# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 5827

Setelah search dan mendapatkan beberapa dokumen PDF, akhirnya menjadi lebih jelas tentang Webometric itu. Malah sekarang saya jadi bisa berkata bahwa Internet yang tadinya hanya dikembangkan di kalangan Universitas, sekarang dengan Webometric ini kembali Internet menjadi sebuah tempat di mana sebuah perguruan tinggi bisa mengaksentuasikan kiprahnya, lebih dari jenis lembaga-lembaga lainnya. Barangkali memang Webometric ini bisa juga digunakan untuk memeringkatkan jenis lembaga lainnya, tapi tentu harus dengan modifikasi pada rumusnya.
Sebuah tulisan awal yang cukup mencerahkan saya temukan di sini, di tulis oleh seorang guru besar. Saya kira dari tulisan itu saja cukup bisa didapat gambaran tentang webometric, dengan empat unsur penilaiannya itu, yaitu :

  1. Visibility (V)
    Definisi yang ada di tulisan itu tentang unsur ini agak kurang jelas menurut saya: “Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain.” Saya lihat dari beberapa dokumen PDF yang saya temukan memang ada kata “receive”, dan pada tulisan itu langsung saja diterjemahkan sebagai “diterima”. Tafsiran saya, mungkin pengertiannya bukan “diterima” dalam arti situs lain mengirimkan link, tapi lebih berupa, situs lain membuat link yang menunjuk ke situs yang bersangkutan. Jadi, Visibility bukan berarti hit, tapi jumlah total link yang dibuat oleh situs lain yang menunjuk ke sebuah situs.
  2. Size (S)
    Ini adalah jumlah halaman yang ditemukan empat mesin pencari: Yahoo, Live Search, Google, dan Exalead.
  3. Rich File (R)
    Jumlah file yang ditemuka, berupa PDF, PS, DOC, & PPT.
  4. Scholar (Sc)
    Jumlah tulisan dan kutipan ilmiah

Ringkasnya, sebanyakmana sebuah website perguruan tinggi memiliki banyak empat unsur di atas, maka perguruan tinggi itu akan memiliki potensi untuk berkelas dunia.
Saya kira, mestinya ini adalah unsur yang ada untuk peringkatan perguruan tinggi saja. Saya masih bertanya-tanya, apakah konsep webometric itu juga bisa diterapkan pada lembaga lain ? Sejauh dari yang saya baca, nampaknya bisa. Meskipun saya belum menemukan penegasan mengenai hal ini, dan kalau pun bisa, itu pasti harus dengan mengubah unsur-unsur penilaiannya, juga rumusnya. Kalau rumusnya hanya seperti yang sekarang, yaitu :

Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)

ya pantesan, webometric hanya bisa diterapkan untuk perguruan tinggi. Ini karena memang hanya perguruantinggilah yang bisa menghasilkan keempat unsur itu.
Yang paling penting menurut Saya adalah implikasi dari penerapan webometric ini adalah adanya sebuah panduan untuk mengembangkan situs perguruan tinggi :

  1. Publish or Perish
    Nampaknya sekarang sudah bukan zamannya lagi untuk menyembunyikan informasi yang kita punya. Semakin terpublikasikan, justru kita akan semakin berkembang. Semakin disembunyikan (karena berpikir jangan sampai orang lain tahu) maka akan semakin tenggelam.
  2. Pentingnya di-link orang / situs lain
    Mau tidak mau, ini harus dengan jalan adanya konten yang bermutu, lalu bisa juga dengan keharusan pada segenap unsur sivitas akademika yang punya blog atau situs untuk me-link ke situs lembaga.
  3. Pentingnya mendaftarkan ke Search Engine
    Disebut-sebut bahwa search engine-nya adalah Yahoo, Live Search, Google, dan Exalead. Kita nggak bisa menunggu ke-empatnya crawling ke situs kita. Kita yang proaktif mendaftarkannya.
  4. Pentingnya downloadable resource
    Ini tentu saja berupa tulisan dalam keempat format file tadi. Yang saya curiga di sini adalah apakah nilai unsur ini juga didasarkan pada konten aktual dari file-filenya ? Bagaimana kalau sebuah situs perguruan tinggi memasukkan sebanyak mungkin keempat jenis file itu tapi isinya hanya silabus, materi promosi, atau hal-hal lain yang tidak esensial ? Dugaan saya, berhubung webometric ini hanya didasarkan pada ukuran kuantitatif, nampaknya ia hanya melihat resultannya saja!
  5. Pentingnya tulisan ilmiah
    Unsur yang satu ini barangkali lebih jujur, meski disebutkan harus terdaftar di Google Scholar. Ya tetap saja saya mempertanyakan, bagaimana kalau tulisannya  banyak dan terdaftar di Google Scholar, tapi isinya tidak bermutu ?

Saya masih baca-baca terus beberapa PDF yang saya temukan itu. Masih belum saya temukan soal validitas dan reliabilitas pengukuran Webometric ini.

Bagikan pada media sosial :