Angket via Email & Tabulasi Otomatis
Terus terang, secara tidak langsung saya berhutang budi pada Pauline Tanuwijaya dari bhinneka.com untuk ini. Minggu lalu saya menerima email berisi angket dari situs itu yang menanyakan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kualitas layanannya. Ini karena belum lama ini saya membeli barang di situs itu. Emailnya berisi sebuah link, yang kalau di klik maka akan membawa kita ke sebuah halaman yang isinya beberapa pertanyaan multiple choice, dan pilihan jawabannya ada di bawah pertanyannya. Kita tinggal memilih salah satu jawabannya dengan cara mengklik semacam bullet yang ada di depan hurufnya. Setelah selesai dengan semua jawaban, di bagian bawahnya ada tombol submit yang kalau di klik maka browser kita akan berganti halaman dan mengirimkan semua jawaban kita. Saya kira angket seperti ini dibuat dengan semacam pemrograman / script HTML tertentu. Ya memang pasti benar itu!, tapi maksud saya, mungkin ini dibuat secara custom-made atau gimana. Tapi di halaman yang muncul setelah tombol submit itu di klik ada tulisan “Powered by Google Docs”. Google What ???
Kebanyakan dari kita tidak menguasai script HTML. Kalau kita mau buat angket online semacam itu, barangkali kita harus minta seorang programer HTML untuk membuatkannya. Yang bikin kaget saya adalah ternyata sekarang ada fasilitas gratis dan mudah untuk membuatnya. Bahkan itu bisa dibuat embedded di dalam email, dan terlebih lagi, tabulasinya bisa berjalan otomatis. Ini benar-benar sebuah solusi luar biasa bagi siapapun juga yang berniat melakukan survey atau penelitian via Internet, di mana para respondennya memiliki akses Internet (atau sekurangnya sebuah email). Mungkin saya telat tahu soal ini. Tapi saya akan tuliskan di sini supaya lebih banyak lagi orang yang tahu.
Pertama, yang harus dilakukan adalah memiliki sebuah account di Google. Supaya mudah, saya katakan saja bahwa kita harus punya email di Google. Kalau kita login ke Google, maka otomatis kita juga akan login ke semua (atau beberapa?) layanan yang dibuat oleh Google. Dalam hal ini Google Docs adalah salah satu layanan Google di mana kita bisa membuat berbagai dokumen office tanpa kita harus menginstal program office di komputer kita. Ini karena program office-nya kita akses via browser (Inilah salah satu layanan yang disebut Cloud Computing itu). Setelah itu kita masuk ke situsnya Google Docs.
Untuk membuat angket itu, kita klik new dan pilih form. Lalu akan muncul tab browser baru dengan parent domain http://spreadsheets.google.com/ – dari sini kita rancang angket kita nanti akan seperti apa. Bagian Untitled Form bisa langsung kita isi dengan judul angket. Di bawahnya ada tulisan “you can include any text …..”, di mana kita bisa memberikan deskripsi lebih jauh tentang angket kita atau petunjuk pengisiannya. Lalu di bawahnya lagi, di kotak yang ada tulisannya Question Title, kita bisa menuliskan pertanyaan angket kita. Persis di bawahnya ada baris untuk Help Text. Maksudnya Help Text adalah untuk memberikan keterangan tentang pertanyaan di atasnya. Sebagai contoh pertanyaannya adalah “sebutkan makanan yang paling anda sukai”, pada bagian Help Text bisa dituliskan “pilih satu saja meskipun mungkin makanan yang anda sukai lebih dari satu”. Pada bagian Question Type, kita bisa memilih beberapa bentuk pertanyaan. Ini bisa dicoba sendiri. Tapi pilihan di sini bisa kita gunakan di awal angket, terutama yang bentuknya Text atau Paragraph Text. Text adalah untuk kata-kata yang singkat, misalnya untuk kepentingan data responden, kita bisa menanyakan nama atau alamat email. Sedangkan untuk Paragraph Text, mungkin bisa kita gunakan untuk saran, yang biasanya ditulis dengan kata-kata yang lebih panjang. Bila sudah selesai, kita harus memencet tombol Done, tapi di sebelahnya ada checkbox dengan tulisan make this a required question. Maksudnya, ini adalah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Kalau tidak dijawab, maka angket nantinya tidak akan bisa di-submit. Opsi ini barangkali berguna bila ada pertanyaan yang berkaitan dengan pertanyaan sebelumnya. Misalnya pertanyaan “apakah anda memiliki smart phone ?”, bila jawabannya ‘tidak’ maka responden bisa langsung meloncat ke nomer sekian. Pertanyaan berikutnya mungkin akan hanya dijawab oleh mereka yang memiliki smart phone, sedangkan yang tidak punya tidak usah menjawabnya. Nah, pada pertanyaan yang tidak usah dijawab inilah, check box tadi tidak usah kita pilih / check.
