# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 37717

lap1Tulisan ini melengkapi tulisan yang pernah saya buat sebelumnya tentang baterai di blog ini. Kalau sebelumnya tentang rechargeable battery, kali ini tentang charger baterai alkalin; baterai yang normalnya setelah kita pakai kita buang begitu saja. Alasan saya menuliskan ini adalah karena saya belum lama ini untuk keperluan kantor harus menambah perangkat pengisi ulang baterai, dan tanpa sengaja saya melihat ada yang menawarkan perangkat yang bisa melakukan isi ulang baterai Ni-MH dan dinyatakan sekaligus sebagai charger baterai alkalin. Saya langsung beli. Mereknya adalah Lapara dengan tipe LA-PA550. Saya beli di Jaknot.

Karena tujuan utama membeli adalah untuk mengisi ulang baterai NiMH, saya coba dulu itu. Ternyata berjalan dengan baik. Hanya waktu yang diperlukan lebih lama dari charger lain yang pernah saya coba. Tentu yang menariknya adalah bila charger ini digunakan untuk mengisi kembali baterai alkalin. Pertanyaannya tentu saja: apakah bisa ?

Saya mencobanya dengan beberapa macam kondisi baterai dan beberapa merek. Kondisi baterai yang dimaksud begini :

1. Baterai lama, tapi fisik masih bagus
2. Baterai lama dan dinyatakan OK di recharge
3. Baterai yang baru habis setelah digunakan
4. Baterai yang belum habis / sedang digunakan
5. Baterai NiMH

Sedangkan merek baterai alkalin yang digunakan adalah: Energizer, Duracell, dan ABC Alkaline. Sementara untuk jenis NiMH adalah Sanyo NiMH 2700 mAh dan Eneloop NiMH 2000 mAh.

LA-PW5000_EDMPertama saya coba cari sembarang baterai bekas yang kondisi fisiknya masih bagus. Tidak ada karat, tidak ada bocor, dan tidak berbau. Hasilnya ada beberapa yang membuat indikator berkedap-kedip antara merah dan biru. Menurut manualnya, adanya lampu yang berkedap-kedip seperti itu menunjukkan baterai sudah tidak bisa di isi ulang lagi. Semua baterai yang begini langsung saya buang. Sementara baterai-baterai yang tidak seperti itu saya teruskan proses isi ulangnya. Saya cari hingga sekaligus empat buah. Waktu pengisian ulang baterai alkaline menurut manual adalah selama 4 jam. Ketika proses recharging lampu berwarna merah, ketika selesai, lampu berwarna hijau. Saya tunggu ini sambil bekerja, hingga akhirnya saya lihat lampu indikator jadi hijau. Keempatnya langsung saya keluarkan dan dimasukkan ke kamera digital (Canon S2-IS). Apakah kamera bisa berfungsi ? Tidak ! Ini saya lakukan pada 3 baterai Duracell dan 1 ABC.

OK. Kondisi baterai 1 dan 2 sudah. Sekarang yang ketiga: bagaimana kalau ada baterai yang habisnya baru saja dan langsung di recharge ? Saya lakukan ini dengan baterai Energizer. Sebelumnya empat baterai ini baru saja habis dayanya untuk memotret dengan Canon S2-IS. Entah empat jam entah berapa jam, pokoknya ketika lampu jadi hijau Saya cabut keempatnya dari charger dan dicoba. Ternyata bisa. Kamera bisa digunakan untuk memotret lagi. Tapi ternyata tidak lama. Barangkali setelah belasan jepretan dengan lampu kilat, lensa kamera langsung masuk, dan pada monitor ada peringatan untuk mengganti baterai.

abcLalu dengan baterai yang belum habis. Kali ini dengan ABC Alkalin. Kamera yang sama saya gunakan untuk memotret. Ketika selesai memotret, baterainya belum habis. Langsung saya keluarkan dan saya recharge. Tidak saya tunggui selama empat jam. Tapi saya biarkan sampai keesokan harinya. Besoknya saya pakai untuk motret lagi, bisa. Baterai masih belum habis juga, dan saya recharge lagi. Lalu saya tidak menggunakan kamera itu sampai empat harian. Ketika saya gunakan, baru tiga atau empat jepretan kamera langsung minta ganti baterai. Baterainya langsung saya recharge lagi dan lampu charger tidak menunjukkan kedap-kedip. Ketika sudah hijau, saya coba lagi ke kamera. Ternyata baterai sama sekali tidak bisa menjalankan kamera.

Yang kelima adalah dengan baterai yang memang dapat diisi ulang. Saya gunakan Sanyo dan Eneloop itu. Dua merek ini setelah di recharge dapat menjalankan kamera sebagaimana mestinya, namun prosesnya sangat lama. Lebih lama dari charger Sanyo yang biasa saya gunakan, namun panas yang dihasilkan tidak setinggi yang sering saya alami dengan charger Sanyo. Nampaknya ini sebuah indikasi bahwa daya output listrik pada charger Lapara ini lebih kecil dari charger Sanyo.

Saya tahu apa yang saya lakukan ini tidak representatif. Saya belum mencoba berbagai merek baterai, belum mencoba dengan alat selain kamera, dan waktu recharge tidak persis selama empat jam seperti kata manual. Tapi satu hal, nampaknya kondisi yang membuat baterai masih bisa digunakan adalah ketika baru habis digunakan. Dari sini nampaknya bisa dicoba pada berbagai merek untuk melihat sejauh mana dapat digunakan kembali.

Tidak ada penyesalan karena ternyata charger Lapara ini tidak bisa digunakan untuk mengisi ulang semua jenis baterai alkalin. Tujuan saya memang untuk recharge baterai NiMH. Barangkali kalau ada kesempatan lain, ini harus dicoba lagi dengan baterai alkalin dari merek-merek yang berbeda.

Bagikan pada media sosial :