# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 39077

in104Apa jadinya kalau belasan proyektor dalam satu hari digunakan semua, dan pada hari itu juga mereka kesulitan untuk membuat si proyektor bekerja sebagaimana mestinya ? Memang baru sekali saya dipanggil dan di pingpong dari satu ruangan ke ruangan lain hanya untuk keperluan itu. Tapi segera terbayang bukan tidak mungkin itu akan kejadian lagi. Mengapa menghubungkan laptop ke proyektor dan membuat proyektor memproyeksikan tampilan laptop itu tidak selalu mudah ? Inilah alasan saya menuliskan ini. Lain kali barangkali saya tinggal menyuruh siapa saja yang bermasalah untuk membaca ini di tomita.web.id … :)

OK, langsung saja. Supaya segalanya sesuai dengan yang diharapkan, beberapa poin penting adalah :

  1. Kalau si proyektor memiliki fitur autodetect yang bagus, maka begitu laptop dihubungkan ke proyektor, tidak lama kemudian tampilan desktop di laptop bisa langsung tampil ke layar. Dalam hal ini tidak ada yang khusus yang harus dilakukan kemudian. Hanya yang sering menjadi masalah adalah resolusi alias ukuran layar di laptop sebelum dihubungkan ke proyektor.
    (saya harus detil sekali soal ini, sorry)
    Untuk mengetahui resolusi layar laptop, caranya adalah dengan klik kanan di laptop, lalu pilih properties, lalu pilih settings. Ini untuk Windows XP. Di sana ada bagian yang tertulis screen resolution. Di Windows Vista atau 7, klik kanan di desktop lalu langsung pilih screen resolution.
    Yang jadi masalah adalah, proyektor memiliki batasan resolusi yang bisa ditampilkan. Ada baiknya tahu dengan pasti proyektor yang digunakan itu bisa menangani resolusi maksimal berapa. Kalau tidak tahu, maka kemungkinannya begini: Katakanlah laptop resolusinya 1280 x 800, sedangkan proyektor maksimal hanya 1024 x 768. Biasanya proyektor akan memaksa laptop untuk ikut resolusi maksimal si proyektor, atau resolusi yang dianggap aman / kompatibel untuk keduanya. Akibatnya tampilan laptop jadi berubah. Kita bisa mengatur ulang resolusi laptop setelah terhubung ke proyektor dan menaikkan resolusinya. Ada proyektor yang bisa menangani ini, ada yang tidak. Kalau tidak, proyektor akan diam saja, tampilan mati, atau mungkin akan ada peringatan di layar.
  2. Kalau ternyata setelah laptop dihubungkan ke proyektor gambar tidak segera muncul di layar, maka kita harus melakukannya secara manual. Biasanya ini bisa dilakukan dengan memencet kombinasi tombol antara Fn dan salah satu tombol F. Pada laptop Asus biasanya Fn dan F8. Pada Fujitsu Fn dan F10. Pada Toshiba biasanya Fn dan F5.
  3. Kalau dengan memencet kombinasi tombol itu tidak bisa, pada beberapa laptop tertentu yang menggunakan Intel GMA sebagai VGA Card-nya, pada pojok kanan bawah dekat ikon volume biasanya ada yang disebut Intel Graphics and Media Control Panel. Letakkan kursor mouse di atas ikon-ikon tersebut dan keterangannya akan muncul. Bila anda menemukannya dan di klik, yang muncul adalah :satu duaLetakkan kursor pada ‘Graphic Options’ maka akan keluar sub menu baru. Selanjutnya letakkan kursor pada ‘Output To’ maka akan keluar :
    tiga empat
    Dari situ kita pilih Clone Displays dan kita bisa pilih antara ‘Monitor + Built-in Display’ atau ‘Built-in Display + Monitor’. Dua pilihan ini pasti ada bedanya, tapi yang jelas memilih salah satu dari itu akan membuat proyektor bisa menampilkan layar laptop sebagai mana mestinya. Kadang tidak langsung muncul, mungkin harus ditunggu beberapa detik.
    Gambar di atas saya dapatkan dari laptop dengan OS Windows 7.
    Tapi pada Windows Vista dan 7 ada cara yang lebih mudah untuk bisa memunculkan tampilan layar laptop, yaitu dengan kombinasi tombol Windows dan P. Semua laptop dengan Windows 7 yang pernah saya coba sejauh ini tidak pernah gagal dengan cara ini.
  4. Kalau OS-nya masih Windows XP, minimal XP SP2, biasanya dengan klik kanan di desktop akan muncul menu seperti ini :
    05 limaBarangkali sudah langsung jelas dengan melihat gambar di atas.
  5. Masih dalam konteks Windows XP (yang memang kebanyakan bermasalah kalau masih menggunakan OS ini), kalau di klik kanan tidak memunculkan menu seperti pada nomor 4, alternatifnya adalah masuk ke display properties. Terakhir saya dipanggil karena ada masalah dengan Netbook merek Lenovo yang driver VGA nya tidak biasa (saya tidak bisa mendapatkan gambarnya sekarang). Pokoknya di desktop klik kanan, pilih Properties, lalu Settings, dan pilih Advanced. Di sana biasanya ada menu VGA driver. Di dalamnya akan ada sub-sub menu yang isinya adalah pilihan cloning display seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Saya kira begitu saja. Benar-benar tidak sulit. OS yang kita gunakan memang membuat perbedaan dalam hal kemudahan konektifitas ke proyektor. Windows XP memang suka bermasalah. Rasanya saya pernah sekurangnya satu kali menemukan, ada laptop dengan Windows XP yang dengan berbagai macam cara tetap saja tidak bisa dibuat tampilannya di cloning ke layar.

Yang terakhir adalah tentang proyektor itu sendiri. Info terakhir yang saya dengar dari toko penjual proyektor adalah, lampu proyektor itu kalau rusak harganya bisa tiga perempat atau mungkin setengah dari harga proyektornya. Oleh karena itu penggunaannya harus betul karena usia pakainya bisa menurun cepat kalau anda ceroboh tidak diperlakukan sebagaimana mestinya. Yang kritis di sini adalah ketika mematikan proyektor. Jangan pernah langsung mencabut kabel listrik proyektor kalau anda sudah selesai menggunakannya. Matikan secara manual dengan memencet tombol power. Biasanya di layar akan ada menu konfirmasi yes atau no. Ketika yes dipilih, tampilan langsung mati, dan tombol power biasanya akan berkedip-kedip. Tunggu kedip-kedip ini sampai nyala lampunya konstan. Setelah itu baru kabel power bisa dicabut. Last but not least, sebaiknya tunggu si proyektor itu dingin, baru dimasukkan ke bungkus / tasnya.

Biasanya yang bermasalah dengan menghubungkan laptop ke proyektor adalah ketika akan mulai in action untuk presentasi. Jelas tidak mungkin saya jelaskan ini di depan kelas atau di atas panggung. Ketika semua sudah selesai, biasanya lupa atau mungkin malas bertanya lagi. OK, sekarang saya akan tinggal menunjuk entri blog ini saja, meskipun saya tahu pasti nanti mungkin masih akan ada yang bilang, lebih cepat memanggil saya (atau staf saya) dari pada mesti melakukannya sendiri :( Mudah-mudahan tidak ada yang begitu.

Bagikan pada media sosial :