# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 4378

Di antara orang-orang yang kerja di bidang IT, barangkali hanya saya yang HPnya paling LG KU 250low-end (atau mungkin paling jelek?). Untuk GSM pribadi, saya pake Nokia N1112; untuk CDMA, saya pake Nokia N6225, untuk Customer Service di kantor; hanya dikasih Nokia N1100. Tapi lalu saya ada rejeki sedikit, dan terpikir oleh saya untuk membeli HP baru. Kebetulan sekarang saya tidak punya koneksi Internet di rumah, dan kalau sudah di rumah sangat kesulitan untuk bisa sekedar mengecek email. Lalu di jaman yang sekarang sedang santer soal 3 G atau 3,5 G ini ada iklan HP yang mengklaim bahwa itu adalah HP 3G termurah. Ya apalagi kalau bukan LG KU-250. Saya beli dengan harga 985 ribu di BEC, dan gratis sebuah kartu Simpate Pede, tapi nomernya nomer Jakarta.
Sampai saya tuliskan ini, saya belum menemukan adanya review yang tersendiri dari seseorang, kecuali tentu yang ada di GSMArena. Malahan ada yang meminta kita untuk berhati-hati untuk membelinya. Kebanyakan situs hanya copy and paste soal spec dan keterangan singkat dari press release HP ini. Saya mencoba HP ini pertama dengan menggunakan kartu Halo dari Simpati, lalu sekarang saya pake kartu Axis. Secara umum saya puas, meski sebenarnya masih ada tanda tanya soal 3G-nya. Sisanya adalah mungkin harapan saya yang terlalu berlebihan mengenai sebuah HP 3G.
D
i GSMArena saya menemukan adanya beberapa orang yang mengeluh bahwa kalo HP ini dipake nelpon biasa, maka suaranya terputus-putus. Saya sama sekali tidak mengalami masalah ini, baik dengan kartu Halo maupun kartu Axis. Gara-gara adanya keluhan itu saya sempat tidak akan mengandalkan HP ini untuk menelpon, tapi kenyataannya HP ini ok-ok saja digunakan untuk menelpon. Lalu soal SMS, saya yang sudah terbiasa menggunakan HP Nokia jelas mengalami hambatan soal aturan menulisnya, soal kecepatan pergantian ke karakter berikutnya, dan jelas soal kualitas keypad-nya. Untuk yang pertama dan kedua saya bisa menyesuaikan diri dengan cukup cepat, tapi untuk kualitas keypad memang harus diakui belum ada yang bisa mengalahkan ergonomisnya keypad Nokia. Mengetik SMS terus-terusan di KU-250 jelas-jelas akan bikin kita pegel. Keypad-nya lumayan keras. Sehabis ngetik di KU-250, lalu saya coba kirim SMS dengan N1112, wah rasanya enak sekali ngetik di HP Nokia, meski itu adalah salah satu HP Nokia yang termurah!
Kebanyakan HP murah selalu mengorbankan kualitas casing, dan ternyata ini berlaku juga untuk KU-250. Casing-nya dari plastik warna hitam yang sama sekali jauh dari kesan sturdy. Saya kira kalau penggunanya ceroboh dan sering menjatuhkannya, maka bisa diperkirakan casing-nya akan mudah retak. Yang menyebalkan adalah penempatan socket untuk charging yang ada di sebelah kanan atas. Bukan penempatannya, tapi tutupnya itu yang nampaknya akan gampang sekali bisa copot dan hilang. Colokan ChargerTutupnya ini sama persis dengan tutup slot memory eksternal yang ada di bagian kiri bawah HP ini. Kalau untuk tutup slot memory saya kira wajar kalau wujudnya seperti itu, karena mungkin kita akan jarang memasang atau mencabut memory-nya, tapi kalau digunakan sebagai tutup socket charging, saya kira itu tidak wajar. Soalnya dengan pemakaian berat, HP ini bisa menuntut di charge setiap hari. Kalau dipakai normal, saya temukan bahwa kekuatannya bisa mencapai empat harian.
Soal akses Internet, inilah yang sebenarnya alasan saya beli HP ini. Katanya bisa 3G, maka saya lantas membayangkan adanya akses Internet yang cepat. Kenyataannya ? Saya kok merasakannya nyaris sama dengan koneksi GPRS biasa ya ? Apakah ini faktor provider ? Rasanya tidak lebih cepat atau gimana, baik dengan kartu Halo, maupun dengan kartu Axis. Saya membatin, apakah 3G-nya baru on kalau dipake untuk Video Call ? Soalnya jelas, video call akan menuntut kemampuan streaming data yang lebih dari biasa, yang artinya data rate-nya harus tinggi. Saya sendiri belum mencoba Video Call dengan HP ini (mau video call dengan siapa ?). Tapi meski tidak jauh beda dengan koneksi GPRS biasa, saya merasakan browsing dengan HP ini cukup lancar.
Soal browsing, jelas ukuran layar jadi kendala, tapi itu rasanya sudah taken for granted. Kita mesti maklum. Tapi yang jadi keluhan di saya adalah soal browser-nya. Si Browser tidak bisa otomatis menyesuaikan diri dengan halaman yang resolusinya tinggi. Kita bisa pilih rendering mode di bagian setting-nya, antara normal dan optimized. Tapi kalau kita sudah pilih optimized dan masuk ke sebuah halaman yang ukurannya besar, halaman itu tetap saja di render secara default. Kalau kita mau meng-optimized-kan halaman itu, caranya adalah kita ubah setting-nya ke normal, lalu setelah itu kita masuk lagi ke setting optimized, baru lah halamannya benar-benar disesuaikan dengan ukuran layar. Kayaknya memang bener-bener perlu upgrade firmware soal ini.
Fitur lainnya lumayan ok buat saya. MP3 player-nya jalan lumayan, dengan earphone atau dengan eksternal speaker di HP, meski suaranya tidak terlalu keras dengan eksternal speaker. Soal kamera yang katanya 1,3 megapixel, saya belum sering coba, tapi ya ini juga kita mesti maklum. HP dengan harga segini masa kita mau berharap banyak dengan kualitas fotonya ? Saya kira kita harus bisa memotret dengan steady pake kamera ini, lalu harus lebih mengutamakan konteks yang banyak cahayanya. Di lingkungan yang cahayanya redup, HP ini hanya menghasilkan foto yang payah kualitasnya. Meski begitu, setting kamera di HP ini lumayan lengkap, bahkan sampai ada white balance-nya segala. Last but not least, saya menemukan masalah di SMS ketika HP ini menerima SMS dari HP Siemens M75. Aneh sekali, SMSnya tidak bisa dibuka, dan diidentifikasi oleh si LG KU250 ini sebagai EMS. Meski tidak bisa dibuka, tapi isinya tetap bisa dibaca di inbox-nya sebagai running text pada entri SMS itu.
Saya beli 985 ribu. Eh, belum lama ini saya lihat di iklan koran PR disebutkan bahwa HP ini ada yang jual 590 ribu dalam keadaan baru. Kayaknya sih versi black market. Overall, HP ini ok buat saya. Cuma saya masih penasaran dengan 3G-nya. Apakah saya harus mencoba Internet-nya dengan menghubungkannya ke komputer ?

Bagikan pada media sosial :