# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 10352

Teman saya yang kerja di bagian IT sebuah bank BUMN pernah cerita tentang betapa jeleknya produk TP-Link untuk keperluan networking. Tanpa menyebut persis barangnya apa, tapi dalam hati saya langsung maklum kalau produk sekelas TP-Link digunakan untuk kelas corporate yang mungkin menuntut unjuk kerja tinggi barangkali memang barangkali bukan pilihan. Saya bukan mau mempromosikan TP-Link, tapi kebetulan saya pengguna cukup banyak barang dari merek ini, dan sebagian besar baik-baik saja hingga sekarang. Kebetulan untuk satu seri produk TP-Link yang fungsinya hampir sama, saya sudah pakai semua. Produk itu adalah untuk keperluan berbagi koneksi Internet via modem.

Saya pikir, kalau banyak orang tahu bahwa produk ini ada, besar kemungkinan banyak orang akan pakai. Masalahnya, sebagian besar publik yang memanfaatkan Internet hanya sekedar pengguna biasa yang mungkin tidak ingin pusing dengan urusan teknis. Jadi dengan tulisan ini, saya ingin perkenalkan adanya barang dengan fungsi ini.

Tujuan utama dari alat ini adalah untuk membuat koneksi Internet dari modem menjadi dapat dibagi-bagi melalui hotspot. Maksudnya, modem yang biasanya hanya kita gunakan untuk kepentingan koneksi Internet secara individual, bisa kita buat sedemikian rupa sehingga Internet dari modem tersebut dipancarkan melalui Wifi. Dengan demikian koneksi Internetnya dapat dinikmati bersama-sama oleh beberapa alat yang berbeda, yang dapat terkoneksi ke Internet secara wireless, seperti telpon selular, tablet, laptop, atau komputer desktop yang punya penerima Internet wireless. Untuk berbagi internet di dalam sebuah keluarga, saya kira alat ini cukup ideal.

Dari TP-Link ada 3 produk untuk keperluan ini, yaitu TL-MR3020, TL-MR3220, dan TL-MR3420. Ketiganya memiliki fungsi yang sama. Yang membedakannya hanya kapasitasnya, yaitu dalam hal jangkauan dan data rate.

Untuk TL-MR3020, begini gambarnya : (ketika dipasangkan dengan modem SpeedUp dan kartu Flexi) :

3020tomitawebid

Ukurannya hanya segenggaman tangan. Bentuknya barangkali mirip dengan kotak bedak. Dilihat dari ukuran barangnya, nampaknya ini ditujukan untuk keperluan portabel. Dipertegas lagi dengan bentuk colokan power-nya yang berbentuk Mini USB. Dengan begitu maka MR3020 bisa dicatu oleh Power Bank misalnya.

Kakaknya adalah TL-MR3220 :

3220tomitawebid

Dilihat dari bentuknya, jelas ini tidak untuk keperluan portabel. Dia harus ditempatkan secara menetap. Colokan power-nya model konvensional itu, yang diujung satunya adalah adaptor. Berbeda dengan 3020, di sini ada antena. Artinya, sinyal Wifinya dapat dipancarkan lebih jauh lagi.

Satu lagi adalah kakaknya 3220, yaitu TL-MR3420. Saya justru pertama kali menggunakan barang ini. Antenanya ada dua :

3420tomitawebid

Gambar di atas ini sebenarnya model lama. Model yang baru masih menggunakan nama TL-MR3420, hanya bentuknya seperti 3220 di atas dengan dua antena. Karena menggunakan dua antenna, apakah diasumsikan jangkauannya lebih jauh ? Saya belum pernah tes. Tapi kalau dilihat dari spesifikasinya, nampaknya tidak. Perbedaan antara 3220 dan 3420 adalah pada data rate-nya, alias pada bandwidth data yang dapat disalurkan. Dengan demikian bila kualitas koneksi Internetnya memadai, 3420 lebih bisa digunakan untuk lebih banyak pengguna secara bersamaan daripada 3220.

