# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 2999

tentara-tni Beberapa minggu lalu, sebuah tawaran datang ke sebuah milis. Tawarannya adalah menjadi trainer komputer bagi para anggota TNI yang akan berangkat ke Lebanon, dalam rangka peace keeping force atas nama PBB di sana. Saya tanggapi tawaran itu, dan saya langsung japri ke si pengirim yang kebetulan kerja di Microsoft Indonesia. Saya kira saya sudah orang ke sekian yang mendaftar jadi sukarelawan, ternyata saya baru satu-satunya. Tawaran ini juga dikirimkan ke milis MUGI (Microsoft User Group Indonesia). Meskipun banyak semangat di sana, tapi hanya satu dua yang menyambut.
Karena keadaannya seperti itu, saya langsung ditunjuk jadi team leader para trainer. Tugas saya yang pertama tentu saja adalah rekrutmen trainer. Hingga sampai ke tanggal batas terakhir rekrutmen, tidak ada kejelasan dan ketegasan dari anggota milis MUGI tentang siapa yang akan bergabung. Akhirnya saya diberi kebebasan untuk menentukan siapa saja yang akan ada di dalam tim. Saya telpon beberapa orang, juga kirim email ke mailing list Kopertis-IV tentang ini. Sungguh menggembirakan, dalam satu hari itu saya menerima banyak sekali permintaan. Dalam waktu relatif singkat tim terbentuk. Bahkan malam itu HP saya berdering hampir tiap 15 menitan sekali dan menerima beberapa SMS. Saya terpaksa menolak karena jumlah trainer sudah cukup.
Dalam persiapannya, saya sebagai team leader melakukan koordinasi via email dengan CC ke para trainer tadi. Proses ini berjalan sekitar semingguan, pada proses itu beberapa trainer mengundurkan diri, diganti baru, lalu ada lagi yang mengundurkan diri. Ini terjadi sampai beberapa hari menjelang hari H. Akhirnya jumlah anggota tim yang pasti berangkat adalah 8 orang. Ke delapan orang inilah saya melakukan koordinasi via email secara intensif tiap hari, bahkan tiap saat ada perkembangan baru. BTW: materi komputer yang akan disampaikan adalah seputar Microsoft Windows, Microsoft Office, Email, dan Messenger.
Informasi awal cukup membuat saya membayangkan beberapa hal. Katanya, pelatihannya di hanggar Halim Perdanakusumah, tidak pakai kursi, tapi para peserta duduk di lantai. Saya juga membayangkan betapa akan ramai situasinya karena jumlah pesertanya adalah 103 orang. Termasuk, keingintahuan saya, seperti apa laptop yang dimiliki tentara? Apakah military-grade? Ya memang katanya 103 orang tentara ini akan membawa bekal laptop ke Lebanon sana. Selain itu, peralatan yang disediakan, katanya adalah dua buah proyektor, pengeras suara, dan sebuah komputer. Tapi ketika sampai di lokasi, semua gambaran itu buyar, karena tidak seperti yang dibayangkan.
Semua rencana berubah begitu sampai di tempat pelatihan. Termasuk penataan kembali materi, penyingkatan waktu, cara interaksi, penghilangan beberapa poin pada materi, urutan penyajian, dan sebagainya. Tapi yang jelas, saya kira secara umum pelaksanaannya sukses. Masih banyak yang ingin saya dan rekan-rekan trainer sampaikan, tapi waktunya sangat tidak cukup. Untuk itu saya sudah meninggalkan alamat email saya. Kalau mereka ada masalah di sana, saya dan rekan-rekan sudah berkomitmen untuk membantu dari tanah air sini.
Hanya dua hari setelah pelatihan, mereka semua langsung berangkat. Saya temukan beberapa beritanya di sini, sini, dan sini.
Berikut ini adalah beberapa foto dari kegiatan itu :tom1IMG_0069IMG_0070IMG_0075IMG_0076IMG_0094P9190040clip_image015_thumb_339F6459

Bagikan pada media sosial :