi menambah Extension. Di sana ada tulisan Theme yang dapat di klik. Lalu kita pilih sesuai selera dengan cara mengklik gambar yang dipilih. Selanjutnya klik Add to Opera, dan progress bar akan muncul menandakan theme itu sedang di download. Setelah selesai, klik Done. Begitu saja. Theme yang pernah kita pasang tidak akan hilang. Masih akan tetap berada di komputer kita. Kita bisa menggunakannya lagi dengan masuk melalui Shift-F12 dan memilih theme yang pernah kita download.
    Saya dulu berpikir theme itu bakal seperti Windows Blind, tapi ternyata hanya mengubah semacam wallpaper di Opera dan warna latar pada menu-menunya. Tapi lumayan, dari pada tampilannya itu-itu saja.
  10. Mematikan Check Spelling
    Ini sederhana, tapi selalu saya matikan saja. Penyebabnya bukan karena saya selalu menulis dalam bahasa Indonesia. Saya bahkan punya blog dalam bahasa Inggris :) Alasan saya ya tidak nyaman saja. Kalau Check Spelling ini kita biarkan berjalan, maka di tempat manapun kita mengetik dalam bahasa selain Inggris akan selalu digarisbawahi. Menulis email di Gmail, atau mengisi form di web, chatting dengan interface yang web-based, tulisan yang kita masukkan di Note … di manapun, fitur ini akan mengecek tulisan kita.
    Tidak terlalu mencolok, tapi saya tetap tidak merasa nyaman. Kalau pun saya menulis dalam bahasa Inggris, saya lebih suka memastikan apa yang saya tulis memang benar saja. Tidak perlu dicek melalui fitur ini.
    Cara mematikannya adalah dengan Ctrl-F12, pilih Browsing, dan hilangkan tanda checklist pada Check Spelling.
  11. Delete Private Data
    Ini cukup penting dan perlu mendapat perhatian tersendiri. Sebenarnya juga perlu diperhatikan bila kita menggunakan browser lain. Poinnya adalah, bila kita menggunakan browser, sebenarnya jejak-jejak browsing kita tersimpan di komputer yang kita gunakan. Bila orang lain dapat membaca jejak-jejak itu, tentu akan membawa implikasi keamanan tertentu. Ini menyangkut seperti situs yang pernah kita kunjungi, username yang kita gunakan, password yang ter-save melalui fasilitas auto-complete, file yang pernah di download dan lokasinya, dan sebagainya.
    delete private dataPada Opera 12, ada satu langkah cepat dan mudah untuk menghapus semua data itu, yaitu pada Delete Private Data. Klik tombol Opera di pojok kiri atas itu, pilih Setting, dan pilih Delete Private Data. Begitu kita lakukan, kita akan ditanya lagi apa kita benar-benar akan lakukan itu. Semua akan benar-benar dihapus, tapi kita masih dapat memilih mana saja dengan meng-klik detailed options. Kalau kita browsing di komputer umum atau laptop pinjaman, misalnya, sesudah kita browsing kita wajib menghapus semuanya. Kalau tidak, si pemilik komputer nanti akan tahu apa saja yang kita lakukan dengan browser kita.
    Untuk fungsi ini sepengetahuan saya tidak ada keyboard shortcut-nya, dan lebih baik tidak usah ada. Alasannya adalah, kalau terlalu mudah mencapai ini, khawatir juga semua  jejak penting yang berguna di komputer yang kita miliki sendiri malah akan hilang.
  12. Download Destination
    Secara default apa yang kita download melalui Opera 12 akan ditempat kan di sebuah folder yang lokasinya adalah C:\Users\[nama-komputer]\Downloads\ – Saya merasa tidak nyaman dengan penempatan di situ. Pertimbangannya, kalau kita men-download sesuatu, hampir selalu yang kita download itu segera akan kita lihat isinya. Maka kalau itu ditempatkan di lokasi yang tidak mudah dijangkau, akan ribet jadinya. Saya lebih suka menempatkannya di Desktop :)
    Cara mengubahnya adalah dengan Ctrl-F12, pilih Downloads dan ubah Download Folder menjadi C:\Users\[nama-komputer]\Desktop
  13. Update ke versi terbaru
    Seperti saya bilang di awal, usahakan agar browser kita adalah versi resmi terakhir. Pada Opera 12 ada cara supaya kalau versi baru sudah ada, ia langsung terunduh ke komputer kita. Itu bahkan merupakan default setting dari Opera. Tapi saya memilih tidak melakukan itu.
