# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1109

coverbuku Setelah istirahat dan makan siang, acara dilanjutkan kembali. Tapi Saya menggunakan kesempatan istirahat itu untuk balik ke kantor mengerjakan beberapa hal. Ketika Saya sampai kembali ke UPI, ternyata susunan acara diganti. Sesi yang akan saya hadiri tidak jadi diadakan. Saya sangat kecewa. Pembicaranya tidak datang atau entah apa. Sementara itu tiket masuk ke sesi-sesi tertentu sudah habis. Akhirnya tinggal sebuah sesi yang mau tidak mau harus saya ambil, yaitu dari seorang dosen Unika Atma Jaya: Nany Setyono Kurnia. Judul presentasinya adalah Multiword Expression in EAP: Help for The Non-Native Writers. Inti dari presentasinya adalah, non-native speakers biasanya berbicara bahasa Inggris dengan ekspresi-ekspresi yang mungkin komunikatif, tapi kenyataannya ekspresi-ekspresi tersebut bukanlah sesuatu yang standard atau yang biasa diucapkan oleh native speakers. Oleh karena itu sangat perlu seorang pembelajar bahasa Inggris dihadapkan pada apa yang disebut corpus data base.
Corpus data base adalah kumpulan ekspresi-ekspresi yang diucapkan oleh native speakers seperti yang ada pada iklan, tulisan di koran, pernyataan pejabat, percakapan di televisi, dan sebagainya. Untuk mengakses corpus data base, situsnya adalah americancorpus.org. Pada situs tersebut bisa dilakukan searching, sorting, dan beberapa filtering yang akan memudahkan pencarian dan identifikasi ekspresi.
Meskipun ada database seperti itu, tapi pemakalah menyarankan untuk tidak menggunakannya sebagai referensi yang statis. Artinya, bisa jadi yang ada pada database tersebut bukanlah ekspresi yang seharusnya. Bisa jadi yang ada di sana adalah ekspresi yang diucapkan penutur untuk menciptakan efek tertentu.
Terus terang, ini merupakan hal yang baru bagi saya. Kata ”corpus” itu sendiri sudah saya dengar ketika konferensi GLOCALL kemarin, tapi baru kali ini saya mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Terutama dengan keberadaan situs database itu. Ini hal yang amat sangat menarik untuk pelajaran Composition dan Conversation, tapi bagaimana mengintegrasikan itu secara langsung pada skenario pengajaran di kelas adalah hal yang menjadi tanda tanya besar. Barangkali situs itu lebih berharga terutama sebagai panduan seorang pengajar, sementara itu bisa menjadi referensi yang luar biasa bagi pembelajar.
Saya kira yang ditiadakan hanya sebuah sesi yang sebelumnya akan saya masuki, ternyata sesi berikutnya tidak ada semua. Artinya, acara sudah habis pada saat itu, meski pada jadwal resmi acara berakhir pada pukul 15.20. Nampaknya pemakalah yang tidak jadi tampil hari ini lebih banyak dari yang saya duga.

Bagikan pada media sosial :