# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 103402

Terus terang saya terkejut dengan begitu banyaknya komentar pada entri tulisan saya yang pertama, meskipun itu terjadi di backup-nya di blogdetik, dan bukan di sini. Sekarang saya mau menuliskan yang kedua ini bukan saja karena ada beberapa poin yang saya ingat dan temukan (hasil search), tapi sekalian juga mau menanggapi secara keseluruhan komentar-komentar itu.
Pertama, terus terang saja saya ini adalah orang non-IT yang akhirnya juga bekerja di bidang IT. Jadi, barangkali saya tidak tahu yang sifatnya teoretis. Oleh karena itu tulisan saya yang pertama lebih banyak berdasarkan pada pengalaman saya menangani orang-orang yang minta tolong dan pengalaman sendiri menangani masalah “limited or no connectivity” (LoNC).
Lalu, frase “limited or no connectivity” adalah sangat tipikal di Windows, dan rasanya sistem operasi lain mungkin akan menggunakan kata-kata yang berbeda. Lagian, di sana sini saya menyebut, menyitir, mengasumsikan, mengandaikan, … bahkan sistem operasinya adalah Windows, terutama XP atau Vista. Jadi, apakah perlu saya eksplisitkan bahwa ini adalah bahasan di lingkungan Windows ?
Soal glitch, maksud saya, ya di registry Windows XP ada string yang kalau tidak diubah seperti yang disarankan maka masalah LoNC tidak akan terbantu teratasi. String itu ditulis pada Notepad, lalu di save dengan ektensi *.reg. Misalnya lonc.reg, … Nah, file ini langsung kita klik dua kali, maka string di dalamnya langsung akan diintegrasikan ke registry. Begitu.
Anyway, terima kasih untuk komentarnya, dan salam kenal untuk semua.
Berikut ini saya tambahkan beberapa poin lagi, ada yang pengalaman, dan ada yang hasil search. Tapi akan saya dahulukan yang ada di komentar, yang bikin saya teringat sesuatu:

  1. Tidak ada perangkat Wireless
  2. Ada perangkatnya tapi tidak ‘on’
  3. Sinyal Wifi lemah
  4. Driver Wireless tidak terpasang
  5. Perangkat Built-In Wifi rusak / lemah
  6. Unpatched Windows XP SP2
  7. Alokasi IP habis
  8. Registry Glitch
  9. Ethernet Card perlu refresh
  10. Turunkan dari 100 ke 10!
  11. Klik kanan lalu repair ?
    OK, ini hampir lupa. Pada tanda di sebelah kanan bawah yang menunjukkan bahwa komputer kita sedang konek ke jaringan kalau di klik kanan, salah satu pilihannya di situ adalah ‘repair’. Pembuat Windows jelas menginginkan kita kalau mengklik itu maka yang tadinya bermasalah akan beres, tapi terus terang saja, dari pengalaman menangani masalah koneksi ke network Saya belum pernah mengalami keberhasilan dengan mengklik itu. Jadi, sebagai sebuah langkah alternatif yang perlu diketahui ya boleh-boleh saja kita sebutkan, tapi ya itu. Pada semua masalah yang saya temui sampai hari ini, mengklik itu seperti hanya basa-basi saja. Sorry.
  12. IPCONFIG / release + renew
    Saya sudah sebut ini sebelumnya tapi belum dieksplisitkan. Kita klik start, lalu pilih run, dan ketik cmd. Lalu ada jendela DOS keluar. Di prompt-nya kita tulis IPCONFIG / release. Setelah itu, tulis lagi IPCONFIG / renew. Ini jelas untuk merefresh koneksi secara software. Sama juga dengan klik kanan repair itu, … saya belum pernah mengalami keberhasilan menangani masalah dengan cara ini. Dugaan saya, ini sebenarnya sama saja dengan klik kanan repair itu, hanya di sini kita melakukannya secara manual dari DOS.
    Dari sebuah situs saya menemukan ada langkah tambahan selain release dan renew. Lengkapnya begini :

