# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1305

centoslogoBiasa di Windows, ketika ada kebutuhan yang mengharuskan menggunakan sistem operasi lain, maka yang ada adalah bingung. Kebutuhan saya adalah membuat server file yang bisa diakses secara wireless. Jadi, nanti ada sebuah komputer yang dinyalakan secara terus-menerus (server) yang di dalamnya terdapat berbagai macam file. Komputer ini nanti dihubungkan dengan access point. Orang dapat masuk dan mengunduh file yang ada di komputer itu via access point tadi. Ini saya terapkan di kampus saya. Mahasiswa dapat setiap saat menggunakan laptopnya terhubung ke sebuah hotspot yang passwordnya diumumkan di dalam kampus. Lalu mereka bisa mengunduh berbagai file yang terkait dengan pembelajaran.

Sebenarnya saya sudah pernah membuatnya dari nol dengan arahan seorang teman, tapi ketika selesai saya tidak sempat menuliskannya. Tiba saatnya saya harus membuat backup dari sistem yang sudah saya buat itu, tapi ternyata backup dengan cara apapun gagal. Maka kepikiran untuk menelusuri ulang bagaimana dulu membuatnya. Untung ada Google, dan untuk sebagian besar saya buat ini dengan mengandalkan searching di Google (dan tentu tanya clue ini itu ke teman saya tadi).

Saya baca dari tulisan orang-orang tentang langkah-langkah di Linux, mereka semua menuliskannya singkat-singkat. Itu semua karena diasumsikan pembaca tahu latar belakangnya. Di sini mungkin hingga taraf tertentu saya akan menyingkat seperti itu juga, meskipun untuk beberapa bagian saya akan uraikan lagi pada tulisan terpisah. Semua ini saya lakukan sebagai catatan buat saya sendiri sebenarnya, berterima kasih pada Google, dan semoga ada orang lain yang bisa termudahkan, karena saya juga sudah termudahkan karena Google.

Pertama, distro Linux yang saya gunakan adalah CentOS. Saya tidak tahu apakah perbedaan versi CentOS berakibat adanya perbedaan setting / perintah, tapi kenyataannya, sistem yang sudah pernah saya buat sebelumnya menggunakan CentOS 6.5, dan yang sekarang saya cobakan dan berhasil menggunakan versi 6.7. Ada hal-hal yang harus saya lakukan di 6.7 tapi tidak perlu di 6.5. Juga ada prosedur mengalokasikan spasi harddisk dari home ke root yang jalan di 6.5 tapi gagal di 6.7. Sebagai asumsi uraian, saya gunakan versi 6.7 di sini.

OK, jadi langkah yang pertama adalah menginstal CentOS ke sebuah harddisk. Ini tidak saya uraikan karena akan sangat panjang, tapi saya kira untuk yang sudah biasa ngoprek semuanya hanya common sense saja. Burn image ISO nya ke DVD, boot dari DVD drive, lalu dari situ ikuti perintah untuk menginstalnya sampai tuntas.

Ketika instal CentOS, kita diminta memasukkan password root, juga diminta untuk membuat akun user. Setelah CentOS sudah berjalan dengan benar, lalu :

  • Login sebagai root
  • Masuk ke bagian Firewall dan memberi tanda check pada bagian FTP
  • Assign IP ke CentOS. Masuk ke bagian Network Connection, dan pada kotak yang muncul kita pilih bagian Wired lalu System Eth0. Kalau pada CPU kita hanya ada satu ethernet card, biasanya itu akan langsung dikenali dengan Eth0. Kalau ada beberapa, bisa 0 dan 1, dan seterusnya. Pada System Eth0 itu kita klik dan kita masuk ke IPv4 Settings. Di sini kita masukkan Address, Netmask (dan Gateway kalau perlu). Kita misalkan Addressnya adalah 192.168.1.10 dan Netmask-nya 255.255.255.0 – Lalu apply. Pastikan pada bagian Connect Automatically dan Available to all users diberi tanda check.
  • Klik Applications, System Tools, dan Terminal. Lewat sini kita akan instal VSFTPD. Ketikan perintah # yum -y install vsftpd
  • Masuk ke folder /etc/vsftpd/ dan temukan file vsftpd.conf, lalu edit file itu dengan mengubah local_enable jadi NO
  • Karena ada setting yang diubah, maka VSFTPD harus kita restart. Pada terminal kita ketikkan ini: # service vsftpd start
  • Supaya ketika setelah booting CentOS nanti tidak perlu mengaktifkan VSFTPD secara manual, kita buat itu jalan otomatis setelah booting. Caranya, pada terminal kita ketikkan : # chkconfig –levels 235 vsftpd on (sebelum levels tanda – nya dua kali).
  • Mendefinisikan lokasi (folder) yang akan terbuka ketika nanti IP 192.168.1.10 diakses dari luar. Kita masuk lagi ke vsftpd.conf lalu kita tambahkan baris anon_root. Dalam kasus saya, saya menambahkannya begini anon_root=/var/ftp … artinya, nanti ketika 192.168.1.10 diakses maka orang akan membuka /var/ftp
  • Membuat folder pada /var/ftp … pada folder-folder ini akan kita simpan file-file yang nanti bisa diunduh oleh pengguna.
  • Persiapan server sampai di sini beres. Berikutnya kita siapkan komputer lain (sebagai client) dengan sambungan ethernet ke switch, lalu ada kabel ethernet lagi dari switch itu dihubungkan ke server CentOS tadi. Tujuannya adalah untuk mengecek koneksi apakah sudah bisa diakses atau belum. Dalam kasus ini saya gunakan komputer dengan OS Windows yang pada bagian setting ethernet-nya saya masukkan alamat dalam kelas yang sama yaitu 192.168.1.15, Netmask 255.255.255.0, dan gateway saya kosongkan (meski sebenarnya bisa diisi 192.168.1.10, alias alamat server).
  • Lalu dari komputer client (OS Windows) kita masuk ke Command Prompt dan kita ping alamat server-nya. Kalau nyambung bener, maka akan keluar :
    ping
  • Ini berarti kita sudah bisa coba lewat browser atau file explorer dengan mengetikkan ftp://192.168.1.10 Ketika saya lakukan itu, yang keluar seperti ini :
    akses
  • Saya coba dengan folder pubtom1 dan pubtom2. User bisa masuk ke salah satu folder itu dan mengunduh file-file yang sudah kita masukkan sebelumnya. Ternyata secara default settingnya adalah read-only. Artinya, user hanya bisa baca / unduh, tidak bisa delete ataupun upload.
  • Komputer client ini hanya untuk mencoba koneksi. Berikutnya ini akan digantikan dengan access point yang diset DHCP. Dengan begitu user akan bisa masuk dan mengambil file secara wireless.

Ada beberapa masalah lagi setelah ini selesai sebenarnya. Mungkin memasang access point, folder yang kadang-kadang tidak bisa diakses, …. tapi yang paling penting adalah masalah spasi.

Ketika CentOS diinstal, kita bisa lihat bahwa ruangan harddisk dialokasikan terlalu banyak untuk /home. Padahal kita membutuhkan spasi besar untuk root karena kita akan mengisi cukup banyak file pada folder-folder yang kita siapkan untuk user. Silahkan masuk ke terminal dan jalankan # df –h untuk mengetahui detilnya. Pada kasus saya, dengan menggunakan harddisk 320 Gb, ternyata oleh CentOS hanya dialokasikan sekitar 40 Gb saja. Jelas itu tidak cukup.

Tentang bagaimana mengalokasikan spasi dari home ke root, saya akan tulis di entri blog ini berikutnya.

Bagikan pada media sosial :