Data Hilang? Getdataback!
Ini adalah testimoni tentang sebuah perangkat lunak data recovery. Baru kali ini saya menemukan sendiri bahwa perangkat lunak yang free / gratis ternyata memang tidak memberikan semua fungsi / kinerja yang kita harapkan. Ini karena saya sudah mencoba beberapa perangkat lunak yang gratis itu, tapi sama sekali tidak menolong saya menemukan data yang hilang. Kebetulan saya menemukan sebuah CD yang judulnya Hiren’s Boot & Recovery CD Ver 9.3, yang sebenarnya adalah sebuah kompilasi dari beberapa perangkat lunak berbeda yang dibuatkan semacam menunya. Saya gunakan salah satunya di situ yang bernama Getdataback. Perangkat lunak ini berbayar, dan ternyata cukup ampuh.
Ceritanya, saya punya sebuah harddisk Seagate 80 Giga yang saya pasangkan ke dalam sebuah casing eksternal. Isinya adalah backup dari data yang saya buat di komputer utama. Dua hari lalu, tanpa sebab yang jelas, harddisk itu sama sekali tidak bisa diakses. Saya langsung cemas, karena sehari sebelumnya saya menyapu bersih data di harddisk komputer utama untuk keperluan instal ulang Windows 7. Saya langsung coba beberapa perangkat lunak gratis yang saya download dari Internet. Pilihan cepat saya adalah pada download.com. Dengan kata kunci “data recovery” lalu memilih filter “Windows 7” saya mendapatkan beberapa yang langsung saya coba, antara lain: R-Data Recovery Scanner, File Scavenger Data Recovery Utility, Power Data Recovery, Harddisk Drive Data Recovery … dan beberapa yang lain, sampai tidak ingat. Ada yang tidak bisa diinstal, ada yang dari GUI-nya saja saya sudah tidak yakin, … dan yang terakhir saya coba adalah EASEUS Data Recovery Wizard 4.8. Yang terakhir itu bisa menemukan partisi yang hilang pada harddisk dan bisa menemukan kembali datanya. Akan tetapi masalahnya, hanya 3 partisi yang ditemukan dari 4 yang ada di dalamnya. Justru satu partisi itu yang saya cari karena di dalamnya ada semua data dokumen penting saya.
Saya sempat berpikir untuk mencari distro Linux yang mungkin ada yang dikhususkan untuk data recovery, karena saya pikir akan menunjukkan hasil yang berbeda, tapi ternyata distro itu tidak ada. Mungkin ada, tapi saya belum menemukannya. Dalam keadaan seperti ini yang saya perlukan adalah ketenangan, karena kalau tidak, saya tidak akan menolong diri sendiri, malah lebih merusak. Saya diamkan dulu urusan ini beberapa saat, sampai sorenya, dalam perjalanan pulang ke rumah, saya ingat dulu pernah diberi satu kopi CD Hiren’s itu tadi. Keesokan harinya saya langsung coba itu (untung saja ketemu di antara tumpukan CD-CD lama). CD itu punya autorun, kalau dimasukkan ke drive dia langsung memunculkan menu. Menu itu pada dasarnya mengorganisasi beberapa perangkat lunak buatan pihak-pihak yang berbeda untuk kepentingan rekoveri data dan reparasi komputer. Karena itu tentu kita bisa menemukan setiap perangkat lunak itu secara terpisah di Internet.
Langsung saya pilih menu Recovery, dan pilih Getdataback-FAT. Saya pilih berdasarkan intuisi saja, lalu saya pilih FAT karena memang harddisk itu saya format dengan FAT32. Di menu itu hanya ada pilihan Getdataback NTFS dan FAT saja. Versi yang saya gunakan adalah 2.31. Setelah harddisk di-scan, lalu klik tombol-tombol berikutnya (yang common sense saja), sampailah pada tahap scanning keseluruhan harddisk yang memakan waktu satu jam lebih. Yang keluar kemudian adalah pilihan untuk memulihkan kembali data berdasarkan blok sektor harddisk. Saya mulai dari sektor (dengan angka) kecil ke yang besar. Baru selesai dengan blok sektor pertama, ternyata berkas-berkas yang saya cari ada semua. Saya klik kanan dan pilih copy. Ternyata program ini meminta untuk mengkopi berkas temuannya tadi ke drive / harddisk lain. Saya lakukan itu, dan sampai sekarang hampir semua berkas / data yang hilang bisa dimunculkan kembali; meski saya belum periksa secara menyeluruh apakah isinya masih sama atau tidak. Saya bilang begini karena bisa saja sebuah berkas / file ditemukan tapi isinya barangkali rusak atau tidak relevan.