    Alasannya, kalau itu otomatis ter-download dan kebetulan koneksi Internet saya sedang buruk, maka fokus kegiatan browsing saya akan terganggu karena bandwidth mungkin tanpa kita sadari tersedot oleh Opera yang sedang mengunduh update. Mereka yang koneksi Internetnya selalu bagus barangkali tidak harus seperti saya, tapi saya lebih suka memilih diberitahu saja kalau update sudah ada.
    Untuk melakukan itu, Ctrl-F12, pilih Security, dan pada bagian Auto-update ubah dari Automatically install updates ke Notify me about available updates.
  14. Private Tab / Windows
    Jujur saja, kadang saya masih juga harus masuk ke tempat-tempat ‘lampu merah’, tapi itu untuk mencari ebook, .. bukan yang lain-lain :) Kalau saya melakukan itu dengan cara biasa, ada kemungkinan situs-situs yang saya datangi / lewati bisa memasukkan root kit, tracking cookies, atau apa lah yang bisa berbahaya ke komputer saya. Supaya itu tidak terjadi, saya gunakan cara browsing yang sekarang sudah ada di semua browser populer. Di IE disebut InPrivate Browsing, di Chrome disebut Incognito Windows, di Mozilla disebut Private Browsing, …… dan di Opera disebut Private Tab atau Private Windows.
    Saya lebih memilih menggunakan New Private Windows daripada New Private Tab. Pada tab, bila yang biasa (yang bisa kita tambahkan dgn Ctrl-T) dan private bercampur, jadi agak ribet juga kalau kita sudah membuka terlalu banyak tab yang lain. Mendingan di Windows baru saja. Untuk New Private Windows bisa diaktifkan dengan Ctrl-Shift-N.
  15. Opera:Config
    Ini adalah sesuatu yang saya baru tahu belum lama ini. Dengan penemuan ini, saya bisa bilang sekarang, Opera is the most user-configurable browser. Kalau tidak percaya, silahkan coba dengan mengetikkan Opera:Config pada bagian alamat internet / URL lalu tekan enter. Akan muncul: Preferences Editor. Untuk lebih membuat kaget, beri tanda checklist pada show all, … maka akan keluar berderet panjang ke bawah berbagai setting Opera yang nampaknya sangat teknis. Saya yakin hanya untuk menguraikan itu saja bisa jadi buku yang cukup tebal.
    Saya baru mempraktekkan satu hal saja yang saya temukan dari search, yaitu cara menonaktifkan Speed Dial. Pada bagian quick find ketik speed dial lalu enter. … kita akan dibawa langsung ke setting untuk Speed Dial. Sebuah situs memberitahu saya bahwa untuk mematikannya adalah dengan mengubah nilai pada Speed Dial State dari default-nya 3 menjadi 0. Silahkan coba. Lainnya lagi belum tahu. Tapi nampaknya kalau kita betul-betul mau ulik Opera 12, kuncinya ada di halaman ini. Sepanjang pengalaman saya dengan Internet, saya belum pernah melihat ada browser yang mengizinkan penggunanya untuk mengkonfigurasi hingga sedetil itu.
  16. Mengatasi Masalah Akses Facebook
    Last but not least adalah tentang akses ke Facebook: satu hal yang nyaris membuat saya mengurungkan diri untuk upgrade ke versi 12. Kasusnya di laptop. Opera 12 yang pertama kali saya gunakan ketika itu tidak bisa membuka Facebook. Dia bisa masuk ke halaman login. Sudah saya masukkan username dan password dengan benar, tapi berikutnya dia hanya menampilkan bagian atasnya saja seperti ini. Untung sempat saya save waktu itu :
    opera fb crashed 1
    Ada yang bilang di Internet mengalami hal yang sama dan caranya adalah dengan meng-enable semua security protocols (Ctrl-F12, pilih Security, dan masuk ke Security Protocols). Hasilnya malah begini :
    opera fb crashed 2
    Saya tidak tahu persis penyebabnya, tapi yang saya lakukan kemudian adalah meng-uninstal Opera 12, lalu saya jalankan CCleaner, untuk membersihkan berbagai file sampah, tapi terutama error dan bloat di registry. Siapa tahu meski sudah dicabut, tapi sisa-sisa setting-nya di registry masih ada. Setelah itu selesai, saya reboot komputer dan pasang lagi Opera 12, … dan masalah akses Facebook itu bisa teratasi.

