# Jumlah yang Melihat Tulisan Ini : 2619

Rasanya tidak perlu merujuk pada Ilmu Komunikasi, tapi cukup dengan common sense saja kita sudah tahu bahwa orang yang menjadi sumber informasi akan cenderung punya kesan kredibilitas tertentu di hadapan komunikannya. Saya bertanya-tanya, apakah yang seperti ini juga berlaku pada komunikasi melalui email ?
Pasalnya adalah ada orang-orang tertentu yang suka memforward email-email berisi hal-hal mulai dari lelucon, foto-foto lucu / aneh, info yang menarik tapi sulit dikonfirmasi kebenarannya, hingga yang 100 persen spam tapi si pengirimnya tidak tahu bahwa itu adalah spam. Yang saya alami, malah ada seseorang yang dari dulu rasanya tidak pernah benar-benar berkomunikasi dengan saya via email. Alih-alih, dia terus saja mengirimi email yang isinya seperti itu.
Kira-kira apa betul perkiraan saya bahwa orang-orang itu mendapatkan gratifikasi kredibilitas dengan memforward email-email 1/4 info 3/4 sampah itu ke banyak orang?
Saya punya beberapa belas alamat email, dan salah satu di antaranya nampaknya 90 persen berisi email-email seperti itu. Ada yang dalam bahasa Indonesia, ada yang bahasa Inggris. Buat mereka yang setiap harinya hanya menerima satu dua email dan hanya punya sedikit beban kerja, email-email seperti itu pasti menghibur, informatif, tapi sekaligus juga berpotensi menyesatkan. Tapi buat mereka yang sibuk dan mengandalkan kerja dengan internet / email, barangkali harus berpikir dua kali untuk mengatakan bahwa email-email itu ada manfaatnya. Kenyataan ini semakin memberikan pembenaran buat saya, bahwa memang betul kita mesti punya banyak alamat email, atau mungkin subscribe ke milis dengan lebih dari satu email, atau dengan email yang berbeda untuk milis yang berbeda. Tidak semua milis isinya selalu bermanfaat, malah banyak yang bikin repot saja.
Apakah ini bisa dikatakan sebagai literacy abuse ? Internet literacy abuse ? Karena si pengirim tidak benar-benar menuliskannya (hanya forward), dan si penerima email bisa jadi tidak membacanya dengan serius.
Saya bisa sebutkan beberapa subject dari email-email itu. Ini yang tiga empat hari lalu saya terima dari beberapa account saya. Nampaknya ada yang asli spam, ada yang 1/4 info 3/4 spam, … dan yang menyebalkan; saya juga menerimanya dari beberapa orang lain  :

  1. Indomie Makanan Pokok Nigeria?
  2. Poor Sperm.. Hahahaha..
  3. women n their zodiac…….read n think bout it
  4. Do u have a heart? (only for read)
  5. I LOVE YOU, MOM
  6. you can HELP to STOP global warming!
  7. Kalo orang IT kasih nama anak kembarnya…
  8. COBALAH….demi islam…. jgn hentikan forward email ini
  9. “10 Kebiasan Efektif Pembicara Andal”
  10. Pete Ternyata Obat Paling Dahysat!
  11. Uang Palsu sudah beredar di ATM
  12. Tanda Syahid Amrozi Cs [exclusive foto]]

Daftar ini bisa lebih panjang lagi. Apakah ini karena saya kebanyakan ikut milis? Fakta bahwa sudah banyak orang Indonesia yang menyebar-nyebarkan email-email seperti di atas menunjukkan tidak saja sebagian besar netter Indonesia (menurut saya) masih banyak yang naif, tapi juga tidak produktif dengan koneksi Internetnya!
Rasanya saya pernah menemukan sebuah website yang didedikasikan sebagai tempat dokumentasi spam & urban legend. Apakah sekarang sudah saatnya membuat itu untuk versi Indonesianya ?

Bagikan pada media sosial :