    In Command Prompt window, type in following commands, and hit Enter after each one:
    ipconfig /flushdns
    ipconfig /registerdns
    ipconfig /release
    ipconfig /renew
  13. Alokasikan Static IP
    Kebanyakan komputer yang terhubungkan ke hotspot diatur supaya alokasi IPnya otomatis melalui DHCP. Saya tidak tahu, tapi kadang Ethernet (entah wireless atau wired) tidak mau menerima alokasi otomatis itu. Yang pernah saya tangani, katanya sebelumnya komputer ok-ok saja dengan setting itu, tapi kok tanpa diubah apapun sekarang muncul LoNC. Hmmm, apakah ini gejala bahwa si Ethernet mengalami degradasi ? Lebih khusus lagi, saya terus terang belum mengalami ini dengan koneksi wireless, tapi wired. Saya putuskan untuk memberikan IP static. Kalo gitu langkah ini memang harus konsultasi sama yang jaga hotspot, karena mungkin tidak bisa kita lakukan sendiri. Kecuali nebak, pake software IP Sniffer dengan menemukan IP yang kosong, … dan cukup beruntung untuk tahu konfigurasi lainnya, seperti gateway dan dns server.  Tanpa kedua yang terakhir itu, LoNC akan hilang, tapi pengalaman saya menunjukkan koneksi Internet nggak ada sama sekali, he, he … Harus dilengkapi dengan default gateway, dan prefered dan alternate dns server.
  14. Repairing the TCP/IP stack & Winsock
    Ini saya temukan di sini dan terus terang saya belum pernah mencobanya sendiri. Ini saya tuliskan sekalian untuk dokumentasi pribadi saja sekalian. Katanya begini :

    To repair the TCP/IP stack, at the prompt, type…
    netsh int ip reset resetlog.txt
    …and press Enter
    (note the spaces in the command line). The original prompt will
    reappear.
    To reset Winsock entries, at the prompt, type…
    netsh winsock reset catalog
    …and press Enter
    Exit the Command Prompt window and reboot the PC.

    –> Yang dimaksud prompt tentu saja adalah DOS prompt itu.
  15. Di Service Set ke Automatic
    Masih dari link yang sama, ada lagi yang bilang begini :

    Go to “Start > Run”, type services.msc and click OK. In the
    window that opens, scroll down to the DHCP Client service
    and double click it to open its Properties sheet. Check that the
    service is “Started” and that its Startup Type is set to
    “Automatic”.
  16. Vista vs XP
    Saya punya pengalaman yang menunjukkan bahwa Vista ternyata punya kemampuan lebih untuk survive dalam koneksi di jaringan. Pengalaman saya itu sudah saya tuliskan di sini.
  17. Reboot Router / Modem (Update @ 16/2/2009)
    Saya tidak ingin thread ini berkepanjangan. Tidak perlu ada thread ini jilid 3. Pagi ini (16/2/2009) saya menemukan sesuatu lagi di kantor, yaitu ketika banyak orang sekaligus datang menanyakan kenapa laptop-nya menunjukkan LoNC. Semua langkah di atas sudah saya lakukan dan tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya putuskan untuk Reboot Router internet-nya. Kebetulan yang saya gunakan adalah Router yang sekaligus Modem ADSL merek SMC tipe 7904WRBA. Hasilnya adalah, semua laptop langsung nyambung! Ini bukan langkah dari sisi user, tapi dari sisi admin. Jadi, memang koneksi internet itu perlu ada pemeliharanya, tidak bisa didiamkan saja terus karena rentan muncul masalah.

Saya kira itu tambahan untuk tulisan sebelum ini. Saya tidak mengklaim apa yang saya tulis sepenuhnya akan menyelesaikan masalah. Yang penting ini adalah pengalaman saya, dan ada yang merupakan hasil search tapi belum saya praktikkan sendiri. Silahkan gunakan atau kutip, tapi saya sangat tidak simpati bila anda copy paste tanpa menyebutkan URL saya, atau mengesankan anda lah yang menuliskannya. Ada satu orang yang sudah melakukan itu. Cari saja di Google. What a shame!
< Tulisan asli entri ini ada di www.tomita.web.id >

Bagikan pada media sosial :