# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 5133

Karena kemarin saya mengalami masalah dengan harddisk 80G di komputer utama, seperti biasa, saya melakukan search di Google. Saya menemukan beberapa link yang mengingatkan saya pada masalah harddisk sebelumnya. Ternyata, harddisk 500G saya sebelum ini yang rusak itu memang sudah diprediksi kerusakannya. Menurut Seagate, seagate7200.11-500G kerusakan itu karena firmware, yang katanya bisa diperbaiki dengan mem-flash firmware-nya. Aduh, tapi harddisk itu sudah saya kembalikan ke toko, dan sekarang saya sudah mendapatkan gantinya. Hanya sayangnya, ternyata saya mendapatkan harddisk yang tipenya sama persis, yang berarti akan mengalami masalah yang sama di masa datang.
Firmware flashing itu masalah mudah. Petunjuknya ada di website Seagate. Akan tetapi saya tidak segera melakukan itu karena saya membaca di halaman  / tempat lain yang mengatakan bahwa justru setelah di flash, harddisk tidak akan bisa diakses / didetek sama sekali. Masalahnya adalah, harddisk 500G saya itu sekarang dalam keadaan baik-baik saja. Kalau saya flash, itu artinya akan sama dengan cari masalah. Saya pikir, satu-satunya solusi adalah dengan membawanya langsung ke distributor Seagate terdekat dan langsung menukarnya. Sshh, tapi ada masalah lain. Saya kerepotan untuk memindahkan data yang sudah terlanjur ada di dalamnya. Ukurannya besar-besar dan banyak. Mau ditaruh di mana dulu ?
Ketika saya search lebih jauh, ternyata sudah cukup banyak komunitas di Indonesia yang membicarakan hal ini. Ada di CHIP, ada di koc2.com, dan di beberapa tempat lain. Ternyata meskipun sudah ada informasinya, tapi karena saya tidak tahu ya saya jadi kena masalah ini. Namun di antara semuanya, saya menemukan apa yang disebut HDDSTUDIO; sebuah tempat di Jakarta yang nampaknya mengkhususkan diri di bidang data recovery. Saya sedang mengontak mereka melalui YM. Mudah-mudahan mereka menjawab.
TSD-500AS4-main2 Tidak semua harddisk dari Seagate mengalami masalah ini. Persisnya ada di situs Seagate. Mereka hanya mengumumkan tipenya, bukan kapasitasnya. Padahal, bagi kebanyakan orang, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi berdasarkan kapasitasnya. Saya bilang “kebanyakan orang” dalam arti pengguna komputer pada umumnya yang biasanya agak awam dengan masalah teknis. Bisa saja di cek via device properties, tapi lewat situ firmware-nya tidak bisa terbaca. Tapi untungnya Seagate menawarkan sebuah utiliti untuk kepentingan identifikasi yang bisa diunduh di sini. BTW, dari baca-baca beberapa tempat, saya mendapati orang-orang yang terkena masalah ini adalah yang harddisk-nya berkapasitas 320G atau lebih.
Saya akan menulis lagi tentang ini kalau sudah ada kabar baru. Sementara ini si 500G yang saya punya akan saya nonaktifkan dulu, sembari berpikir mesti dikemanakan dulu isinya.

Bagikan pada media sosial :