# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 1107

Sebenarnya sudah cukup lama gagasan ini ada di benak saya. Yang dimaksud dengan Collective Licensing di sini adalah bagaimana melisensikan penggunaan software dari Microsoft secara kolektif, yang menyatukan cukup banyak perguruan tinggi sekaligus? Munculnya gagasan ini bermula ketika saya menghadiri presentasi dari PT. Solusi di kantor Kopertis IV Bandung beberapa tahun lalu. Saya lupa istilah persisnya, tapi urusan lisensi ini ada yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Ketika saya hadir di acara peresmian kerja sama Telkom dengan UPI beberapa bulan lalu, saya bertemu dengan orang Microsoft, Marta Adi Darma; saya ceritakan tentang gagasan saya itu. Dia bilang bahwa itu adalah Collective Licensing. Tapi sepengetahuan saya, istilahnya bukan itu.
Anyway, pertanyaan pentingnya adalah, mungkinkah itu dilakukan? Persisnya adalah, yang dilisensi itu adalah organisasi yang menaungi perguruan-perguruan tinggi –  dalam hal ini Kopertis. Setelah Kopertisnya terlisensi, maka otomatis semua perguruan tinggi (swasta) yang ada di bawah naungannya otomatis akan terlisensi secara institusional. Soal dananya, setiap PTS akan harus iuran ke Kopertis, yang semoga tidak terlalu mahal. Mungkinkah ini bisa terjadi?
Kenapa saya punya gagasan ini? Soalnya sekarang ini baru sebagian kecil saja PTS yang penggunaan software-nya terlisensi. Sebagian besar jelas-jelas menggunakan software bajakan. Apakah tidak memalukan, lembaga yang menghasilkan sarjana yang menghimbau lulusannya untuk punya kejujuran pribadi dan ilmiah, tapi lembaganya sendiri ternyata menggunakan software secara ilegal?
Saya jadi kepikiran untuk membicarakan ini di milis MUGI. Soalnya nampaknya di sana ada banyak pengelola komputer perguruan tinggi. Daripada saya bicara japri dengan orang Microsoft. Yang jelas, kalau ini berhasil, maka ini bisa jadi pola yang bisa dilakukan untuk semua perguruan tinggi di Indonesia.

Bagikan pada media sosial :