Setting-nya cukup mudah. Nyalakan barangnya, colokkan kabel ethernet, lalu hubungkan ujung satunya ke komputer / laptop. Jalankan browser pada komputer, dan ketikkan alamat, kalau tidak salah, http://192.168.0.1/ lalu kita akan masuk ke Interface setting-nya. Sebelum kita melakukan langkah ini, ada baiknya modem dan kartunya sudah disiapkan, sudah dicoba secara langsung di komputer, dan dipastikan bisa berfungsi dengan baik. Ketika kita masuk ke interface setting-nya intinya sebenarnya adalah membuat 3G Router ini bisa mengenali modem.

Soal bisa atau tidak mengenali modem, saya sempat mengalami masalah, yaitu ada jenis modem yang tidak bisa dikenali. Tapi solusinya untung mudah, yaitu dengan cara meng-upgrade firmware yang ada di 3G Router ini. Untuk mendapatkannya bisa diperoleh di situs-nya TP-Link. Satu hal yang saya amati, pada 3420 model lama ini ketika modem bisa dikenali, maka pada interface-nya akan tertera nama modemnya. Tapi pada 3020 dan 3220 yang model baru, bila modem dikenali hanya ada tulisan ‘identified’ saja.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, ada pertanyaan penting: apa bedanya menggunakan barang ini dengan memanfaatkan software semacam Connectify ? Dengan software ini, cukup hanya dengan laptop dan modem, kita juga sudah dapat membuat hotspot sederhana. Menurut saya bedanya adalah :

  1. Jangkauan
    Antara 3020 dan Connectify yang saya pasang di laptop ASUS EEE saya, jangkauannya masih lebih bagus 3020.
  2. Boros Baterai Laptop
    Agar optimal menggunakan Connectify, laptop harus tertancap terus menerus ke listrik. Kalau tidak, baterai laptop cepat habis.
  3. Memperpendek Usia Perangkat Wireless Laptop
    Ini barangkali yang cukup penting. Dengan menggunakan Connectify, maka adapter wireless di dalam laptop dipaksa untuk bekerja secara duplex. Ia tidak hanya menerima, tapi juga mengirim. Padahal, desain awal dari adapter wireless yang ada di laptop adalah untuk menerima sinyal wifi saja. Kalau dipakai secara duplex, dapat diperkirakan panas yang muncul akan memperpendek usia adapternya. Apa jadinya kalau laptop anda nanti malah jadi tidak bisa digunakan untuk hotspotan ?
  4. Menerima Koneksi Internet dari Sumber Lain
    Dengan menggunakan 3G Router ini kita sebenarnya dimungkinkan juga untuk meng-hotspot-kan koneksi yang lain, bukan dari modem. Pada 3020, 3220, dan 3420 sama-sama terdapat colokan ethernet, yang dapat kita hubungkan dengan modem ADSL dari Speedy, misalnya.
  5. Tidak Bisa Sedia Setiap Saat
    Bila kita gunakan Connectify, maka laptop harus stand bye terus. Padahal mungkin laptop suatu ketika harus dibawa-bawa, alias pindah tempat. Kalau kita gunakan 3G Router yang dipasang permanen, kita bisa nyalakan alat ini selama 24 jam terus- menerus dan koneksi Internet selalu sedia setiap saat. Model 3420 yang saya gunakan sekarang selalu nyala 24 jam, barangkali hanya jeda sebentar ketika modemnya akan diisi pulsa dulu. Itupun sering tidak dengan mematikan router-nya.

Sekurang-kurangnya itu bedanya. Jelas lebih menguntungkan menggunakan perangkat yang dedicated dong. Connectify barangkali baru ok dalam keadaan darurat saja.

OK, semoga tulisan singkat ini berguna membuka wawasan bahwa ada barang yang fungsinya seperti ini. Koneksi Internet tidak lagi dimonopoli sendirian dalam keluarga. Bisa dibagi-bagi dengan yang lain. Bahkan dengan tetangga kalau perlu :)

Bagikan pada media sosial :