# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 9963

Nyaris saya tidak jadi menuliskan entri ini karena menemukan sebuah halaman tentang SD Card di Wikipedia yang informasinya cukup lengkap. Saya akan tulis dulu saja apa yang sudah ada di kepala ini sejak berangkat dari rumah tadi. Mungkin saya akan tulis sambungannya setelah saya baca halaman di Wikipedia itu.
Canon S2IS Kecepatan SD Card untuk kamera (kamera digital tentu saja) menjadi masalah buat saya dengan kamera yang saya gunakan, yaitu Canonvgen S2-IS. Sebelumnya saya menggunakan SD Card tidak bermerek (karena tidak ada stikernya) dengan kapasitas 1G (yang belakangan saya tahu itu dari merek V-Gen). Masalahnya adalah, bila saya memotret  dengan ukuran megapiksel terbesar pada kamera itu, 5 megapiksel, saya tidak bisa langsung memotret obyek berikutnya, atau ada jeda beberapa detik sebelum saya bisa memotret lagi. Saya jadi terpikir, apakah saya perlu SD Card yang lebih bagus, lebih tinggi kecepatan aksesnya?
Saya lalu search dan menemukan beberapa informasi. Hasilnya cukup mengejutkan. Soalnya ada yang mengatakan bahwa antara SD Card yang kecepatan tinggi dan yang standard tidak ada bedanya sama sekali dalam hal kemampuannya merekam file hasil skypecaptain jepretan. Seseorang dengan nick Skypecaptain di halaman ini mengatakan :
”I did experiments with the normal sandisk card of 1gb and then the highend superfastest ultra III from Sandisk also capapble of holding 1gb. I mounted my camera on a tripod and kept the light conditions constant the whole time. I shot pictures in burst mode for 2minutes with both cards. Afterwards I counted the number of pictures taken in these 2 minutes. Guess what, it was the same. I repeated the whole experiment 4 times. Twice the low cost card had a picture more and twice the expensive one. I was sad wasting 30$ more for the ultra super giga cool card. Please can anybody convince me that my test was just wrong and somehow my 30$ make a tiny difference at all. Thank you.”
Saya jadi tertarik untuk melakukan percobaan yang sama (ini yang disebut dengan Continuous Shooting). Sudah saya lakukan itu (dengan memori V-Gen dan Sandisk Ultra II)dan hasilnya memang betul sama. Tapi setelah saya pikir-pikir, apakah si Skypecaptain tidak salah dalam percobaannya?
Pertama, bila kita menggunakan 2 menit maka Canon S2-IS akan menjepretkan dirinya dengan jumlah yang sama, tidak peduli SD Card jenis apa yang sedang ada di dalamnya. Kedua, bukankah di dalam kamera ada buffer memory? Buffer Memory adalah tempat penyimpanan sementara hasil jepretan sebelum ditulis ke SD Card. Jadi, dalam waktu 2 menit itu, dengan jumlah jepretan yang sama, semua hasilnya sebelum ditulis ke SD Card akan mampir dulu di buffer memory untuk antri dituliskan ke SD Card. Nah, bukankah dengan situasi seperti ini jumlah jepretan di dalam SD Card tidak akan obyektif menunjukkan kecepatan penulisannya? Sayangnya di manual tidak ada informasi detil tentang buffer memory ini, terutama ukurannya. Demikian pula, tidak ada informasi tentang seberapa cepat drive yang ada bisa menuliskan ke SD Card. Karena hal ini, saya memilih menggunakan persepsi sendiri saja untuk mengukur apa betul SD Card kecepatan tinggi memang membuat perbedaan.
Ketika saya jalan-jalan ke BEC, ternyata cukup sulit untuk menemukan memori yang kecepatannya tinggi; seperti yang sering saya baca di beberapa publikasi, yaitu yang ditambahi dengan kata-kata: High Speed, Ultra Speed (dengan pilihan 80X dan 150X), atau Extreme (II dan III). Banyak toko ternyata dibanjiri oleh produk lokal, yaitu V-GEN dan VISI-ON. V-GEN bentuknya lumayan dan sudah saya gunakan (dan justru ingin saya ExtremeIIISD_2GB_20MBsClass6_100 ganti). Sementara VISI-ON, dari stikernya saja sungguh sangat tidak meyakinkan. Tidak peduli mungkin memorinya bagus, tapi stikernya itu mengesankan ini produk tidak serius dengan kualitas. Maka saya cari produk dengan merek yang ternama. Saya pernah begitu puas dengan merek Transcend, tapi ternyata di toko agen merek ini sedang tidak ada yang High Speed dengan kapasitas 1 Gigaan. BTW, saya mendengar cerita dari teman bahwa sebenarnya memori dengan merek Transcend itu isinya adalah Sandisk. Pabriknya hanya membeli memori itu dalam keadaan blank, kemudian memberi merek Transcend. Saya juga menemukan Sandisk Extreme III, tapi harganya kemahalan. Di atas 300 ribu.
Sandisk01 Akhirnya saya menemukan Sandisk Ultra II dengan kapasitas 2 Giga, dengan harga yang cukup masuk akal: Rp 140.000,- Tanpa pikir panjang lagi. Saya beli card ini dan saya coba dengan Canon S2-IS. Langsung saja saya katakan: Memang ada bedanya! Begini, .. Dengan V-GEN 1 Giga, ketika saya memotret dengan lampu kilat ke objek tertentu, lampu drive menyala 6 kali, tapi ketika saya jepretkan lagi, lampu itu nyala 3 kali saja. Demikian pula untuk seterusnya. Lalu memori saya ganti dengan Sandisk Ultra II itu. Jepretan pertama membuat lampu drive menyala 2 kali, dan jepretan berikutnya membuatnya nyala 2 kali juga, tapi nyala lampu yang kedua tampak lebih cepat (mungkin saya harus bilang lampu itu menyala satu setengah kali ?). Di sini jelas-jelas ada perbedaan! Mungkin bedanya tidak terlalu ekstrem, tapi andai saja ini dicoba untuk memotret obyek yang mengandung unsur warna banyak, pasti akan lebih terasa. Selama seminggu saya tugas ke luar kota kemarin, saya merasakan itu. Saya kurang memperhatikan detil setiap pemotretan, tapi soal jeda yang saya keluhkan itu sudah tidak terasa lagi.
Pada V-Gen, tidak ada spesifikasi teknis apapun yang dicantumkan (saya tahu ketika melihat bungkusnya di sebuah toko). Tapi pada body Sandisk Ultra II itu tertulis 15 MB/s. Ya, rasanya tidak perlu lebih jauh lagi saya berkata-kata. Kesimpulannya adalah (khususnya pada Camera Saya – Canon S2-IS) bahwa kecepatan SD Card yang lebih besar memang berpengaruh pada kinerja kamera, kinerja pemotretan. Apakah hal ini juga akan berlaku pada kemera digital lain? terutama kamera saku?

Bagikan pada media sosial :