Getdataback, seperti telah saya singgung sebelumnya, adalah perangkat lunak berbayar, dan ternyata yang berbayar itu memang beda kinerjanya dengan yang gratis. Saya coba Google, ternyata sebenarnya ada versi Getdataback yang lebih tinggi dari yang saya gunakan, tapi ya itu: berbayar. Saya search lebih jauh, ternyata ada tempat-tempat yang menyimpan Getdataback versi lebih baru (untuk versi NTFS maupun FAT) dengan serial number-nya sekalian. Sorry, tidak akan saya tuliskan itu di sini. Search saja sendiri.
Selain testimoni dan sharing soal perangkat lunak ini saya juga ingin menuliskan apa yang selama ini saya tahu tentang rekoveri data komputer: (maaf barangkali ini tidak berurutan)
-
Semua harddisk PASTI akan rusak. Hanya tinggal menunggu waktu saja. Semua perangkat komputer dibuat dengan konsep adanya MTBF alias Mean Time Between Failure atau adanya waktu / usia pemakaiannya. Oleh karena itu backup menjadi wajib hukumnya.
-
Bila harddisk sama sekali tidak bisa diakses, kita harus memastikan apakah kerusakannya hanya karena partisinya rusak / hilang, atau kerusakan fisik harddisk. Kerusakan fisik harddisk ditandai dengan a). tidak bisa dideteksinya harddisk oleh BIOS, b) harddisk dideteksi oleh BIOS secara salah (terutama dalam hal pembacaan kapasitas – misalnya harddisk 80G terbaca 120G).
-
Bila ada kejadian data hilang di komputer, sebaiknya kita tidak menambahkan atau mengurangi file lain di lokasi yang sama. Lokasi yang dimaksud bisa pada sebuah harddisk, sebuah folder, atau sebuah flashdisk. Pada sebuah kamera digital misalnya, bila ada sebuah foto yang terhapus dan kita ingin memunculkannya lagi, maka lebih baik kita tidak memotret lagi sebelum kita lakukan proses rekoveri pada foto yang hilang itu.
-
Kehilangan data pada komputer bisa berarti hilangnya sebuah berkas / file, bisa pula hilangnya partisi, yang mengakibatkan sebuah drive sama sekali tidak bisa diakses. Sama dengan hilangnya berkas, bila partisi rusak, sebaiknya kita tidak membuat partisi baru pada drive tersebut.
-
Bila harddisk tidak bisa diakses, lebih baik harddisk tersebut di ‘oprek’ sebagai slave pada komputer lain. Harddisk tersebut HARUS dipastikan tidak diubah apapun, bahkan volume label-nya sekalipun. Saya pernah mengubah volume label sebuah harddisk dari nama aslinya ke nama saya sendiri: Tom – karena kebetulan ada banyak harddisk serupa yang harus saya tangani. Ternyata harddisk tersebut sama sekali tidak bisa dikembalikan partisinya. (Soal mengubah volume label ini perlu konfirmasi lagi secara teknis, karena bisa saja saya waktu itu hanya sekedar sial).
-
Bila sebuah berkas terhapus dari harddisk, itu tidak berarti bahwa berkas tersebut benar-benar hilang. Sistem operasi hanya sekedar memberi tanda pada berkas tadi sebagai tidak ada dan menandai tempat berkas tersebut pada harddisk sebagai spasi kosong dan bisa ditempati oleh berkas lain. Oleh karena itu, bila kita mengkopikan berkas baru pada drive tersebut, ada kemungkinan spasi dari berkas yang hilang sebelumnya ditempati oleh berkas yang baru. Dalam kasus ini upaya untuk merekoveri berkas yang hilang tadi bisa jadi sangat sulit atau malah tidak mungkin sama sekali.
-
Bila berkas yang hilang / terhapus sudah kita temukan dengan perangkat lunak rekoveri, berkas tersebut lebih baik tidak di-save di drive / harddisk yang sama, tapi HARUS di drive lain. Ini karena posisi yang ditempati oleh berkas yang sudah ditemukan bisa jadi akan menggunakan tempat berkas-berkas lain yang akan direkoveri.
