# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1930

Pagi ini saya buka komputer utama saya dengan perasaan kaget luar biasa. Lampu HD nyala terus. Saya matikan lalu nyalakan lagi, tetap saja lampu HD nyala terus, dan tidak mau masuk ke OS. Saya putuskan untuk restart dan masuk ke BIOS. Aduh! Ternyata HD tidak terdeteksi. Saya mencoba untuk menenangkan diri. Apa yang mau dikatakan kalau ratusan dokumen hilang dalam sekejap, sementara saya tidak punya backup-nya?
computerdisaster Terus terang, saya sudah putus harapan. Saya sudah membayangkan segala macam kemungkinan kalau semua dokumen itu hilang. Dengan perasaan hopeless, saya mencoba untuk membongkar HD-nya; Seagate Barracuda 80 Gigabyte dengan tipe kone ksi SATA. Bentuk fisiknya masih mulus sekali, tapi kalau dalamnya sudah rusak ya sama saja seluruhnya adalah rongsokan belaka. Saya sudah putus harapan karena saya pernah membaca bahwa harddisk itu masih ada harapan diperbaiki kalau masih bisa terdeteksi oleh BIOS, dan saya mengerti itu. Kalau sudah tidak bisa diakses secara hardware mana bisa datanya diusahakan kembali ?
Saya lalu teringat pada bacaan lain, yaitu tentang cara-cara ekstrem memperbaiki harddisk. Di antaranya, yang paling ekstrem, adalah memasukkan harddisk itu ke dalam news_seagatefirmfix09 kantung plastik, lalu dimasukkan ke dalam lemari es. Cara lainnya, ada yang diketuk-ketuk dengan palu; ini karena katanya tidak terdeteksinya harddisk bisa karena ada masalah dengan bagian platter-nya yang tidak kontak, atau entah apa. Yang terakhir ini yang menginspirasi saya. Saya tidak berharap banyak, tapi harddisk 80 Giga itu saya ketuk-ketuk dengan pangkal tangan. Saya lakukan itu beberapa kali. Lalu saya coba pasang ke komputer lain.
Saya terkejut. Ternyata bisa terdeteksi lagi! Lalu saya biarkan masuk ke OS, tapi karena hardware-nya beda, maka yang keluar adalah blue screen. Tidak masalah. Saya cabut HD itu lalu saya pasang ke komputer asalnya. Alhamdulillah ternyata jalan lagi! Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung backup semua data yang ada. Saya tuliskan entri blog ini pada komputer dengan harddisk tadi, sementara proses backup berlangsung ke harddisk eksternal.
Saya selalu menyarankan ke orang lain agar mem-backup data, tapi kenyataannya, saya sendiri sering lupa melakukannya. Lesson learned well!

Bagikan pada media sosial :