Setelah semua pertanyaan selesai, kita bisa save form-nya. Berikutnya adalah kita bisa pilih Theme. Maksudnya adalah tampilan angket kita nanti akan seperti apa, ada ratusan pilihan theme untuk ini. Silahkan coba. Lalu ada menu Email This Form; maksudnya adalah form angket itu akan kita kirimkan pada orang lain via email. Kita bisa masukkan alamat-alamat email responden kita. Kalau kita sudah menggunakan Gmail, maka kita bisa menggunakan address book yang ada pada Gmail, dengan cara mengklik Choose from Contacts. Nah, yang penting di sini adalah sebuah check box yang tulisannya Include form in the email. Kalau kita check, maka angket yang kita buat tadi akan masuk ke dalam email yang kita kirimkan ke responden. Tapi ini dengan syarat, AWAS!, email respondennya bisa langsung menerima email yang bentuknya HTML. Kalau pada setting email client kita (atau mungkin yang web-based) kita buat supaya semua email yang datang akan terbaca sebagai plain text, maka angket bisa tidak akan tampil ‘sebagaimana mestinya’. Yang saya maksud dengan ‘sebagaimana mestinya’ adalah angket, di mana pilihan jawabannya bisa kita klik pada salah satunya, yang merupakan pilihan yang bentuknya berupa bullet. Kalau emailnya plain text, maka bullet itu tidak akan muncul. Maka dari itu untuk memastikan semua responden bisa menjawab angket dengan benar, saya kira pada bagian petunjuk pengisian angket mesti dijelaskan bahwa responden harus bisa melihat bentuk bullet itu. Kalau tidak, lebih baik responden diminta untuk menjawab angket ada di web melalui alamat (URL) yang sudah disediakan. Alamat itu ada pada bagian bawah ketika kita sedang menuliskan pertanyaan angket (You can view the published form here). Supaya tidak ribet, tulis saja email tersendiri, lalu minta responden untuk membuka alamat itu. Kita copy paste alamatnya ke dalam email itu, dan kirimkan ke para responden.
Bagian yang paling ‘cool’ dari semua ini adalah bahwa tabulasi-nya bisa dilakukan secara otomatis. Siapapun di dunia ini yang pernah melakukan penelitian menggunakan angket dari kertas (paper-based) akan mengakui betapa repotnya membuat tabulasi, apalagi kalau respondennya ratusan atau ribuan. Nah, untuk masuk ke tabulasinya, kita save dulu form yang sudah kita buat, lalu matikan tab-nya. Kita balik lagi ke Google Docs. Di sana akan kita dapati file yang sudah kita buat. Cukup kita klik dua kali pada file itu dan kita akan masuk ke sebuah spreadsheet. Coba anda menjawab sendiri pertanyaan angket yang sudah anda buat tadi, lalu submit. Apa yang di-submit langsung akan ditabulasikan di spreadsheet ini …… dan tentu saja spreadsheet ini bisa kita save atau export ke file Excel biasa, sehingga kita bisa melakukan perhitungan terhadap jawaban angket dengan komputer dalam keadaan offline. So cool!
Barangkali masih ada detil lain yang belum terjelaskan di sini. Itu harus anda oprek sendiri. Semoga tulisan ini berguna bagi teman-teman mahasiswa, dosen, atau pihak lain yang berniat melakukan penelitian via Internet.






October 5th, 2009 at 4:49 PM
dicoba ah
October 5th, 2009 at 7:12 PM
Saya juga mau nyoba ah! Nuhun Pak
October 7th, 2009 at 7:56 AM
thanks pak Tom… saya pengen coba
October 7th, 2009 at 8:43 AM
Andry: Silahkan Pak … BTW: saya sedang memikirkan gimana caranya membuat pertanyaan2 untuk ujian online. Gimana supaya pertanyaan2nya tidak membuat niron. Kalau ada ide tentang ini, please share, OK ?
October 18th, 2009 at 4:16 AM
wahhh pauline nih…
October 19th, 2009 at 8:34 AM
Thx P Tom..jadi pengen coba neh..rasanya kenal deh dengan ibu Pauline..^.^..
October 23rd, 2009 at 4:16 PM
nuhun kang..
qta coba yach..
thanks
November 21st, 2009 at 9:26 PM
Wew, mantap tuh tutorialnya
January 23rd, 2010 at 1:29 AM
Tulisan diatas bermanfaat sekali, salam kenal….
Mohon info-nya, …bagaimana cara mengecek apakah ada responden dari e-mail yang sama mengirim jawaban lebih dari satu kali? terima kasih sebelumnya…
January 24th, 2010 at 12:19 PM
Dedy Suwarha: Nah untuk itu nampaknya belum ada, maka dari itu desain kuesionernya harus memungkinkan itu, misalnya harus ditanya alamat email yang valid. Ini juga masih memungkinkan orang mengirim jawaban dua kali, … nampaknya memang kejujuran harus melandasi pengisiannya, … ke depannya barangkali akan ada kemungkinan memasukkan alamat IP pengisi kuesioner secara otomatis atau identitas lain … kita tunggu saja perkembangan GoogleDocs.
March 3rd, 2010 at 9:05 PM
ini lah mengapa saya sangatttt cinta sama teknologi.. technology really help us!! probably use this feature for my research.. terimakasihh pak, tomita atas infonyaa
March 7th, 2010 at 6:20 AM
Nadia: OK, email anda sudah saya jawab. Please check …