-
Tidak semua orang memiliki harddisk lebih dari satu atau siap dengan situasi krisis berupa hilangnya data. Backup menjadi amat sangat penting, bahkan backup pun mungkin perlu di backup lagi. Karena berkas yang ditemukan HARUS di-save ke drive lain, barangkali ada baiknya kita menggunakan flashdisk yang ukurannya cukup besar, atau kalau tidak, minta bantuan orang lain. Ini karena men-save berkas yang ditemukan pada drive yang sama malah akan membuat berkas yang hilang jadi jauh lebih banyak daripada yang ditemukan.
-
Bila harddisk mengalami kerusakan fisik, kemungkinan rekoveri data sangat sulit bahkan bisa jadi tidak mungkin. Kemungkinan terakhir untuk ini adalah (cukup sulit) mengganti card harddisk (komponen elektronik yang menempel pada harddisk) dengan yang baru dari jenis yang sama.
-
Semua perangkat komputer yang memiliki unsur mekanik (yang bergerak) akan cenderung lebih cepat rusak. Pada harddisk terdapat motor yang menggerakkan komponen head untuk membaca pelat di dalamnya. Ada harddisk jenis baru yang tidak menggunakan motor, yaitu SSD atau Solid State Disk. Harganya sekarang masih mahal, namun demikian dapat diperkirakan bahwa MTBF-nya lebih tinggi daripada harddisk biasa.
Demikian yang selama ini saya ketahui. Semoga kehilangan data adalah kejadian yang tidak pernah menimpa siapa pun juga; karena hilangnya data bisa berarti hilangnya sebagian dari jejak eksistensi kita.






January 25th, 2010 at 10:41 PM
mas punya license Getdataback nya ga…?
April 8th, 2010 at 4:32 AM
Mas mas ngasih info kok setengah-setengah pelit amat, sekalian kasih tau tempat donwload getdata back yang terbaru dimana, mendingan nggak usah ngasih info mas kalau setengah-setengah apa gunanya, kalau cuma “cari aja sendiri”
April 13th, 2010 at 10:48 AM
hadi winata: soalnya program itu kan berlisensi, … saya pengguna program berlisensi yang lain, nggak enak kalo saya tulis langsung URLnya. Anda kan bisa search ? Cari dengan Google atau Rapidshare. Di Internet ini, dengan kemampuan search, sering untuk mendapatkan apapun, yang kita perlukan hanya lah namanya … Namanya.
May 28th, 2010 at 4:35 PM
Mas, saya kebelutan juga kehilangan semua data dalam 1 partisi external hardisk. Biasanya dimana ya yang menawarkan jasa tersebut, soalnnya saya gagab teknologi. terima kasih infonya. Atau boleh saya minta bantuannya…. terima kasih
June 19th, 2010 at 8:49 PM
cari namanya software: file recovery, di serialws.com, sekaligus crack aja SN nya. tapi sabar ya… kadang susah juga downloadnya. saya jamin data anda akan ketemu lagi. sebaikbya disk drivenya jangan di gunakan untuk instal.
September 1st, 2010 at 9:10 PM
giman ya mas klu data wworld saya yg udah kena virus bisa kembali normal?
masalhanya filenya ketika di buka yang muncul kotak2 doank..
padahal data itu milik orang tua sama istri saya…
saya udah kebingungan nih…
mohon bantuannya ya mas…
September 4th, 2010 at 11:36 AM
deddy: kalau kena virus, ya virusnya harus dihilangkan dulu. Anda kembalikan dulu datanya … lalu data yang hilang dan kena virus itu dipindah ke flashdisk misalnya, lalu flash disk itu di scan di komputer lain, ….
September 6th, 2010 at 11:15 AM
Bagi teman – teman yang pernah mengalami harddisk, flasdisk, MMC rusak
- no detect- partisi hilang- terformat- fdisk- virus- corrupt
- delete- hidden..dll…..bisa dikonsultasikan atau di recovery data
bisa datang ke ertech komputer.
Alamat nya: jl.karang rejo x/36 surabaya (daerah ketintang)
Hub : 031 72357968/081330029001
Saya dulu pernah menyelamatkan harddisk no detek
Disini memang spesialis recovery data. masalah harga bisa di nego,
Trims ertech berkat ertechcom dataku kembali normal.
Semoga sukses…..teman2…!!