Masih sangat banyak sebenarnya yang bisa ditulis tentang Opera 12, tapi sekurangnya itu semua yang saya alami dan praktekkan sendiri. Bagi yang baru pertama kali menggunakan, maklumi saja diri sendiri kalau agak-agak bingung, bahkan panik pada saat pertama mencoba. Bukankah selalu ada saat pertama kali untuk apapun ? Tapi berikutnya saya ingin kemukakan pendapat pribadi dulu tentang fitur Email dan Chat di Opera 12 ini.

Saya bukannya tidak berterima kasih dengan adanya dua fitur itu, tapi saya mau menyatakan bahwa keduanya sengaja saya hindari untuk gunakan. Ya, kecuali kalau terpaksa saja. Intinya sih banyak fitur itu bagus, tapi kalau terlalu banyak barangkali malah jadi tidak bagus. Saya pribadi pikir adanya email pada Opera 12 (dan versi-versi sebelumnya memang bisa jadi alternatif, tapi kalau kita mengandalkan urusan email kita hanya pada Opera, nampaknya agak-agak riskan. Dari satu sisi ada masalah psikologis karena untuk urusan yang agak berbeda masih relatif menggunakan UI yang sama, juga karena sekarang saya sudah menggunakan sebuah dedicated email client (Outlook 2010). Lainnya lagi, terbayang oleh saya karena ini terintegrasi dengan browser, bagaimana kalau suatu ketika browser di-update atau di-uninstal lalu pasang ulang, atau bagaimana kalau kita akan memindahkan data emailnya ke komputer lain, dan sebagainya. Kekhawatiran saya mungkin tidak beralasan, tapi saya pribadi lebih suka: untuk browsing ya pake browser. Untuk email ya pake email client, bukan browser :)
Tentang fitur chat, ternyata itu adalah IRC. Barangkali ya sama juga. Sekarang ini saya sudah pake Yahoo Messenger dan Gtalk. Kadang-kadang MSN Messenger.
Yang mau saya katakan: sulit sekali saya membayangkan kalau kita memang suka dengan sebuah browser maka semua fiturnya harus kita gunakan juga. Bagi saya, Opera adalah browser yang punya keunggulan tersendiri dibandingkan browser lain dan saya menggunakannya hanya untuk browsing.

Dari waktu ke waktu apapun dalam bidang teknologi selalu mengusahakan penyempurnaan. Demikian pula dengan browser Internet. Kalau tidak, maka pesaing akan membuatnya sebagai produk yang ditinggalkan oleh para pengguna. Khusus tentang browser, dari dulu hingga sekarang saya masih bertanya-tanya, mengapa pemberitaan selalu mengesankan ada persaingan di kalangan pembuat browser ? Apakah itu hiperbola kalangan pers atau memang benar ada ? Sesuatu yang saya pernah tulis sebelumnya di sini dan di sini.

Apapun itu, Opera 12 adalah sebuah browser yang selalu terinstal di komputer-komputer saya. Melalui tulisan ini saya mengajak anda untuk mulai mencobanya. Sekali lagi, download dulu versi 12 di sini dan instal. Nanti anda sendiri akan menyadari – saya yakin itu -bahwa memang Opera itu sebenarnya lebih dari sekedar browser yang layak coba. Terima kasih.

Bagikan pada media sosial :