# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 5681

Pronouns PictureSekali-kali melakukan ini sebagai variasi isi blog. Ini adalah sesuatu yang pernah saya tuliskan sebagai serial twit pada akun Twitter saya (@ttpra). Kebetulan saya mengontak mahasiswa saya yang sedang berada di Amerika untuk mengkonfirmasi hal ini pada penutur asli (native speaker) bahasa Inggris. Karena membuka arsip lama Twitter tidak selalu mudah, maka saya putuskan untuk mem-blog-kan serial twit saya itu di sini. Selain itu, ini penting karena saya pikir di lain waktu saya masih akan perlu untuk merujuk dan membahasnya.

Topiknya adalah tentang adanya kecenderungan pada sementara mahasiswa (atau ABG) yang menyebut diri mereka dengan namanya, alih-alih menggunakan kata ganti (saya atau aku, atau yang lain). Sekilas memang remeh, tapi ini adalah bagian dari fenomena perkembangan diri yang terkait dengan proses pemerolehan bahasa (language acquisition), yang dalam pembelajaran bahasa asing perlu dicermati agar (kemungkinan) kesalahan analogi situasi tidak berimbas pada konteks ini.

Serial twit ini saya kirimkan pada tanggal 04 Oktober 2011 :

00) Hr minggu lalu di RCTI ada film Tarzan.Jd inspirasi utk serial twit ini. Di film, Tarzan menyebut dirinya dgn namanya,tdk dgn kata ganti.

01) Apakah bagus menyebut diri sendiri tanpa kata ganti, alih2 menggunakan nama sendiri ? Saya memilih untuk menjawab ‘tidak’.

02) Sbg contoh,seorg ABG bernama Risa berkata,”Pak,Risa minta dijelasin masalah itu sekali lagi”. Nama dirinya digunakan alih2 Aku atau Saya.

03) Cara ungkap sst barangkali dimaksudkan sbg gaya,atau ekspresi gaul yg trendi, barangkali memang tdk punya implikasi psikologis apapun.

04) Tp Sy bilang itu tdk bagus krn bisa jadi itu adalah clue ttg perkembangan diri … bagi “orang-orang yg berpikir” .. :)

05) Sy ingat ttg ini dulu diberikan oleh Alm. MAW Brouwer di Kompas dgn menyitir Jacques Lacan ttg Fase Cermin.Jd perkenalan sy jg dgn Lacan.

06) IMHO,intinya menyebut diri dgn nama sendiri (tdk dgn kt ganti subyek) adlh refleksi dr tdk tuntasnya fase perkembangan ttt ketika balita.

07) Scr singkat Lacan membagi fase perkembangan balita a) real b) imajiner c) simbolik. Peralihan dr imajiner ke simbolik adlh fase cermin.

08) Fase real: ktk bayi msh mempersepsi diri & yg ada di luarnya sbg kesatuan. Bayi TDK mengenal dirinya sbg subjek yg beda dgn yg lain.

09) Fase imajiner: perkembangan indra & pengalaman membuat bayi “sadar” bahwa dirinya lain dgn yang lain, dengan orang lain, ….

10) Pd fase imajiner terjd fase cemin ktk bayi lihat dirinya dlm cemin & melihat ke arah lain. Saat itu trjd individuasi,penegasan kedirian.

11) Fase simbolik: diferensiasi diri dgn yg lain melahirkan bahasa, mulai dgn lahirnya “aku” yg beda dgn org lain yg tdk bs dikendalikan.

12) Semua fase tdk berjalan scr linier tp scr tumpang tindih,tdk berbatas jelas.Lalu dimana relasinya dgn penyebutan diri tanpa kt ganti td?

13) IMHO:diferensiasi diri dgn lingkungan bs tdk tuntas shg sisakan persepsi subtil: org lain+dunialuar msh dlm kesatuan & bs dikendalikan.

14) Ktk sebut namanya untuk menunjuk dirinya dikiranya itu representasi 100% dr keberadaan. Pdhl diri-yg-nyata = abstraksi, bahkan alienasi.

15) Menyebut dr tanpa kt ganti bs jd kebiasaan & dianggap normal.Skl lg bs jd bukan indikasi apapun, tp scr linguistik tdk elok. @ivanlanin

16) Tarzan digambarkan menyebut dirinya dgn namanya krn mungkin ingin mengesankan bhw perkembangannya ktk kecil tidak sempurna … :)

17) Anak2 hrs mulai diarahkan utk tidak menyebut dirinya dgn namanya. Sekian serial twit ini.

Saya tahu ini tidak akan langsung mudah dimengerti, tapi ini cukup bagi saya untuk sebuah diskusi di Facebook. Atau barangkali anda dapat memberi komentar pada tulisan ini untuk diskusi di sini.

Bagikan pada media sosial :